Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Menariknya Kasus LHI

OPINI | 09 May 2013 | 00:25 Dibaca: 747   Komentar: 11   0

Melihat kasus LHI

Dalam perkembangan kasus LHI, orang pasti tahu sekarang LHI bukanĀ  tersangka kasus impor daging saja tetapi juga tersangka TPPU atau pencucian uang,,,

untuk kasus korupsi menurut pengamatan saya KPK masih mencari bukti yang kuat,,dahulu KPK menangkap LHI karena menemukan ada 2 alat bukti yang cukup (perkiraan saya 2 bukti yang cukup itu, pertama pengakuan AF tentang penyuapan 1 M dan itu belum sampai ke tangan LHi, serta satu lagi bukti rekaman percakapan).

Akan tetapi AS (pimpinan KPK) sudah membantah bahwa tidak ada rekaman percakapan antara LHI dan MENTAN terkait kuota impor.so KPK harus cari bukti lain…

Logika sederhana tentang pencucian uang

Dalam sebuah perjalanan misalkan dari bandung ke jakarta

Lhi disangkakan sudah berada di jakarta, padahal dia masih di Bandung, dijakarta dia sudah beli ini beli itu, ditambahkan lagi LHI di Jakarta sudah bermain2 dengan wanita2 temen AF (opini publik),

Contoh kasusTPPU oleh DS, logikanya dia sudah pernah melakukan perjalan Bandung- Jakarta pada tahun 2011,,dia ngakunya naik pesawat, padahal naik kereta ekonomi,,dan sisa uang jajan dia belikan rumah, Pom bensin dll.kasus ini ketahuan di tahun 2012. Artinya uang nya sudah berada di tangan DS..dan dia kena tersangka TPPU,wajar,,

Kembali ke kasus LHI, disini dia belum pernah melakukan perjalanan ke Jakarta tetapi sudah disangkakan berada disana, sedangkan uang bensin masih ditangan orang lain.

Artinya KPK harus membuktikan dahulu bahwa LHI pernah melakukan perjalanan dari bandung ke jakarta..kalau disangkakan sudah berada di jakarta, maka KPK harus membuktikan perjalananya sebelum ketangkap KPK,

Yang jadi pertanyaan dalam diri saya ,pencucian uang yang dilakukan LHI itu, uang dari mana?uangnya aja belum diterima sama LHI,,berarti KPK harus membuktikan bahwa antara tahun 2011-2012 LHI pernah melakukan perjalan ke jakarta dan mendapat uang saku serta uangnya untuk beli mobil.(yang mau disita)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 8 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 10 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 11 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 12 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: