Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Kadragede72

suka dengan perubahan

Indonesia Sebagai Negara Kepulauan (Archipelagic State)

OPINI | 30 April 2013 | 14:02 Dibaca: 1402   Komentar: 0   0

nusantara, mempunyai luas wilayah ± 7.8 juta Km2, dimana luas laut 5,8 juta Km2 dengan jumlah pulau 17.504 dimana 92 pulau merupakan pulau-pulau terdepan Indonesia. Laut Indonesia mempunyai perbatasan dengan 10 negara yaitu: India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Philipina, Palau, Papua New Guinea (PNG) , Australia dan Timor Leste (RDTL). Bentuk, letak, luas wilayah dan kondisi alam serta sumber kekayaan alam yang ada menuntut pemerintah dan bangsa Indonesia memiliki pertahanan negara yang kuat khususnya pertahanan di laut, sehingga mampu menjaga keutuhan NKRI.

Dengan berlakunya UNCLOS’82 yang telah diratifikasi dengan UU Nomor 17 Tahun 1985, maka luas laut Indonesia menjadi lebih luas, hampir 60 kali luas sebelumnya. Oleh karena itu dalam rangka menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman, maka Kemhan mempunyai Visi yaitu Terwujudnya Pertahanan Negara yang Tangguh dengan Misi “Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Keselamatan Bangsa”.

Sejalan dengan Visi dan Misi tersebut, TNI AL sebagai bagian integral dari TNI mempunyai peran sebagai komponen utama pertahanan negara matra laut yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik pemerintah guna menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman serta gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara melalui pelaksanaan operasi militer untuk perang (OMP) dan selain perang (OMSP).

Dalam penyusunan strategi pertahanan negara di laut, faktor geografi merupakan faktor fundamental sebagaimana telah dituangkan dalam Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dalam pasal 3 ayat (2), bahwa “…pertahanan negara disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan”. Dasar filosofi dan yuridis inilah yang seharusnya menjadi titik awal pemikiran untuk merumuskan strategi pertahanan dan keamanan di laut. Di samping itu, diharapkan otoritas politik dan ekonomi negara serta komponen bangsa lainnya dapat memiliki pemahaman yang bulat dan utuh tentang penyelenggaraan strategi pertahanan keamanan laut Indonesia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Jadi Presiden dengan 70,99 Juta Suara …

Politik14 | | 22 July 2014 | 18:33

Prabowo Mundur dan Tolak Hasil Pilpres Tidak …

Yusril Ihza Mahendr... | | 22 July 2014 | 17:27

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Mudik? Optimalkan Smartphone Anda! …

Sahroha Lumbanraja | | 23 July 2014 | 02:49


TRENDING ARTICLES

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 14 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 14 jam lalu

Prabowo Subianto Tolak Pilpres 2014, Berarti …

Danny Ph Siagian | 16 jam lalu

Jokowi Beri 8 Milliar untuk Facebook! …

Tukang Marketing | 22 July 2014 09:57

Selamat Datang Bapak Presiden Republik …

Ahmadi | 22 July 2014 09:20

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: