Back to Kompasiana
Artikel

Politik

I Ketut Merta Mupu

Bukan lagi mahasiswa UNHI, melainkan Mahasisa. Putra Songan, Kintamani. Contact person E-Mail: mupu.merta@gmail.com selengkapnya

Mangku Pastika, Sudah Terbukti Bukan Sekedar Janji-janji

REP | 08 May 2013 | 21:07 Dibaca: 1229   Komentar: 7   0

1368021931774020513

Pasangan Pasti-Kerta (Koleksi pribadi)

Sepulang dari jalan Sekar Tunjung untuk mencari Skretariat pemenangan pasangan PASTI -KERTA (namun sayang tidak ketemu). Jalan menjadi macet di pertigaan penatih karena ada “sima krama” pasangan PAS. Kemudian saya membeli Pop Ice di sebuah warung.

“Mahasiswa-mahasiswi di Bali pasti akan memilih pak mangku?” ujar pemilik toko saat rembug tentang pilgub Bali.

“Loh.. kok begitu pak?” tanya saya sambil minum Pop Ice seperti anak-anak.

“Mahasiswa-mahasiswi biasanya bisa membedakan mana calon yang benar-benar bisa memimpin Bali, dan tentunya tidak bisa dikukung oleh partai” selorohnya dengan senyum. Saya juga senyum-senyum mendengar pendapat bapak pemilik warung yang lugu itu.

Bapak itu melanjutkan kata-katanya “Calon gubernur kita saat ini terlalu jauh perbedaannya, kentara sekali mana calon yang cerdas dan mampu memanagement Bali ke depan dan mana calon yang hanya bisa ngomong, ngomongpun asal bunyi” ujarnya santai.

Selain itu, menurutnya Pak mangku itu jauh lebih berkualitas daripada Puspayoga. Selain sudah berpengalaman juga memang sudah terbukti. Sedangkan pak Puspayoga katanya kerja tidak becus. Menurut saya, seperti yang pernah disampaikan sebelumnya, perbedaanya bagaikan Matahari dengan Bulan. Bulan bersinar karena Matahari. Artinya, lima tahun lalu, bulan menjadi wakil gubernur karena Matahari.

Pembicaraan tak sampai disitu, bapak pemilik toko itu juga mengajak untuk memilih pak mangku, jangan sampai golput. Saya katakan “itu sudah pasti”, selain karena memang keluarga menjadi bagian dari pendukung tim pemenangan pasangan PASTI - KERTA, juga karena memang dari awal memprediksi PASTI-Kerta akan menang. Tentunya jika masyarakat mau menjadi pemilih yang cerdas untuk mendapatkan pemimpin Bali yang cerdas dan berintegritas pula. Sudah terbukti bukan sekedar janji-janji.

Lima belas menit kemudian sudah berada di kamar, HP di atas spring bed berbunyi. Eeh ternyata ada Sms dari dosen, “Untuk memenangkan Mangku Pastika-Sudikerta tidak lain dengan bekerja keras, berdoa dan datang ke TPS dengan mencoblos no. 2 Gubernur kita bersama. Sathyam Eva Jayate, Nanrtam” .

“Astungkara pak.. menjadi tim sukses ya pak?” balasku sedikit bercanda.

“Ahh.. tidak. Lihatlah perbedaan calon gubernur dari segi penguasaan materi, kemampuan menangani masalah dan komunikasi, terlalu jauh. Seperti yang ditayangkan di TV One, Bali TV. Mangku Pastika sangat hebat” kata pak dosen. Saya sangat setuju dengan pendapat beliau. Mengingat kandidat gubernur Bali demikian mencolok perbedaan kecerdasaannya.

Kalau sampai pak Mangku kalah dalam Pilgub Bali, mau dibawa kemana Bali ini? karena lawan politiknya hanya satu. Lewatkan saja nomor urut 1 (Pass) dan coblos nomor dua, Pasti-kerta. Untuk menjadikan Bali Mandara, Bali yang aman, damai dan sejahtera.

Baca juga Sabda dari Langit Pemenang Pilgub Bali

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Learning by Doing, Efektifitas Mendidik ala …

Muhammad | | 16 September 2014 | 10:24

Autoethnografi: Dari Pengalaman ke Teks …

Sehat Ihsan Shadiqi... | | 16 September 2014 | 11:06

Asuransi Kesehatan Komersial Berbeda dengan …

Ariyani Na | | 15 September 2014 | 22:51

Awas Pake Sepatu/Tas Import kena …

Ifani | | 16 September 2014 | 06:55

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 4 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 4 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 6 jam lalu

RUU Pilkada: Jebakan Betmen SBY buat Jokowi, …

Giri Lumakto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 7 jam lalu

Ijasah Bon A dan B Suatu Kenyataan di Era …

Abebah Adi | 7 jam lalu

Hati-Hati, Ini 3 Modus Penipuan Gaya Baru …

Dian Halle Wallahe | 7 jam lalu

Peduli Pelanggan? Mutlak Penting Bagi Pelaku …

Uli Arta Simanjunta... | 7 jam lalu

Lamaran Pekerjaan Ditolak? Apa yang Salah? …

Marlistya Citraning... | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: