Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Emy Hajar Abra

"katakan yang HAQ walau itu pahit !!! https://twitter.com/emyhajarabra

Bubarkan PKS

OPINI | 10 May 2013 | 19:29 Dibaca: 2701   Komentar: 161   17

1368189324195005917 (sumber foto: https://twitter.com/tifsembiring)

Kalimat “Bubarkan PKS mulai di dengungkan oleh sumber yang tidak jelas,namun di lancarkan keras oleh beberapa kalangan yang sefaham atas mereka.

Tidak jelas memang kasus PKS ini, benarkah terdapat kerugian negara?, bagaimana mungkin terdapat kerugian negera,kalau pencucian uang saja tidak ditemukan. dan berapa pula jumlah rupiah pula yang disebutkan korupsi tersebut?, ratusankah? bahkan puluhan juga belum jelas kebenarannya.

salah satu isu “bubarkan PKS”, tersebut bisa dilihat dari kicauan yang di keluarkan oleh Febri Diansyah pada tanggal 8 kemarin, isinya “Mulai muncul wacana bubarkan PKS. Saya berpikir, itu bukan solusi atas persoalan hari ini. Jk ada yg korupsi, proses pelakunya”.

Sekali lagi memang tidak jelas sumber awal dengungan tersebut, namun jika kita buka kalimat serupa akan bermunculan banyak tanggapan walau hanya segelintir oknum saja.

Menarik menang, kasus yang belum jelas ujung pangkal serta sarat muatan politis dan banyaknya ketidakjelasan argumen hukum atas prosedur yang dilakukan, juga belum jelasnya nominal korupsi yang disebutkan, isu ini begitu dimainkan oleh media dengan sangat rajin dengan tambahan makeup dikiri dan kanan.

Media bermain-main atas kasus yang bukan mencerdaskan masyarakat justru hanya melemahkan daya fikir masyarakat.

Isu yang dilontarkan atas pembubaran partai PKS sangat lucu dan kental sekali kebencian para haters yang berterbangan di segala lini.

Tifatul Sembiring mengatakan bahwa,”Ahmad Fathanah (AF) yg memang jadi biang masalah yg mencoreng nama PKS. AF bukan kader, bukan pengurus PKS,  AF berteman dg Pak Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sjk dulu. AF pernah masuk penjara th 2005, terbukti wanprestasi voucher dan palsukan ttd LHI, Info lain yg perlu diklarifikasi AF pernah di hukum di Thailand dan Australia. Stlh bebas AF kembali merapat kpd LHI,  AF memanfaatkan kedekatan dg LHI, diduga menjual nama LHI u/ dapatkan fee dan proyek2 u/ kepentingan pribadi,  Pernyataan isteri AF bu Septi, bhw AF bukan kader PKS. Ayu Azhari: AF menjanjikan kerjaan show. Vitalia: AF kasih mobil dan berlian”.

Sudah dengan sangat jelas bahwa Fathonah bukan kader PKS tapi media terus membom-bardir pemberitaan seolah-olah PKS berada di belakanganya.

Hal ini hanya menegaskan bahwa banyak sekali oknum yang sungguh sangat khawatir dengan kemenangan besar yang akan di dapat oleh PKS nanti.

Maka akun PKS Piyungan pun sudah mewanti-wanti dengan mengatakan bahwa,”….dan jangan kaget nanti ada segelintir yg demo di HI minta PKS Dibubarkan lalu diblowup masif media. tapi kita dah tau dalangnya!”.

Padahal kasus lainnya century,hambalang,dan kasus-kasus yang nilainya mematikan rakyat saja sudah tak jelas larinya kemana.

ICW dalam hal ini yang getol bersuara lantang tentang korupsi seharusnya berhati-hati juga, karena getolnya mengiring opini masyarakat lewat berbagai media tentang kasus PKS ini, bisa jadi justru terkena bola panas yang ditendangnya.

Harus diingat bahwa kasus PKS pertama kali muncul tentang import daging  itu mencuat dan mengagetkan masyarakat, bukannya menjatuhkan popularitas PKS, namun justru menjadi ajang kampanye sekaligus iklan positif yang menjadikan kemenangan PKS di beberapa pemilihan gubernur dan lainnya.

2014 akan membuktikan semua pergerakan yang sedang di mainkan.

Karena sebelumnya walau berbeda kasus PBB pun mengalami hal yang serupa, yakni penjatuhkan citra partai yang dipaksakan.

Mampukah partai-partai islam di Indonesia di hancurkan?. sejarah Indonesia adalah pembuktian yang tak pernah punah sekaligus harus disadari.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: