Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Meila Nurhidayati

jadilah seorang pemenang dalam kehidupan demi tujuan yang sudah terencana

Kejamnya Satpol PP

OPINI | 29 April 2013 | 21:10    Dibaca: 296   Komentar: 0   0

Aksi kekejaman yang di lakukan anggota Satuan Pramong Praja (satpol PP) selalu menimbulkan kerusuhan serta kekerasan di jalanan karena aksinya yang selalu menimbulkan brutal dalam hal menertibkan ketertiban umum, adanya aksi pemaksaan dalam melaksankan tugasnya dalam merazia penertiban pedagang kaki lima serta pengusuran bangunan liar, bahkan satpol pp membuat rusuh kerusakan pada pedangang kaki lima dan penggusuran bangunan liar sehingga membuaat warga bersikap brutal dan tidak terima atas perlakuan satpol pp tapi dalam kenyataanya banyak sekali warga yang cedera fisik akibat perlakuan satpol pp bahwasannya satpol pp melayani aksi brutal warga, sehingga perkelahian terjadi antara satpol pp dan warga. Dalam melakukan tugasnya satpol pp melihat dan menegakkan Perda 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum,  karena satpol pp merupakan cerminan dan watak dari sebuah pemerintahan daerah sehingga di harapkan lebih mengedepankan kesantunana juga mampu bertindak tegas, jika dalam tugasnya satpol pp melakukan kerusuhan dan kekerasan maka akan ada penilain negatif dari rakyat kepada pemerintah daerahnya. Bagaimana wujud negara jika rakyat selalu mendapatkan aksi kekerasan yang di lakukan oleh perilaku rakyat ?

Sebenarnya masih banyak ide untuk mengatasi ketertiban umum, dengan cara tidak melakukan kekerasan dan kerusuhan terhadap rakyat. Satpol pp perlu mengadakan himbauan bahwasannya dalam menegakkan ketertiban umum, serta memberikan jangka waktu kepada para pedagang kaki lima serta bangunan liar untuk berpindah ke tempat lain dari tempat yang mereka huni agar ketertiban umum dapat terlaksana, sehingga tidak ada kejadian kekerasan serta kerusahan yang terjadi antara satpol pp dan warga. Dalam hal materi warga sudah sangat kehilangan, tapi tidak ada sistem ganti rugi dari pemerintah daerah kepada rakyat. Bahwasannya mereka mencari nafkah untuk biaya hidup sehari- hari dari hasil mereka berdagang di sepanjang jalanan dan mereka bertempat tinggal di bangunan yang liar. Dimana hati nurani pemerintah di saat mereka melihat warga mendapakan perlakuan kekerasan yang di lakukan  oleh satpol pp ?

Sebaiknya pemerintah menyediakan lapangan kerja untuk rakyat agar mereka mendapatkan hasil dari kerja kerasnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam melangsungkan kehidupnya, serta memberikan hunian yang layak misalkan di buat rumah susun untuk warga yang tidak mempunyai tempat tinggal, sehingga adanya wujud keprihatinan pemerintah kepada rakyat dalam rangka mensejahterakan rakyat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tembok Paling Serem Sedunia …

Gaganawati | | 27 May 2015 | 19:42

Menuju ke ‘Perut Bumi’ : …

Christie Damayanti | | 27 May 2015 | 16:50

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Breaking News: FBI Membongkar Mafia FIFA, …

Sang Pujangga | | 27 May 2015 | 16:41

Tempo Dulu di Bandung (5), Kenangan Jalan …

Masrierie | | 27 May 2015 | 17:25


TRENDING ARTICLES

Ira Koesno, Barbie dan Beras Plastik …

Andi Kurniawan | 10 jam lalu

Fahri Hamzah ‘Menenggelamkan KPK’ …

Jubir Darsun | 12 jam lalu

Sepp Blatter Biang Korupsi FIFA …

Zen Muttaqin | 13 jam lalu

Istana Presiden Ternyata Bangunan Ilegal …

Elde | 14 jam lalu

Apa Maunya KDI 2015? …

Hanisha Nugraha | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: