Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sutomo Paguci

Pewarta warga mukim di Padang | Advokat | Nonpartisan | Menulis sebagai rekreasi

Ancaman Problem Kependudukan jika PKS Menang (Full Photo)

OPINI | 05 May 2013 | 19:27 Dibaca: 3193   Komentar: 411   27

Manhaj dakwah PKS yang penulis ketahui mengharamkan pembatasan dan pengaturan kelahiran—mohon koreksi jika saya keliru. Yang dianjurkan oleh dakwah ala PKS justru beranak-pinak sebanyak-banyaknya seperti kelinci.

Jangan heran jika penggede PKS kasih contoh punya anak banyak-banyak. Ini sekalipun pemerintah menggalakkan program keluarga berencana (KB) demi meminimalisir problem kependududukan akibat ledakan jumlah penduduk. PKS tak peduli.

Bisa dibayangkan bila mereka memegang posisi-posisi politik—bupati, walikota, gubernur, dsb—pasti akan kesulitan menjalankan program pemerintah berupa pembatasan dan pengaturan kelahiran demi mengerem dampak ledakan penduduk. Mereka akan “tergigit lidah”.

Mereka jelas tidak akan peduli dengan program mengatasi ledakan penduduk. Yang mereka pentingkan hanya menjalankan keyakinan agama. Termasuk akan menutup mata terhadap dampak negatif ledakan penduduk seperti kesulitan penyediaan lapangan kerja, kesulitan penyediaan pemukiman, pendidikan, layanan kesehatan, dll.

Efek derivatif akibat ledakan penduduk yang tak terkendali antara lain akan meningkatnya pengangguran, kriminalitas, kemiskinan, gizi buruk, dsb.

Dengan jumlah penduduk 240 juta saja Indonesia sudah lintang-pukang menyediakan lapangan kerja, pemukiman, pendidikan, dan layanan kesehatan. Apalagi jika ledakan penduduk demikian diabaikan begitu saja demi alasan doktrin agama, supaya memperbanyak umat supaya senang di akherat.

Itulah ancaman nyata problem kependudukan jika PKS menang pemilu baik di eksekutif maupun legislatif. Waspada! Waspada!

13677559312109169097

Keluarga besar Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS (pkspiyungan.org)

13677560301476777541

Keluarga besar Anis Matta, Presiden PKS saat ini (pkspiyungan.org)

13677560931068465795

Keluarga besar Yoyoh Yusroh (alm) (pkspiyungan.org)

(SP)

Artikel terkait:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 10 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 11 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 9 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 9 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 9 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 10 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: