Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Bibit Waluyo-Hadi Prabowo, ‘Peras’ Bank Jateng untuk Kampanye

OPINI | 03 May 2013 | 16:30 Dibaca: 885   Komentar: 13   0

Ketika ambisi kekuasaan merasuki, maka berbagai cara pun ditempuh untuk menggapai keinginannya. Dan berbicara tentang kekuasaan di negeri ini tak bisa lepas dari uang. Untuk merebut kursi kepala desa pun, seorang calon kades mesti punya banyak uang.

Apalagi kekuasaan untuk kursi bupati, gubernur atau presiden. Tak terbayang berapa belanja politik yang harus dikeluarkan oleh para calon kandidat itu.

Nah, bicara tentang perebutan kekuasaan dan uang, penulis coba menilik soal isu hangat yang berhembus di Pilgub Jateng. Tersiar kabar dua kandidat calon gubernur yang juga pejabat pemerintah provinsi, Gubernur Bibit Waluyo dan Sekda Hadi Prabowo, terlibat perebutan uang sebesar Rp1,5 triliun yang ada di Bank Jateng.

Kabar ini mencuat setelah hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Jateng tidak diumumkan ke publik. Padahal tersiar kabar, kalau bank milik pemerintah daerah itu mendapat kucuran dana sebesar Rp1,5 triliun.

Kabarnya dana sebesar itulah yang kini diperebutkan Bibit Waluyo dan Hadi Prabowo. Mereka membutuhkan dana itu untuk biaya kampanye merebut kursi gubernur yang akan digelar pada 26 Mei nanti.

Apalagi berdasarkan temuan Komisi Pemberantasan Korupsi , Bank Jateng termasuk bank yang sering memberikan fee kepada para pejabat daerah. Jadi bukan mustahil, kalau kedua calon gubernur tersebut (Bibit dan Hadi) begitu bernafsu untuk mendapatkan dana kredit dari Bank Jateng sebagai modal kampanye.

Sebagai pejabat gubernur, rupanya Bibit tak ingin saingannya Hadi Prabowo menikmati uang dari Bank Jateng. Bibit yang menjabat sebagai komisaris, lalu mendepak Hadi Prabowo dari posisi komisaris di Bank Jateng.

Cara kotor para pemimpin daerah ini hendaknya menjadi pertimbangan bagi masyarakat Jateng dalam menentukan pilihannya pada Pilgub nanti. Percaya lah, jika pemimpin sudah menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan, maka kerusakan akan terjadi di masa kepemimpinannya.

Pilihlah calon gubernur yang bersih, bebas korupsi, serta tidak menghalalkan segala cara.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49


TRENDING ARTICLES

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 14 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 14 jam lalu

Prabowo Subianto Tolak Pilpres 2014, Berarti …

Danny Ph Siagian | 16 jam lalu

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 22 July 2014 09:57

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 22 July 2014 09:20

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: