Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nagaya Muni

berbahagia dengan berbagi

Saya Suka Kho Ping Hoo, juga PKS

OPINI | 02 May 2013 | 11:11 Dibaca: 359   Komentar: 6   3

Para penggemar komik klasik tentu kenal yang namanya Kho Ping Hoo. Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo merupakan penulis cerita silat yang sangat produktif. Ada sekitar 120 judul karya beliau yang sebagian besar berlatar belakang budaya China. Walaupun dia  sebenarnya tidak bisa membaca dan menulis dalam bahasa Mandarin. Namun karya-karyanya banyak digemari tidak saja oleh para keturunan Tionghoa namun masyarakat pribumi juga banyak yang suka. Tokoh seperti Hidayat Nur Wahid saja waktu jaman kecilnya sangat suka dengan cersil karya Kho Ping Hoo. Saya sendiri sangat suka dengan cerita Kho Ping Hoo dan mulai membaca sejak saya duduk di bangku SMP. Diantara karya beliau yang telah selesai saya baca adalah serial Bu Kek Siansu yang terdiri dari 17 judul. Serial Pedang Kayu Harum dengan 12 judul, serial Pendekar Sakti (Bu Pun Su) ada 4 judul.

Semua cerita silat yang di tulis Kho Ping Ho sangat menarik walaupun secara garis besar ceritanya tidak ada perbedaan antara satu judul dengan judul yang lain. Cersil Kho Ping Hoo menggambarkan tentang pertentangan pendekar golongan putih dan para datuk golongan sesat. Seringkali dilatarbelakangi dengan kondisi di Istana Kekaisaran. Dibumbui juga dengan kisah percintaan antara pendekar yang sangat mengaharukan. Ending dari cerita silat Kho Ping Ho selalu digambarkan dengan keberhasilan para pendekar golongan putih dalam perseteruaanya dengan datuk sesat golongan hitam. Kisah cinta, dendam, rindu, perjuangan berpadu apik dalam sebuah harmoni kisah-kisah Kho Ping Hoo.

Dalam dunia politik saya sangat suka dengan kehadiran PKS (dulu PK) yang memberi warna berbeda dalam setiap aksi politik dan sosialnya. Banyak hal yang telah diperbuat oleh partai ini yang membuat saya sangat respek dengan PKS. Aksinya di ranah sosial dan pendidikan banyak dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Soal pendidikan misalnya, kader-kader PKS banyak yang mempelopri berdirinya sekolah-sekolah Islam terpadu yang menjadi alternatif bagi pendidikan bermutu dan berkarakter. Dalam dunia pengembangan usaha kecil dan mikro kader-kader PKS banyak yang mempelopori berdirinya BMT-BMT dan Koperasi Syariah. Walaupun tidak semuanya sukses namun banyak lembaga keuangan mikro yang didirikan oleh kader PKS yang terbilang sukses dalam menggerakkan perekonomian melalui pemberdayaan usaha kecil dan mikro di tengah-tengah masyarakat. Sekarang Sekolah Islam Terpadu dan BMT sudah menjadi sudah diterima oleh semua lapisan masyarakat dan menjadi milik masyarakat.

Tidak cuma itu, masih banyak kerja-kerja dari para kader partai ini di ranah sosial yang bisa dirasakan masyarakat. Aksi sosial membantu korban bencana sudah biasa dilakukan, Baksos, pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin sepanjang tahun dilakukan secara masif diseluruh Indonesia. Saya kira masih banyak yang dilakukan oleh para kader-kader partai ini.

Kiprah kader-kader PKS bak kiprah para pendekar dalam cerita silat Kho Ping Hoo. Tidak pernah lelah untuk berbuat dan selalu melahirkan generasi-generasi baru. Ada optimisme yang timbul di benak saya seandainya saja para pendekar-pendekar dalam dunia poltik kita dari berbagai macam partai di negeri ini bersatu padu penuh harmoni dalam bekerja serta sama-sama menebar cinta untuk melawan datuk-datuk sesat Kebodohan, Kemiskinan, Keterbelangan, Ketidakadilan  menuju Indonesia yang Maju, Adil, Sejahtera, Bermartabat, Merdeka dan Berdaulat. Akankan harapan ini terwujud atau hanya utopia. Rasanya saya masih optimis. Bekerjalah, Harapan itu ada didepan mata.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 13 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 13 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 17 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 20 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepenggal Kisah dari Laut …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Media Baru: Jurnalistik Online …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Hotel Beraroma Jamu Tradisional …

Teberatu | 8 jam lalu

Menanti Pagi Di Kintamani …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: