Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sutomo Paguci

Pewarta warga mukim di Padang | Advokat | Nonpartisan | Menulis sebagai rekreasi

Ancaman Problem Kependudukan jika PKS Menang (Full Photo)

OPINI | 05 May 2013 | 19:27 Dibaca: 3180   Komentar: 411   27

Manhaj dakwah PKS yang penulis ketahui mengharamkan pembatasan dan pengaturan kelahiran—mohon koreksi jika saya keliru. Yang dianjurkan oleh dakwah ala PKS justru beranak-pinak sebanyak-banyaknya seperti kelinci.

Jangan heran jika penggede PKS kasih contoh punya anak banyak-banyak. Ini sekalipun pemerintah menggalakkan program keluarga berencana (KB) demi meminimalisir problem kependududukan akibat ledakan jumlah penduduk. PKS tak peduli.

Bisa dibayangkan bila mereka memegang posisi-posisi politik—bupati, walikota, gubernur, dsb—pasti akan kesulitan menjalankan program pemerintah berupa pembatasan dan pengaturan kelahiran demi mengerem dampak ledakan penduduk. Mereka akan “tergigit lidah”.

Mereka jelas tidak akan peduli dengan program mengatasi ledakan penduduk. Yang mereka pentingkan hanya menjalankan keyakinan agama. Termasuk akan menutup mata terhadap dampak negatif ledakan penduduk seperti kesulitan penyediaan lapangan kerja, kesulitan penyediaan pemukiman, pendidikan, layanan kesehatan, dll.

Efek derivatif akibat ledakan penduduk yang tak terkendali antara lain akan meningkatnya pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, gizi buruk, dsb.

Dengan jumlah penduduk 240 juta saja Indonesia sudah lintang-pukang menyediakan lapangan kerja, pemukiman, pendidikan, dan layanan kesehatan. Apalagi jika ledakan penduduk demikian diabaikan begitu saja demi alasan doktrin agama, supaya memperbanyak umat supaya senang di akherat.

Itulah ancaman nyata problem kependudukan jika PKS menang pemilu baik di eksekutif maupun legislatif. Waspada! Waspada!

13677559312109169097

Keluarga besar Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS (pkspiyungan.org)

13677560301476777541

Keluarga besar Anis Matta, Presiden PKS saat ini (pkspiyungan.org)

13677560931068465795

Keluarga besar Yoyoh Yusroh (alm) (pkspiyungan.org)

(SP)

Artikel terkait:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selintas Mengenang Taufik H Mihardja …

Dwiki Setiyawan | | 27 August 2014 | 15:21

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 2 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 3 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 4 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 5 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: