Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Agus Sutondo

Aku Tetap Sayang dan Cinta Indonesia

Partai Politik Pilihan Pemilih Pemula di Pemilu 2014

HL | 10 May 2013 | 01:12 Dibaca: 2528   Komentar: 28   9

13681229291797222658

Perjuangan rakyat Indonesia dalam rangka merebut kemerdekaan tidak pernah lepas dari sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah, demi mengejar impian akan negara Indonesia yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Maka atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dengan semangat juang yang dilandasi motivasi persatuan akhirnya bangsa Indonesia dapat meraih cita-citanya sebagai negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Pasca kemerdekaan Indonesia telah lama berlalu, saatnya kini, kita sebagai generasi penerus bangsa berkewajiban mempertahankan dan melanjutkan cita-cita kemerdekaan dengan menjaga dan memelihara nilai-nilai konstitusi berdasarkan falsafah pancasila dan undang-undang dasar 1945 secara demokratis, bersih, jujur dan adil.

Salah satu wujud menjalankan demokrasi adalah dengan menjalankan konstitusi secara baik dan benar serta manajemen transparansi yang terukur. Partai sebagai bagian dari pergerakan demokrasi seharusnya memberikan andil yang sangat besar bagi kemajuan bangsa.

Partai yang baik senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat, Bukan hanya jargon yang terasa membela kepentingan dan hak rakyat tetapi kiprah sebagai pembuktian keberpihakan terhadap rakyat yang sangat dibutuhkan jauh dari harapan rakyat itu sendiri.

Mungkinkah harapan rakyat itu akan terwujud ? Mengingat saat ini, ditengah kemelut yang melanda beberapa partai politik termasuk partai terbesar dan pemenang pemilu 2009, kondisi ini tentunya sangat disayangkan oleh banyak pihak yang mengkhawatirkan kemelut besar tersebut dapat mengganggu stabilitas politik nasional, namun banyak pihak juga termasuk pengamat politik dan analis yang juga berbesar hati karena ternyata masih ada partai yang jauh dari kemelut sejenis.

Siapakah partai yang jauh dari kemelut sejenis itu dan siapakah partai paling layak dipilih pada Pemilu 2014 ? Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional (LSN) yang melakukan survey terhadap peringkat Partai Politik terkorup, bahwa Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu 2009, berada dipuncak klasemen sementara sebagai partai terkorup dengan poin sebesar 70.5 persen, berikutnya Partai Golkar sebesar 5.7 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 4.4 persen. Hasil survei ini diumumkan ke publik oleh Lembaga Survei Nasional pada tanggal 24 Maret 2013 di Jakarta.

Selain melakukan survey terhadap pendapat masyarakat tentang partai terkorup, survei partai mana yang paling bersih juga dilakukan oleh Lembaga Survei Nasional dan hasilnya, Partai Hanura atau Partai Hati Nurani Rakyat dianggap sebagai partai terbersih dengan presentase 13.5 persen.

Dampak lain dari perolehan predikat sebagai partai terbersih ini ternyata mampu mendongkrak Elektabilitas Partai Hanura dan berada pada posisi 6.2 persen. Selanjutnya survei kedua yang dilakukan oleh Lembaga Survey Nasional pada tanggal 1-7 April 2013 di 33 provinsi dengan jumlah sampel 1.230 responden dengan populasi survei berusia 16-20 tahun dengan menggunakan pengambilan sampel “purposive random sampling”.

Hasil survey ini justru lebih mengejutkan lagi, ternyata Elektabilitas Partai Hanura naik menjadi 12.8 persen dan berada diurutan ketiga, urutan pertama jatuh pada PDI Perjuangan sebesar 19.5 persen dan urutan kedua jatuh pada Partai Golkar sebesar 19.3 persen, Dikalangan pemilih pemula pada survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN)

Menurut survei, PDIP dan Golkar memiliki basis massa yang sama besar, namun PDIP memiliki simpatisan yang lebih loyal dibandingkan Partai Golkar, kata Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta di Jakarta, Minggu, seperti dikutip Antara. Lebih jauh Dipa mengatakan, Elektabilitas PDIP menduduki peringkat teratas karena sosialisasinya dinilai lebih efektif, di mana para bakal calon anggota legislatif dan simpatisan berinisiatif memperkenalkan partai kepada pemilih pemula dan masyarakat tanpa komando dari ketua partai.

Menyusul Golkar, Elektabilitas Partai Hanura menduduki posisi ketiga dengan 12,8 persen, diikuti Gerindra 12,8 persen, Nasdem 10,8 persen, Demokrat 4,6 persen, PAN 3,6 persen, PKS 1,8 persen, PKB 1,6 persen, PPP 1,1 persen dan PBB 0,4 persen. Sementara 11,7 responden tidak memberikan jawaban. Adapun margin of error dalam survei ini adalah 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Khusus untuk Partai Hanura dengan posisi sebagai partai terbersih dan elektabilitas yang baik, hal ini tentunya membuat Partai Hanura dianggap sebagai Partai yang paling seksi dan diperkirakan akan mampu menjadi kuda hitam dan menjadi daya tarik untuk mendapat dukungan dari masyarakat luas yang rindu pada partai politik yang bebas dari korupsi.

Tentu hal ini tidak lantas membuat Partai Hanura menjadi jumawa, namun predikat sebagai partai terbersih ini, bisa menjadi pemicu semangat untuk selalu menjadi partai yang bercitra baik. Hal ini sudah tentu mendatangkan berbagai keuntungan, salah satunya dapat menambah nilai elektabilitas sebagai partai yang bersih.

Berita Lainnya :

PKS Juara Tiga Partai Terkorup

Berita Heboh ini Sudah Dibaca Satu Juta Orang

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pasien BPJS yang Kartunya Tidak Aktif Mulai …

Posma Siahaan | | 21 December 2014 | 06:53

Hollywood Kena Batunya, AS Panik! …

Daniel H.t. | | 21 December 2014 | 10:27

Inilah 5 Strategi Penting Menurunkan Tekanan …

Irsyal Rusad | | 21 December 2014 | 09:22

Tukeran Hadiah, Wichteln …

Gaganawati | | 21 December 2014 | 05:29

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 7 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 8 jam lalu

Natal, Skandal Sejarah Kelahiran Yesus …

Nararya | 8 jam lalu

Pintu Damai Tertutup, Menang Golkar Bali …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: