Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Sang Pencerah

I'm black but very sweet

Menunggu Capre 2014, Benarkah Kotak Tabut Ada di Indonesia?

OPINI | 03 May 2013 | 14:16 Dibaca: 1076   Komentar: 0   0

MENUNGGU CAPRES 2014, BENARKAH KOTAK TABUT ADA DI INDONESIA ?

Memperbincangkan kotak tabut yang sampai sekarang masih misteri merupakan fenomena tersendiri yang masih hangat untuk dibicarakan dan diperdebatkan keberadaannya. Kotak tabut yang melambangkan akan hadirnya seorang pemimpin bahkan menjadi fenomena menarik bagi seluruh umat manusia di bumi. Banyak yang menyatakan bahwa kotak tabut tersebut masih berada di Jerusalem tepatnya di bawah masjidil Aqsa, sehingga menjadi pembenaran bagi bangsa israel untuk merobohkan dan meruntuhkan masjid yang pernah digunakan nabi SAW untuk melakukan mikraj. Namun saya memiliki dasar dan keyakinan tersendiri kalau kotak tabut sesungguhnya tidak kemana-mana, tapi masih ada di indonesia. Di bumi yang kita cintai bersama. Dimana cerita Thalut menjadi raja akan terulang kembali di tanah air kita. Alasan-alasan itu sebagai berikut :

1. Penelitian Fahmi Basya tentang borobudur dan peninggalan Nabi Sulaeman yang menyatakan bahwa cerita Nabi Sulaeman (yang merupakan pewaris kotak tabut) dan Ratu Saba merupakan cerita yang sesungguhnya terjadi di indonesia.

2. Gambar Relief kotak tabut yang masih ada di Candi Borobudur

3. Hubungan emosional bangsa israel (yang pernah dikasih kotak tabut oleh Allah) dan Indonesia dalam beberapa hal seperti penggunaan kata Java dalam penyebutan Java tel aviv. kemudian pemakaian topi berbentuk rumah adat jawa Joglo oleh para Rabi yahudi. Dan yang tak kalah menariknya adalah watak orang indonesia ternyata mirip watak asli bangsa israel yakni suka protes melulu. Menunjukkan kalau dua bangsa ini memiliki asal kultur yang sama.

4. Cerita Thalut menjadi raja dengan didahului kegelisahan bangsa israel pada waktu itu karena kekosongan seorang pemimpin sehingga berharap munculnya raja yang bisa memimpin bangsa israel, sesungguhnya sama dengan kondisi bangsa indonesia saat ini. Bahkan jauh hari yang lampau sudah dinyatakan oleh prabu siliwangi untuk mencari budak Angon yang rumahnya di belakang sungai.

5. Ungkapan-ungkapan Prabu Jayabaya dalam serat Musarar misalnya dalam bait 27 tentang seseorang yang akan merajai seluruh dunia. berbunyi :

“Dene besuk nuli ana, Tekane kang Tunjung putih, semune Pudhak kasungsang, Bumi Mekah dennya lair, Iku kang angratoni, Jagad kabeh ingkang mengku, Juluk Ratu Amisan, Sirep musibating bumi, Wong nakoda milu manjing ing samuwan,

6. Kotak tabut yang diberikan Allah kepada bangsa israel waktu itu merupakan senjata bagi bangsa israel yang selalu dijaga malaikat. Demikian pula Senjata Pemimpin indonesia kedepan adalah trisula wedha pemberian dewa (Malaikat). Dalam bait 172 berbunyi :

iki dalan kanggo sing eling lan waspada; ing zaman kalabendu Jawa; aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa; cures ludhes saka braja jelma kumara; aja-aja kleru pandhita samusana; larinen pandhita asenjata trisula wedha; iku hiya pinaringaning dewa

inilah jalan bagi yang ingat dan waspada; pada zaman kalabendu Jawa; jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa; yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga; jangan keliru mencari dewa; carilah dewa bersenjata trisula wedha; itulah pemberian dewa

  1. Serat kalathido Ranggawarsito tentang Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu yang merupakan pemimpin yang memiliki wahyu (Herucakra) yang akan muncul secara tiba-tiba sama seperti thalut ketika menjadi Raja. Digambarkan menjadi raja tanpa sarana apa-apa tapi dipilih dan disepakati bersama. Dalam Pupuh 258 :

Marga sinapih rawuhnya, nata ginaib sanyata, wiji wijiling utama, ingaranan naranata, kang kapisan karanya, adenge tanpa sarana, nagdam makduming srinata, sonya rutikedatonnya.

Kedatangan pemimpin baru tidak terduga, seperti muncul secara gaib, yang mempunyai sifat-sifat utama.

Lire sepi tanpa srana, ora ana kara-kara, duk masih keneker Sukma, kasampar kasandhung rata, keh wong katambehan ika, karsaning Sukma kinarya, salin alamnya, jumeneng sri pandhita.

Datangnya tanpa sarana apa-apa, tidak pernah menonjol sebelumnya, pada saat masih muda, banyak mengalami halangan dalam hidupnya, yang oleh izin Allah SWT, akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur.

8. Kenapa anak gembala yang menurut prabu siliwangi rumahnya dipinggir sungai harus dicari ?, kemudian dalam serat centhini disampaikan juga yang akan jadi pemimpin indonesia kedepan adalah seseorang yang tidak terkenal sebelumnya dan muncul secara tiba-tiba. Serta tidak memerlukan sarana apapun, tetapi menjadi pilihan dan kesepakatan bersama. Pertanyaannya, kalau tidak terkenal, apalagi tidak memiliki harta serta belum memiliki jasa terhadap negara tiba-tiba diangkat menjadi pemimpin. Kira-kira oleh karena apa ?

http://johneox.files.wordpress.com/2008/10/bismillah10.gif?w=480

baqarah

Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan daripada Tuhanmu dan sisa daripada peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang yang beriman.”

(Al-Baqarah: 248)

Wallahu alam…………..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 5 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 14 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: