Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mas W

Aku seorang manusia yang lucu dan pengen berubah. Hehehe

Sssstt… Ternyata Ada yang Cemburu Dengan Jokowi (bagian 1)

OPINI | 30 April 2013 | 23:05 Dibaca: 1960   Komentar: 8   0

Menjadi media darling dan public darling tentu menjadi idaman semua pejabat dan politikus. Jika kedua gelar itu dapat diraih maka karirnya akan menanjak dengan mulus.
Dan Jika kedua gelar tersebut telah disandang seseorang maka tak ayal lagi pejabat dan politikus yang lain akan dihinggapi rasa cemburu dan iri.
Dan saat ini yang memegang kedua gelar tersebut adalah Jokowi.

Semenjak menjabat sebagai DKI 1, Jokowi selalu mendapat perlakuan istimewa dari media massa dan rakyat.
Apa saja perbuatan, ucapan ataupun busana Jokowi selalu diberitakan media massa.
Media massa melakukan itu karena apa saja liputan tentang Jokowi selalu mendapat rating reader yang tinggi.
Bahkan berita tentang Jokowi masuk wilayah infotainment yang notabene berisi berita selebritis.

Jokowi mendapatkan perlakuan spesial dari puluhan media cetak, tv dan online tersebut adalah gratis.
Sungguh tak bisa dipercaya jika ada yang bilang bahwa pemkot DKI menganggarkan dana khusus agar media massa mau terus-terusan meliput Gubernurnya.
Habis berapa T jika memang ada anggarannya.

Demikian juga dengan masyarakat. Dimanapun Jokowi berada selalu menjadi magnet perhatian masyarakat.
Mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu dan bapak-bapak rela berjubel hanya untuk melihat Jokowi.
Mereka cuma ingin sekedar bersalaman, berjabat tangan kemudian foto-foto.
Hal itu tidak cuma terjadi di Jakarta. Tapi juga terjadi saat Jokowi berkunjung ke Bandung, Semarang, Medan dan Surabaya.
Ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja ke kantor Gubernur Ahmad Heriawan di Bandung , puluhan pegawai pemprov Jabar berebut untuk sekedar bersalaman dan foto dengan Jokowi.

Perlakuan service gratis dari media massa dengan intensitas tinggi dan selalu mendapat sambutan hangat dari rakyat itu jelas menimbulkan kecemburuan sosial dikalangan pejabat tinggi sekaligus politikus.
Mereka ingin mendapat perlakuan yang sama untuk menaikkan popularitas.
Memang sesekali media meliput kegiatan atau ucapan pejabat-pejabat tersebut, namun sering yang didapat bukan sambutan hangat dari pemirsa atau pembaca melainkan mendapat caci-maki dan sumpah serapah.
Ada peristiwa lucu saat ada pejabat atau politikus yang coba-coba merakyat dengan berkunjung ke daerah, ke pasar tradisional atau ke posko korban banjir.
Rakyat ternyata tidak mengenal pejabat yang berkunjung tersebut. Dan bahkan mereka mengira yang berkunjung adalah Sang Gubernur Fenomenal Jokowi.

Berikut pejabat, politikus atau tokoh nasional yang sangat dimungkinkan mempunyai rasa cemburu pada Jokowi :

1. Susilo Bambang Yudhoyono selaku RI 1.
Dalam beberapa kesempatan, saat SBY dan Jokowi tampil bersama di acara ada peristiwa aneh.
Meskipun SBY itu RI 1 dan Jokowi cuma DKI 1 ternyata Jokowi mendapat sambutan lebih meriah daripada SBY. Seharusnya sosok RI 1 yang mendapatkannya.
Misalkan pada even Trade Expo di Kemayoran Jakarta tgl 17-10-12.
Ketika pembawa acara mengumumkan nama pejabat-pejabat yang hadir, mulai dari SBY dan ibu Ani, kemudian menyebut beberapa nama menteri juga nama Kapolri tampaknya sambutan peserta dan pengunjung Jakarta Expo biasa-biasa saja.
Akan tetapi ketika nama Gubernur Jokowi disebut terdengarlah aplaus panjang dan suara gemuruh menyambutnya.
Tidak terbayangkan perasaan SBY saat mendapati kejadian itu.
Tentu remuk redam perasaan hati SBY dihantam rasa iri dan cemburu pada Jokowi yang cuma seorang bawahannya itu.

2. Megawati Sukarnoputri selaku Ketum PDIP.
Megawati sekarang ini harus menerima kenyataan pahit.
Popularitasnya dikangkangi anak buahnya yang bernama Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi.
Dalam banyak kesempatan dilingkungan partainya kehadiran Jokowi lebih disambut antusias.
Di survei-survei capres, nama Jokowi nangkring diatas nama Mega.
Di dunia maya nama Jokowi juga lebih dielu-elukan daripada Mega. Demikian juga dimasyarakat, Jokowi lebih digadang-gadang jadi RI 1 di pilpres 2014 padahal Mega masih berambisi mendudukinya.
Ini tentu membuat cemburu di hati Mega.

3. Prabowo Subianto selaku Partai Gerindra.
Gerindra adalah salah satu partai pengusung Jokowi di pilgub DKI yang dipasangkan dengan Basuki Cahaya Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok.
Prabowo sudah jauh-jauh hari menyatakan minatnya menduduki RI 1 tahun depan.
Di facebook Prabowo memang sudah juara, dia mendapat pendukung 2 juta lebih sementara yang lain baru puluhan atau ratusan ribu pendukung.
Namun di media massa dan dihadapan publik, namanya kalah tenar dengan nama Jokowi.
Di banyak survei capres , Jokowi juga lebih unggul.
Mendapat kenyataan bahwa orang yang diusung di pilgub DKI lebih dielu-elukan dari namanya, tentu ada rasa cemburu atau bahkan rasa penyesalan jika saja Jokowi jadi ikut bursa capres 2014.
Apalagi jika keduanya harus head to head bertarung setelah menyingkirkan pasangan capres-cawapres lainnya.
Jika saja waktu bisa diputar lagi ke pertengahan tahun 2012 tentu Prabowo akan berpikir ulang untuk mengusung Jokowi di pilgub DKI.

Bersambung..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Di Kupang, Ibu Negara yang Tetap Modis namun …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

Lain Fahri Hamzah, Lain Pula Fadli Zon …

Ajinatha | 13 jam lalu

Lebih Baik Pernyataan Dwi Estiningsih …

Hendi Setiawan | 14 jam lalu

Beda Fahri Hamzah, Fadli Zon, Setya Novanto …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: