Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Wasiat Kumbakarna

melihat sesuatu dengan lebih baik dan cerdas

MP3EI, Bukti SBY Peduli Pemerataan Pembangunan

OPINI | 07 May 2013 | 14:59    Dibaca: 387   Komentar: 4   1

Dari sejak era Orde Baru, kita sudah familiar dengan kata-kata pemerataan pembangunan. Katanya, masalah Indonesia dalam hal pembangunan adalah tidak meratanya pembangunan tersebut. Seolah-olah Pula Jawa begitu pesatnya maju dengan berbagai pembangunan, sementara pulau-pulau lain tertinggal jauh.

Seringkali atas alasan pembangunan yang tidak merata inilah lalu muncul pemikiran dan gerakan separatis. Maka, masalah pemerataan pembangunan ini adalah hal penting yang harus dicari jalan keluarnya oleh setiap pemimpin bangsa ini.

Sadar akan hal itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah melahirkan sebuah gerakan nasional yang diberi nama MP3EI yang merupakan kependekan dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

MP3EI tercantum dalam Perpres No 32 Tahun 2011. Disebutkan, MP3EI merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Kebijakan ini berlaku untuk periode 15 tahun terhitung sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2025.

MP3EI merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden SBY yang disampaikan pada retreat Bogor tanggal 30-12-2010 dan Raker Presiden di JCC tgl 10-1-2011. Ada beberapa dasar pemikiran yang melandasi dibuatnya MP3EI.

Bahwa, sepanjang sejarah kemerdekaan selama lebih dari enam dasawarsa, Indonesia telah mengalami beragam kemajuan di bidang pembangunan ekonomi. Ekonomi Indonesia terus bergerak dari berbasis kegiatan pertanian tradisional, hingga menjadi negara dengan proporsi industri manufaktur dan jasa yang lebih besar

Kemajuan ekonomi juga telah membawa peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang tercermin tidak saja dalam peningkatan pendapatan per kapita, namun juga dalam perbaikan berbagai indikator sosial dan ekonomi lainnya termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam periode 1980 dan 2010, IPM meningkat dari 0,39 ke 0,60.

Keterlibatan Indonesia pun sangat diharapkan dalam berbagai forum global & regional seperti ASEAN, APEC, G-20, & kerjasama bilateral lainnya. Keberhasilan Indonesia melewati krisis ekonomi global th 2008 mendapatkan apresiasi positif dari berbagai lembaga internasional.

Keberadaan Indonesia di pusat baru gravitasi ekonomi global, yaitu kawasan Asia Timur & Asia Tenggara, mengharuskan Indonesia mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk mempercepat terwujudnya suatu negara maju dengan hasil pembangunan dan kesejahteraan yang dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.

Dalam konteks inilah Presiden SBY menyadari perlunya penyusunan MP3EI untuk memberikan arah pembangunan ekonomi hingga 2025. Melalui percepatan & perluasan pembangunan ekonomi ini, perwujudan kualitas Pembangunan Manusia Indonesia sebagai bangsa yang maju tidak saja melalui peningkatan pendapatan dan daya beli semata, namun dibarengi dengan membaiknya pemerataan dan kualitas hidup seluruh bangsa.

Sebagai salah satu langkah kongkritnya, pemerintahan telah merencanakan industri manufaktur (pengolahan) ke luar Pulau Jawa ditargetkan naik menjadi 40% pada 2014. Saat ini, persebaran manufaktur di luar Jawa masih 30% dan sebagian besar mencapai 70% ada di Jawa.

“Tahun 2014, petanya harus berubah, yakni setidaknya sekitar 40% industri bergerak dan tumbuh di luar Pulau Jawa,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, April lalu.

Nah, bagi kalian-kalian semua yang mempertanyakan integritas SBY menjalankan pemerintahannya demi rakyat, inilah jawaban buat kalian! Amati dengan benar, jangan hanya ingin mengkritik dan mencela saja!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kegigihan Anik Sriwatiah Berdayakan Mantan …

Hadi Santoso | | 30 May 2015 | 17:29

Ayo Jalan-jalan ke Lapangan Banteng Jakarta! …

Amirsyah | | 30 May 2015 | 16:31

Mini Market Tanpa Miras, Kita Lihat …

Kompasiana | | 30 May 2015 | 18:33

Fenomena Gelombang Panas, Saatnya …

Alifiano Rezka Adi | | 30 May 2015 | 18:04

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Menpora & PSSI, Silahkan Menikmati …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Kesamaan Sepp Blatter dan PSSI: Jokowi Tak …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Ini Alasan Wapres JK Membela Budi Waseso …

Abd. Ghofar Al Amin | 12 jam lalu

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 17 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: