Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mas W

Aku seorang manusia yang lucu dan pengen berubah. Hehehe

Sssstt…Ternyata Ada yang Cemburu Dengan Jokowi (Bagian 2)

OPINI | 30 April 2013 | 23:09 Dibaca: 2037   Komentar: 10   0

Sambungan dari artikel sebelumnya.

Pejabat, politikus dan pihak-pihak yang cemburu dan iri dengan titel media darling dan public darling yang di sanding Jokowi selanjutnya adalah:

4. Amin Rais.
Amin rais sekarang ini bukan pejabat negara lagi. Karir politiknya juga sudah meredup.
Di Partai Amanat Nasional(PAN) dia menduduki Ketua Majelis Pertimbangan Partai(MPP).
Tokoh yang dikenal sebagai bapak reformasi .
Sebagai tokoh reformasi tentu jasa-jasanya bagi negeri ini tentu lumayan banyak.
Amin rais berasal dari Solo sama dengan asal Jokowi, jadi Amin rais adalah seniornya Jokowi.
Meskipun sama-sama dari Solo ketika pilgub DKI tahun lalu, Amin rais memilih berdiri dipihak rival Jokowi yaitu Fauzi bowo dimana PAN menjadi salah satu partai pengusungnya.
Dia ikut menyerang Jokowi dengan statemen negatifnya.
Tak ayal hal itu membuat rakyat yang pro perubahan marah dan menghujat Amin rais.
Rakyat menghujat habis-habisan seakan-akan Amin rais bukan tokoh reformis lagi. Jadi sekarang rakyat merasa Amin rais tak punya tuah lagi bagi negeri ini.
Sebaliknya Jokowi digadang-gadang rakyat sebagai tokoh yang akan membawa kejayaan Indonesia.
Mendapat perlakuan timpang inilah tentu menyebabkan rasa cemburu dan iri bagi Amin Rais.

5. Hatta Rajasa selaku Menteri Perekonomian dan Ketum PAN.
Besan SBY ini jarang menyerang Jokowi.
Namun Hatta juga berambisi merasakan naik sedan RI 1 dan tinggal di Istana Negara.
0leh karena itu Hatta amat memerlukan publikasi positif dari media massa secara terus menerus.
Kenyataan sebaliknya , malahan Jokowi yang mendapat porsi besar berita positif di media massa.
Kalaupun ada berita tentang Hatta rajasa terkadang berita negatif tentang kasus kecelakaan putranya yaitu Rasyid rajasa.
Kinerja Hatta rajasa malahan jarang di ulas media tetapi kinerja Jokowi tak luput dari pemberitaan.

6. Petinggi-Petinggi Partai Keadilan Sejahtera(PKS) dan Kader-Kadernya.
Siapa yang dapat menyangkal bahwa telah terjadi adanya persaingan fans Jokowi dan kader-kader PKS.
Hal ini dikarenakan PKS memilih mendukung lawan Jokowi di pilgub DKI yang lalu.
Seandainya PKS mau mendukung Jokowi tentu tidak ada rasa persaingan ini.
Padahal fans Jokowi bukan saja kader PDIP tetapi juga rakyat nonpartisan.
Banyak yang tak suka PDIP namun ngefans berat dengan Jokowi.
Kader-kader PKS yang terkenal militansinya itu tentu juga menginginkan petinggi partainya ada yang menjadi media darling dan ada yang digadang-gadang rakyat menjadi kandidat tokoh pembawa kejayaan bangsa.
Namun karena hal itu malahan dimiliki Jokowi tentulah mereka merasa cemburu dan iri pada Jokowi.

7. Aburizal Bakri selaku Ketum Partai Golkar.
ARB telah mendeklarasikan diri ikut bursa capres 2014.
Tentu saja ARB menginginkan publikasi positif seperti seperti Jokowi.
ARB juga menginginkan sambutan hangat rakyat Indonesia baik di dunia maya dan dunia nyata.
Namun yang didapat ARB berkebalikan dari yang apa diinginkannya.
Rakyat menghujat di dumay karena kasus lumpur Lapindo.
Iklan pencitraannya juga kurang mengatrol elektabilatasnya.
Beda dengan Jokowi yang tanpa pencitraan tapi elektabilitasnya tetap tinggi padahal Jokowi belum menyatakan siap maju capres 2014.
Di survei-survei capres, posisi Jokowi selalu di atas ARB.
Mendapat perlakuan yang berbeda dari rakyat tentulah membuat ARB cemburu pada Jokowi .

8. Pada dasarnya semua politikus yang menginginkan peningkatan karir politiknya tentunya juga menginginkan mendapat apa yang didapat Jokowi dari media massa dan rakyat.
Sutiyoso, Yuzril Ihza Mahendra, Roma Irama , Ibas, Anas Urbaningrum, Muhaimin Iskandar, Yenny Wahid, Anis matta, Gita wiryawan, Jusuf Kalla, Puan Maharani dan politikus lainnya pasti juga menginginkannya.
Karena tak mendapat apa yang diinginkan itulah mereka merasa cemburu dan iri kepada Jokowi .

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengupas Sisi Kemanusiaan Pasar Santa …

Olive Bendon | | 21 October 2014 | 05:56

Di Balik Pidato Jokowi: Stop Menuding Pihak …

Eddy Mesakh | | 21 October 2014 | 16:05

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Foto Gue Dicuri Lagi Bro, Gembok Foto Itu …

Kevinalegion | | 21 October 2014 | 07:41

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Makna Potongan Tumpeng Presiden Jokowi bagi …

Kanis Wk | 6 jam lalu

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 10 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Galuh Bukan Surabaya?? …

Lintang Chandra | 7 jam lalu

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden Joko …

Ading Sutisna | 7 jam lalu

Ketika Sungai Menjadi Tempat Pembuangan …

Hendra Mulyadi | 7 jam lalu

Berkurangnya Fungsi Pendidikan dalam Media …

Faizal Satrio | 7 jam lalu

Jangan Tantang Rambu Dilarang! …

Johanes Krisnomo | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: