Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Tina Diyah

Menginginkan sesuatu hal yang beda, berubah dan berwarna

Surutnya Elektabilitas Partai Islam dalam Pemilu 2014

REP | 30 April 2013 | 14:57 Dibaca: 254   Komentar: 0   0

Kecenderungan turunnya suara Partai Islam dalam pemilu 2014 sudah mulai tercium sepanjang menjelang pelaksanaan pemilu. Setidaknya, menurut hasil Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Februari silam menyingkapkan perolehan suara pemilu PKB 5,6%, PPP 4,1%, PKS 2,7% dan PAN 1,9%.
Survei itu dilakukan untuk 1.220 responden yang tersebar Indonesia dengan pertanyaan ‘bila pemilu nasional diadakan l 3 Februari 2013’.Survei lainnya datang dari Lembaga Klimatologi Politik (LKP) juga mengadakan survei April ini dengan hasil: PKS 5,1%, PAN 4,6%, PKB 4,4%, PPP 3,9% dan PBB 0,9%.
Dapat dikatakan hasil survey belum bisa mewakili kondisi sebenarnya tetapi setidaknya dapat menangkap gelagat dan menggambarkan kecenderungan kemungkinan yang terjadi dalam perolehan suara.
Sebab musabab merosotnya minat rakyat terhadap Partai Islam mengutip pernyataan dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menilai penyebabnya karena untuk Partai Islam tidak punya isu dan agenda yang strategis dan memihak kepentingan ummat (rakyat). Parpol Islam dan bukan Islam juga ternyata sama saja aspirasi dan jenis kelamin politiknya, tanpa diferensiasi visi-misi dan program yang pasti. Selain itu, partai Islam juga tidak bersih dan tidak peduli terhadap kebijakan pemberantasan korupsi.
Cerminan elektabilitas parpol Islam yang semakin menurun juga dikarenakan parpol Islam kehilangan sosok figure seseorang tokoh yang berani memperjuangkan ideologi Islam secara lebih pribumi seperti Gus Dur.
Melalui hasil survey tersebut, ada waktu bagi parpol Islam untuk memperbaiki kualitas diri dengan lebih mendekatkan dengan konstituennya. Perbaikan yang dimaksud adalah kinerja, serta pelaksanaan program partai yang harus merakyat dan membumikan Islam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mahalnya Parkir di Jepang …

Sunardialbanyumasi | | 30 September 2014 | 00:50

Membaca Karakter SBY Lewat Sidik Jari …

Indra Sastrawat | | 30 September 2014 | 10:10

Kesaktian Pancasila, PKI, dan Polemik …

Zulkarnaen Lubis | | 30 September 2014 | 11:34

Mengapa Kelucuan Pelawak Tak Bertahan Lama? …

Odios Arminto | | 30 September 2014 | 02:28

Kamukah Pemenang Sun Life Syariah Blog …

Kompasiana | | 29 September 2014 | 09:44


TRENDING ARTICLES

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 4 jam lalu

Hobi Berbahaya Anak Muda di Saudi …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Inilah Cara SBY Membatalkan UU Pilkada …

Rullysyah | 6 jam lalu

Pembantu yang Berani Mimpi Jadi Big Bos …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Meluapkan SBY, Melupakan PS …

Thamrin Sonata | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Wow… SBY Mendapat Penghargaan Doktor …

Dheandra Kusumah | 7 jam lalu

Beberapa Dinas Bebal, Implementasi Perwali …

Surya Rahmah Labetu... | 7 jam lalu

Sektor Kelautan Kini Punya Payung Hukum …

Jejaka Bahari | 7 jam lalu

I’m Jomblo and Very Happy …

Nur Rahma Nisrina H... | 7 jam lalu

Humor Revolusi Mental #012: Mengapa Buah …

Felix | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: