Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Widodo Saifullah

hoby traveling, bekerja sebagai marketing online dari www.softwaresmsmarketing.blogsppot.com dan juga mengelola berbagai blog dan website selengkapnya

Antara Jokowi dan Ganjar Pranowo

OPINI | 29 April 2013 | 22:36 Dibaca: 3408   Komentar: 8   0

Antara Jokowi dan ganjar

Jokowi sosok fenomenal kenapa, karena jokowi tampil beda, nyeleneh, dan berani lawan arus.
Sosok Jokowi yang paling fenomenal

  1. Tanpa pernah ambil gaji selama menjabat Wali kota solo
  2. Memindahkan PKL banjar sari dengan damai, yang dipinda malah syukuran.
  3. Berani mempromosikan Mobil esemka
  4. Berani melawan Gubernur bibit waluyo masaalah pembangunan Mall
  5. Mengeluarkan KJS dan KJP walaupun Belum diketok anggaran APBD
  6. Membagikan bantuan kepada orang miskin disetiap kunjungan/blusukannya dan dibagi sendiri
  7. Upload Video Rapat dan kegiatan ke youtube
  8. Transparansi gaji, biaya operasional
  9. Gemar Blusukan dan cepat mengambil keputusan yang mendesak
  10. Anti seremonial, anti protokoler, dan tanpa pengawalan yang ketat.

Sosok ganjar pranowo

  1. Suka mendengarkan aspirasi, dan membantu cari solusi
  2. Gemar blusukan
  3. Berani melawan arus
  4. Anti korupsi
  5. Tidak merasa pool sendiri
  6. Tidak meminta di uwongke, tapi malah nguwongke
  7. Kembalikan uang legislasi 3,3 M dan uang saku dari BI
  8. Memperjuangkan guru bantu untu diangkat Pns

Jokowi fenomenal tetap ganjar Biasa saja, jokowi bisa menag dalam pemilu DKI karena beberapa faktor
1.Tampil beda
2.Programnya jelas KJS dan KJS, rumah deret (hal yang baru ditelinga warga DKI)
3.Jumlah Orang solo tidak sedikit diĀ  DKI
4.Team yang solid (semua team dan relawan mengenal betul sosok Jokowi dan basuki)

Ganjar pranowo dalam menuju Jateng 1
1.Tampil beda, (tidak ikut kotak-kotak) tampil sederhana dan sering barkaos
2.Program kartu subsidi Pupuk dan solar
3.Orang Solo Raya Anti Bibit Waluyo karena pernah berseteru dengan Jokowi
4.Orang Jateng daerah desa lebih memilih karena unsur Partai
5.Team dan relawan Tidak begitu solid dan tidak mengenal jauh profil ganjar dan heru
(Coba cek di website ganjar-heru.net tidak banyak informasi positif selain berita tentang sosok ganjar yang muda, cerdas, anti korupsi, dan suka mendengarkan atau coba buka masganjar.com atau twitter dan facebook ganjar pranowo juga minim informasi (belum dikelola maximal oleh team dan relawan)

Prediksi saya melihat kebiasaan orang jateng dalam memilih

  • angka Golput di kota lebih besar dari pada di desa, jumlah desa di Jateng sangat besar
  • Sosialisasi oleh ganjar dan heru ke seleuruh kabupaten Jateng 35 kab/kota
  • Konsolidasi partai

Hasil suara ganjar-heru bisa menang tapi tipis terpaut angka 4-10% dari Bibit
Jika kalah juga kalah Tipis antara 2-6%

Apa yang diperlukan oleh Team ganjar untuk menang dalam PILGUB JATENG

  1. Team dan relawan harus kenal Track record dari ganjar-heru. terutama prestasi-prestasinya
  2. Team dan relawan Harus membuang Background Soekarno, megawati disetiap spanduk dan baliho.
  3. Team dan relawan ganjar-heru harus banyak memasang 9 program/visi-misi dalam tulisan besar( tulisan harus lebih besar dari pada photo ganjar-heru)
  4. Team dan relawan ganjar-heru harus aktif di sosial media, diskusi dengan masyarakat dan kirim sms, untuk mengenalkan sosok ganjar-heru dan programnya.

Ganjar pranowo cerdas, muda dan suka mendengar, serta anti korupsi tidak bisa jadi Gubernur jateng tanpa didukung oleh Team sukses dan relawan beserta team alap-alap.

Salam perubahan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 9 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 11 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 13 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 13 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepotong Asia di Jakarta Street Food …

Syaifuddin Sayuti | 8 jam lalu

Negeri Para Pezina …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indonesia Gagal Raih Keajaiban di Vietnam …

Abd. Ghofar Al Amin | 8 jam lalu

Swasembada Medis …

Harfina Finanda Anw... | 8 jam lalu

Sepakbola bukan Matematika …

Guntur Cahyono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: