Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nuril Komari

wong ndeso yang mendambakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kenapa Hadi Prabowo Berani Tantang Bibit Waluyo?

OPINI | 03 May 2013 | 10:58 Dibaca: 1069   Komentar: 3   1

Hadi Prabowo dan Bibit Waluyo (http://img.lensaindonesia.com)

Hadi Prabowo dan Bibit Waluyo (http://img.lensaindonesia.com)

Sepertinya Hadi Prabowo adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi pertama di Indonesia yang berani mencalonkan diri sebagai gubernur pada saat gubernur petahana juga maju. Yang selama ini terjadi, Sekda maju setelah gubernur selesai masa jabatan dua periode. Ada juga Sekda maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi gubernur petahana, seperti Fauzi Bowo mendampingi Sutiyoso tahun 2002 dan Sukarwo mendampingi Imam Utomo tahun 2003.

Hadi Prabowo yang biasa disapa HP, dilantik menjadi Sekda oleh Gubernur Ali Mufiz pada hari Rabu, 9 Januari 2008 menggantikan Mardjijono yang mengajukan pensiun diri akibat faktor kesehatan. Sebelumnya, HP adalah Asisten IV bidang Administrasi Sekda Provinsi Jateng.

Pria kelahiran Klaten, 3 April 1960 itu sempat ditawari Bibit Waluyo untuk menjadi pendampingnya, tapi ia tidak bersedia. Ia malah minta ijin untuk mengikuti fit and proper test di DPP PDI-P di Jakarta pada tanggal 9 Januari 2013.

Akan tetapi, dia akhir pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur tanggal 5 Maret 2013, PDI-P tidak jadi mengusung HP. PDI-P mengusung dua kadernya sendiri, yaitu Ganjar Pranowo dan Heru Sujatmoko. Karena gagal diusung PDI-P, Suami dari Paripurnaning Haju dan Ayah dari Aridara Nastisi itu segera bertindak cepat. Ia menggandeng Bupati Sumedang Jawa Barat, Don Murdono, dan mendaftar di KPU 2 jam sebelum penutupan pendaftaran.

HP sudah bertekad untuk maju sebagai calon gubernur. Karena tidak bisa mendapat dukungan PDI-P sebagai partai pemenang di Jawa Tengah, ia pun mencari dukungan ke 6 partai, yaitu PKS, PKB, PPP, PKNU, Gerindra dan Hanura. Seperti kata pepatah, tidak ada rotan, akar pun jadi.

Untuk memaksimalkan perjuangannya menuju Wisma Perdamaian, HP telah mengajukan pengunduran diri dari Sekda sehingga ia bisa all out blusukan ke 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Sebagai warga Jawa Tengah yang mempunyai hak pilih, saya bertanya-tanya:

  • Mengapa HP pengen banget jadi gubernur? Padahal Bibit Waluyo sebagai atasannya selama 5 tahun masih maju lagi.
  • Kenapa ia tidak berkoalisi saja dengan Bibit menjadi calon wakil gubernur? Apalagi keduanya sama-sama orang Klaten.
  • Tidakkah ia eman-eman dengan jabatan Sekda yang terpaksa harus ia lepas? Apalagi, dengan tidak lagi menjabat Sekda, otomatis ia harus kehilangan jabatan sebagai komisaris utama Bank Jateng yang gaji per bulannya Rp 50 juta.
  • Apa yang sebetulnya dicari HP? Apakah sudah sedemikian parahnya kepemimpinan Bibit Waluyo sehingga harus diakhiri? Dan, yang mengakhirinya harus orang yang tahu “luar dalam”-nya Bibit, yaitu HP sebagai Sekda-nya?
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: