Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rocky Zulkarnain

seorang ayah dgn 1 putra & 1 istri,Interisti seumur hidup,Pengangguran sukses yg g’butuh dibantu orang selengkapnya

Waspadai Indahnya Hasil Survey pada Pilkada Lumajang

OPINI | 08 May 2013 | 20:41 Dibaca: 383   Komentar: 1   0

Waspadai fenomena underdog effect atas publikasi Hasil Survey. Yakni timbulnya suatu efek simpati (belas kasih) yang diberikan pemilih kepada Cabup/Cawabup yang tidak banyak diunggulkan (diprediksikan kalah) dalam pemilu. Konsekuensi riset semacam ini kadang bukannya mendongkrak preferensi pemilih justru malah memanipulasi kerja tim pemenangan yang akhirnya merugikan pengguna jasa survey itu sendiri.

Para Cabup/Cawabup cenderung menggunakan hasil survey sebagai acuan menyusun strategi dan taktik. Hasil Survey bagaikan sebuah kompas yang menuntun pencapaian tujuan para Cabup/Cawabup selaras keinginan masyarakat dalam bentuk respon kebutuhan mereka secara cepat dan tepat.

Proses pencarian tujuan dilakukan dengan mencari faktor-faktor penentu pilihan politik para pemilih. Selanjutnya interaksi antar faktor-faktor tadi dikaji sehingga diperoleh jalan keluar secara kreatif sebagai interpretasi hasil survey maupun reaksi terhadap hasil monitoring atas penerapan strategi politik yang dijalankan.

Sebuah strategi dalam implementasinya selalu menimbulkan umpan balik (feedback) sebagai respon tindakan pesaing yang berdampak pada pilihan pemilih. Melalui survey hal tersebut dideteksi sejak pada gejala sehingga dapat diambil tindakan pencegahan atau strategi baru berikutnya.

Oleh karenanya, meski sedikit bebas dalam penerapan metodologinya, survey politik yang baik tetaplah yang menggunakan metodologi ilmiah. Keilmiahan adalah keharusan meski survey tersebut dijalankan dengan metode paling sederhana sekalipun tanpa harus terlalu ketat menguji hipotesa sebagai dasar pembangun teori.

Selain itu, survey politik memiliki nilai publisitas yang dapat mengarahkan persepsi atau opini masyarakat kepada apa yang dicitakan oleh kandidat politik (bandwagon effect). Inilah yang menjadikan beberapa survey politik di lapangan sukar dipertanggung jawabkan keilmiahannya meski data yang disajikan seringkali bombastis, tetapi sangat miskin informasi terkadang sama sekali tidak berharga.

Jasa survey menjadi sangat penting mengingat inti kampanye cabup/cawabup adalah pada penawaran program, Visi dan misi politik di masyarakat secara simultan dan berkesinambungan. Strategi kampanye tanpa didukung hasil survey ibarat orang buta berjalan

tanpa tongkat. Ia hanya mendengar sorak ramai tanpa mengetahui hal yang terjadi sebenarnya, atau meraba-raba tetapi terkadang menyungkurkannya. Sebaliknya, sebuah hasil survey tanpa dukungan sumber daya strategis seperti desain strategi, dana, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya ibarat orang lumpuh yang memahami jalan atau peta tapi hanya bisa diam, karena tidak adanya sarana untuk menuju tempat yang diinginkannya.


( Survei merupakan jenis riset dengan metode ex post facto penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pilihan politik suatu masyarakat atas pemilu-pemilu sebelumnya. Dalam rumusannya, penelitian survei menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif sebagai cara menggambarkan berbagai fakta yang menjadi faktor-faktor berpengaruh pada pilihan pemilih. )

Tetap waspada pada hasil survey, jangan terbuai dengan angin surga.
satukan tekad dalam memilih SA’AT…

Sekali SA’AT tetap SA’AT

Tentukan pilihan hanya pada No. 1

Coblos batiknya….!!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Karnaval Kota yang Paling Ditunggu …

Ikrom Zain | | 30 August 2014 | 14:46

Dua Puncak Lawu yang Terlupakan …

Munib Muhamad | | 30 August 2014 | 16:19

Madrid yang Tak Belajar dari Pengalaman …

Garin Prilaksmana | | 30 August 2014 | 16:19

Makna Perjalanan Adalah Menambah Sahabat …

Ita Dk | | 30 August 2014 | 13:06

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Florence Penghina Jogja Akhirnya Ditahan …

Ifani | 3 jam lalu

Ternyata Inilah Sebabnya Pendeta Paling …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Kesaksian Relawan Kerusuhan Mei …

Edo Panjaitan | 12 jam lalu

Masalah Sepele Tidak Sampai 2 Menit, Jogja …

Rudy Rdian | 13 jam lalu

Jogja Miskin, Bodoh, Tolol dan Tak …

Erda Rindrasih | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

“Florence, Anda Ditahan untuk 20 Hari …

Farida Chandra | 8 jam lalu

Deddy Corbuzier Bikin Soimah Walkout di IMB …

Samandayu | 8 jam lalu

Semua Gara-gara Air Asia …

Rinaldi | 8 jam lalu

Negeri Berutang …

Yufrizal | 8 jam lalu

Dua Wajah Manusia dalam Antologi Cerpen dan …

Alexander Aur | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: