Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Irma Purnamasari

Panggil saja "AMA", Anak pertama perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara. Sebagai mahasiswi dan bekerja di selengkapnya

Artis Caleg, Rentan Kaderisasi Karbitan

OPINI | 01 May 2013 | 05:39 Dibaca: 188   Komentar: 6   0

13676329791186656504

Pemilihan caleg kali ini dipenuhi oleh sederet nama artis, seperti penyanyi, pemain sinetron, bintang film, atau model iklan. Beberapa diantaranya baru terjun ke ranah politik praktis pemilu tahun 2014. Kader suatu organisasi adalah orang yang telah dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga ia memiliki kemampuan yang diatas rata-rata orang umum. Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Syamsudin Harris mengatakan naiknya jumlah artis yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari berbagai parpol merupakan fenomena gagalnya kaderisasi dan kepemimpinan parpol. “Ini menunjukkan bahwa parpol tidak siap berdemokrasi dengan sehat, karena gagal melaksanakan kaderisasi dan pembelajaran kepemimpinan,” tuturnya, kemarin. Ini bukan menjadi rahasia lagi, saat ini hampir seluruh partai politik berebut meminang artis sebagai caleg. Tujuan perekrutan artis tentu saja sebagai penarik minat masyarakat bahkan dapat dikatakan sebagai umpan untuk memilih partai yang bersangkutan. Dengan kejadian tersebut, bergabungnya partai politik yang otomatis hanya akan mengalami kaderisasi instan di parpol mereka dan memberi efek yang tidak menguntungkan bagi kinerja para wakil rakyat. Parpol harusnya lebih selektif mengusung calon kadernya yang telah dibesarkan dan memiliki kualitas lebih baik dari pada para artis yang baru mencalonkan diri karena ini nanti akan berdampak besar bagi kiprah parpolnya.

Pemahaman kaderisasi oleh para caleg harusnya dipahami dan diterapkan karena sangat berpengaruh untuk kemajuan parpolnya. Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis. Kaderisasi pada dasarnya adalah sebuah keniscayaan mutlak membangun struktur kerja yang mandiri dan berkelanjutan. Fungsi dari kaderisasi adalah mempersiapkan calon-calon (embrio) yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan sebuah organisasi. Seorang kader harus dilatih dan dipersiapkan dengan berbagai keterampilan dan disiplin ilmu, sehingga dia memiliki kemampuan untuk terjun kedunia politik dan menjalankannya sesuai tujuan parpolnya.

Dari penjelasan inti tentang kaderisasi sangatlah kontras dengan prediksi pemilu mendatang. Parpol saat ini mencari cara mudah dan instan untuk mendongkrak perolehan suara dengan perekrutan caleg (artis) memiliki popularitas tinggi sehingga diperkirakan lebih berpotensi terpilih. Jalan pintas ini memunculkan kader karbitan yang kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tanpa pendidikan politik, kaderisasi, dan persiapan memadai, parpol merusak nilai-nilai demokrasi yang sudah ada. Parpol harus berupaya mencari bibit-bibit unggul dalam kaderisasi, tidak kaderisasi instan yang memunculkan kaderisasi karbitan, tidak hanya mampu mendapatkan perolehan suara yang banyak tetapi kader harus mampu menawarkan visi dan misi ke depan yang jelas, harus mampu menjalankan tugas dan fungsi DPR.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Merayu Bu Susi …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Bila Jokowi Disandera SP dan JK …

Adjat R. Sudradjat | 12 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Kompasiana Meninggalkan JK? …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Musni Umar: Yakin Indonesia Maju Dipimpin …

Musni Umar | 8 jam lalu

Dirgahayu Guruku …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Indonesia Bukanlah “Sejengkal …

Ajinatha | 8 jam lalu

Pengalaman saat Terkena Syaraf Kejepit …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: