Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Fajarbaru

menulis untuk melawan proses amnesia sejarah

Deportasikan Saja Dubes Inggris & Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Inggris

OPINI | 06 May 2013 | 17:32 Dibaca: 303   Komentar: 14   4

Sekali lagi Indonesia “dikacangi” negara asing. Sikap pemerintah Inggris yang resmi membuka Kantor Perwakilan OPM di Oxford telah melukai hati Bangsa Indonesia. Apalagi motivasi pembukaan kantor ini untuk mendulang simpati publik internasional guna mendukung gerakan kemerdekaan Papua dari NKRI. Terlepas bahwa persoalan sparatis Irian sepertinya seolah-olah ditangani “setengah hati” oleh pemerintah Indonesia, langkah campur tangan Inggris secara terang-terangan dan terbuka yang memberikan suaka politik kepada “tokoh OPM paling dicari” dan membuka Kantor OPM tidak bisa dianggap remeh. ┬áJelas bahwa Inggris terlalu dalam mencampuri urusan politik dalam negeri.

Belajar dari lepasnya Timor-Timur, kali ini pemerintah Indonesia “jangan sampai kalah,” dan JANGAN LEMBEK. Ketidaktegasan pemerintah Indonesia inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh bangsa lain untuk merong-rong kesatuan NKRI: budaya dicuri, pulau dicuri, Timtim lepas, dan sekarang “Papua” semakin terancam. Jangan sampai sejarah terulang kembali, apalagi sudah mulai tampak jelas ada permainan pihak Inggris di belakang gerakan ini.

Oleh karena itu, perlu langkah tegas pemerintah Indonesia dengan cara segera menarik Dubes RI di Inggris dan kembalikan Dubes Inggris untuk Indonesia ke negerinya. Putuskan sementara hubungan diplomatik dengan Inggris sampai ada kesepakatan bersama bahwa pemerintah Inggris tidak boleh mencampuri terlalu jauh urusan dalam negeri negara Indonesia serta mengembalikan suaka politik yang paling dicari Interpol pada beberapa tahun silam yang menjadi inisiator pembukaan kantor perwakilan OPM di Inggris.

Presiden SBY tidak boleh lembek lagi dalam kasus ini!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 12 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 15 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 16 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 17 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: