Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rachmat Dwi Cahyoga

Public Relations, Unpas-Bandung.

Hambalang, Apa Kabar mu?

OPINI | 01 May 2013 | 19:18 Dibaca: 265   Komentar: 0   0

BERANI JUJUR, HEBAT! Masih ingat dibenak kita semua ketika KPK instansi anti korupsi ini mengkampanyekan semboyan tersebut dalam program kampanye nya menyambut hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada tanggal 9 desember lalu. KPK memandang kejujuran amat penting dalam upaya pembrantasan korupsi karna kita ketahui pula korupsi yang terjadi disebabkan karena penyalahgunaan kewenangan publik yang digunakan untuk kepentingan privat berpijak pada tidak adanya kejujuran. dalam bahasa saya sendiri, kejujuran fundamen yang sangat mendasar yang ada di dalam diri jauh di lubuk hati kita paling dalam.

Tapi sayang semboyan tinggal semboyan, bukan untuk menyadari para koruptor malah sebaliknya implementasi di lapangan sangat jauh berbeda yang ada para koruptor malah asik terus mengambil uang ‘haram’ rakyat. yang paling hangat kita tahu kasus hambalang yang membawa petinggi-petinggi demokrat NAZARUDIN, ANGGIE, ANDI M dan yang paling menyita banyak perhatian adalah ketua umum partai partai demokrat ANAS U kemarin baru saja di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK. nama anas berawal dari keterangan terpidana kasus suap wisma atlet, muhammad NAZARUDIN sejak 2011 saat itu ia menuding anas mencicipi aliran dana dari perusahaan kontraktor pemenang tander proyek hambalang di sentul bogor, jawa barat.
Tidak hanya masyarakat jauh pada itu kabar teraebut membuat cikeas yang salah langkah di goyang heboh layaknya gempa yang mengguncang partai demokrat. Apalagi akhir-akhir ini ketua majelis partai (SBY) sedang banyak dirundung masalah belum selesai dengan kasus yang melibatkan keluarga nya, juga anaknya yang telah mengecewakan dengan keluar dan cabut dari kursi DPR, serta menyangkut masalah kedudukanya di RI 1 ini menjadi sebuah harap-harap cemas seperti orang panas dalam. Anas yang lama sudah menjadi anak nakal dalam internal demokrat mendapat musibah politik nya terlihat anas terlebih dulu dipolitisasi baru dihukum belakangan, dia sudah di goyang lewat RAPIMNAS dan event-event partai. Apalagi dalam kasus hambalang penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK yang kabarnya mendapat desakan oleh SBY agar anas dijadikan tersangka dan posisi nya sebagai ketua umum partai lengser. Ini adalah salah satu bentuk bersih-bersih partai yang sedang dilakukan oleh SBY.
Cikeas dalam hal ini sedang dirundung penyakit panas dalam. mengapa saya katakan demikian? Tidak beralasan, karna dengan tertangkapnya anas generang perang telah di kibarkan, tanda nya anas siap benyanyi kembali membuka kasus century senilai Rp. 6.7 triliun yang sudah lama terjadi dan sampai saat ini masih buntu penyelesaianya. masih ingat dimana kasus tersebut juga melibatkan wakil presiden Budiono. Anas sendiri melepas baju kebesaran demokrat dengan memakai diksi berhenti. Bukan mundur, saya artikan kalau anas memakai kata berhenti dia tidak usah mengajukan pengunduran diri, yang proses nya harus lewat kongres luar biasa.
Layaknya sinetron, kita tunggu saja bagaimana kelanjutan jalanya hukum yang berlangsung dan apa yang akan dilakukan kedua kubu yang sudah menyisyaratkan bendera perang tinggi-tinggi. masyarakat sejatinya berharap agar semua kasus korupsi baik hambalang dan century terungkap dan siapa sesungguhnya dalang di belakangnya. Masyarakat juga banyak menaruh harapan besar kepada KPK yang bekerja sebaik mungkin tidak berkelok-kelok.
by: @agoy22

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Mengawasi Anak Inklusif dalam UN …

Rohma Nazilah | | 17 April 2014 | 00:48

Final Copa Del Rey : Madrid 2 – 1 …

Arnold Adoe | | 17 April 2014 | 04:30

Maunya Bugar dengan Vitamin C Dosis Tinggi, …

Posma Siahaan | | 16 April 2014 | 22:34

Kebun di Atas Rumah? …

Wulan Harismayaning... | | 16 April 2014 | 21:01

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 12 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 12 jam lalu

Istilah Inggris yang Rada Kadaluwarsa …

Gustaaf Kusno | 16 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 21 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: