Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Udin Banten

berbagi pemikiran

DUA CALON PRESIDEN SEDERHANA

OPINI | 10 May 2013 | 11:01 Dibaca: 451   Komentar: 2   0

Mengomentari tulisan mas agus munoro di kompasiana kemarin dengan judul Cara Sederhana Memberantas Korupsi. http://politik.kompasiana.com/2013/05/10/cara-sederhana-memberantas-korupsi-554387.html

Beliau menulis bahwa cara sederhana untuk memberantas korupsi adalah dengan memilih calon presiden yang sederhana, saya sependapat dengan beliau, oleh karena itu saya coba mencari di GOOGLE dengan keyword ‘calon presiden sederhana’.

Dan ternyata ada dua nama teratas yang muncul yaitu Jokowi dan Ustad Sambo.

Profil Jokowi: Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961; umur 51 tahun),atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (sumber Wikipedia, id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo‎)

Sedangkan Profil Ustad Sambo yaitu:

Ansufri Idrus Sambo yang biasa di panggil Ustad Sambo, lahir di Medan pada tanggal 20 November 1970.

Ustad sambo berhasil menyelesaikan studinya di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Matematika.

Ustad Sambo aktif belajar sebagai santri di Pondok Pesantren Ulil Albab Universitas Ibnu Khaldun Bogor selama 2 tahun. Setelah tamat kuliah di IPB Ustad Sambo di samping bekerja sebagai pengajar matematika juga sudah menjadi penceramah atau berdakwah di berbagai majelis taklim.

Di tengah kesibukannya sebagai juru dakwah Ustad Sambo tetap memberikan porsi yang besar terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, kepedulian ini beliau wujudkan dengan mendirikan Yayasan Hilal tahun 1997. Tahun 1998 Ustad Sambo berkesempatan pergi ke Jordan, untuk menimba ilmu bahasa arab dan ilmu tafsir, sekaligus menunaikan ibadah haji tahun 1999 ketika umur beliau 29 tahun.

Tahun 2010 dalam perenungannya beliau ingin memberikan manfaat yang lebih luas dan mendasar kepada masyarakat indonesia, maka beliau memutuskan untuk menjadi Presiden Republik Indonesia. Tahun 2012 Ustad Sambo memutuskan untuk sungguh-sungguh mempersiapkan diri menjadi calon Presiden Republik Indonesia. (sumber http://ustadsambo4presiden.blogdetik.com/)

Inilah sekelumit Profil dua calon presiden sederhana teratas dalam rating GOOGLE saat ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Nonton Pengumpulan Susu Sapi di Kampung …

Merza Gamal | | 24 April 2014 | 08:30

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 5 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 9 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: