Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Doni Afrizal

Pekerja Oil and Gas di Singapore

Jangan Demo Anakku, Demolah Diri Sendiri

OPINI | 01 May 2013 | 19:04 Dibaca: 169   Komentar: 6   1

Pidato SBY yang saya simak sore tadi menyebutkan kalo next year 2014 tanggal 1 May adalah hari libur nasional. Syukurlah dibuat libur jadi nambah hari libur nih.hehehe

Berbeda di Indo, di Singapore tgl 1 May adalah hari libur, maka nya bs sempat pulang berkumpul sama keluarga.

Membaca artikel Opa J barusan, membuat saya menyimpulkan kalo demo tidak mengubah secara signifikan taraf hidup buruh.

Saya jadi ingat pesan guru saya si Tolol Selalu yg bilang “Jangan demo anakku, demolah dirimu sendiri”. Itu selalu beliau sampaikan di kelas-kelas malam di padepokan kami. Padepokan tempat kami menimba ilmu buat mengubah taraf hidup di mulai dari diri sendiri.

Omongan guru saya dibuktikan dengan action di padepokan. Jadinya saya tak heran jika lulusan SMU yg nambah ilmu di padepokan bisa dapat gaji US$100 / day.

Bukannya kebanyakan buruh di negeri ini adalah lulusan SMU? So, alih-alih nyuruh kami demo, guru kami TS menyuruh kami mendemo diri sendiri untuk meningkatkan taraf hidup.

Sejalan dengan action guru saya si Tolol Selalu, di ilmu Quality Standart internasional ( ISO 9001 ), menyebutkan untuk menjadi resource yang bagus buat perusahaan, setidaknya karyawan harus:
1) Punya Pendidikan
2) Punya Skill
3) Punya Pengalaman
4) Lupa yg satu lagi apa.hehehe (Update: 4. Training, baru ja buka PC tadi nulis pake HP :-) )

Tidak ada jalan lain, buat buruh yg masih suka demo buat tuntut hidup lebih layak mending sambil jalan 4 point di atas di tingkatkan. Biarlah perlahan namun pasti. Tidak ada kata tak mungkin kalo berani bermimpi.

Kalo punya akses ke DPRD/DPR boleh minta tolong mereka buat dibuatkan regulasi yg pro buruh. Apalagi kalo ke depan pekerja-pekerja dari luar negeri bisa bebas masuk ke negeri ni. Lebih gawat lagi kalo level terbawah bisa dimasuki mereka. Tak perlu sambil demo, cukup kirim perwakilan SPSI ke mereka.

But, kembali buat kami seperguruan takkan demo, kecuali mendemo diri sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mahalnya Parkir di Jepang …

Sunardialbanyumasi | | 30 September 2014 | 00:50

Membaca Karakter SBY Lewat Sidik Jari …

Indra Sastrawat | | 30 September 2014 | 10:10

Kesaktian Pancasila, PKI, dan Polemik …

Zulkarnaen Lubis | | 30 September 2014 | 11:34

Mengapa Kelucuan Pelawak Tak Bertahan Lama? …

Odios Arminto | | 30 September 2014 | 02:28

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 4 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 6 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Meluapkan SBY, Melupakan PS …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Wow… SBY Mendapat Penghargaan Doktor …

Dheandra Kusumah | 7 jam lalu

Beberapa Dinas Bebal, Implementasi Perwali …

Surya Rahmah Labetu... | 7 jam lalu

Sektor Kelautan Kini Punya Payung Hukum …

Jejaka Bahari | 7 jam lalu

I’m Jomblo and Very Happy …

Nur Rahma Nisrina H... | 7 jam lalu

Humor Revolusi Mental #012: Mengapa Buah …

Felix | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: