Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Abu Koli

Pecinta travelling dan fotography.

Ulangi Kasus HKTI, Oesman Sapta Kudeta Kadin

REP | 28 April 2013 | 14:09 Dibaca: 1264   Komentar: 1   1

http://1.bp.blogspot.com/-JmxDJwNCwt4/T2WBWtCPr0I/AAAAAAAAAsc/EvuU6Tnj118/s320/Oesman%2BSapta%2BOdang.png

http://1.bp.blogspot.com/-JmxDJwNCwt4/T2WBWtCPr0I/AAAAAAAAAsc/EvuU6Tnj118/s320/Oesman%2BSapta%2BOdang.png

Entah apa yang ada di benak Oesma Sapta Odang atau yang akrab dipanggil OSO, setelah mengobrak-abrik HKTI (Himpunan Keturunan Tani Indonesia) sehingga organisasi tersebut menjadi terpecah dan mengalami dualime yang berkepanjangan, kali ini OSO kembali mengobrak-abrik organisasi Kamar Dagang Indonesia.
Berhasilkah OSO mengkudeta Kadin? Ternyata tidak, hanya didukung enam oknum Kadin daerah dan mengatasnamakan Forum Kadin daerah, Oesman Sapta membohongi public dengan menyatakan bahwa Munaslub yang dilakukan di Pontianak pada tanggal 26-27 merupakan Munaslub yang sah. Padahal jelas jika Munaslub itu illegal, bahkan Kadin sepanjang sejarah tidak pernah mengadakan Munaslub. Agendanya memang terdengar mulia, untuk meminta pertanggung jawaban Ketua umum Kadin, Suryo Bambang Soelistiyo. Namun dengan berlindung untuk melindungi hak-hak pengusaha daerah, OSO melancarkan serangan untuk mengkudeta jabatan Ketua umum Kadin. Cara ini sama dengan yang dilakukan dirinya dalam HKTI, mengatasnamakan kepentingan petani seluruh Indonesia padahal hanya ingin mendapatkan jabatan yang strategist.

http://xa.yimg.com/kq/groups/20826382/homepage/name/homepage.jpg?type=sn

http://xa.yimg.com/kq/groups/20826382/homepage/name/homepage.jpg?type=sn

Lalu kenapa Kadin? Apakah OSO tidak mempunyai jabatan di organisasi Kadin? OSO mempunyai jabatan di Kadin yaitu, Ketua Dewan Pembina Kadin, namun jabatan ini seperti Komisaris di perusahaan, kurang strategis, maka dari itu dia mengincar jabatan ketua Umum yang memang sudah dikeahui sangat strategis dalam tahun politik ini. Selain itu, jabatan ini diincar untuk mengsinergikan dengan jabatan anaknya sebagai Ketua HIPMI, seperti yang sudah diketahui anaknya Raja Sapta Oktohari merupakan Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).
Lain HKTI Lain Kadin

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/rakor-kadin-_130426231306-667.JPG

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/rakor-kadin-_130426231306-667.JPG

Sukses mengobrak-abrik HKTI rupanya membuat OSO jumawa, kali ini Kudetanya di Kadin menemui kegagalan, hanya didukung oleh enam oknum Kadin Daerah dan lantas mengatakan mayoritas didukung oleh Kadin Daerah dan asosiasi dia berani mengadakan Munaslub yang tidak jelas agendanya, Munaslub diadakan di Pontianak yang seperti sudah diketahui merupakan “kandang” dari OSO. Bermain api di kandang sendiri rupanya semakin menguatkan kepercayaan diri OSO, dengan tegas dalam penutupan rapat pleno dia menyatakan menerima jabatan Ketua umum seperti yang diamanatkan oleh mayoritas peserta Munaslub. Forum menyatakan menolak pertanggung jawaban Ketua umum Kadin, SBS dan menyatakan melengserkan SBS dari jabatan sebagai Ketua Kadin Indonesia.
Apakah jabatan karetaker Ketua Umum yang diemban oleh Oesman Sapta sah? Tentu tidak, mana ada forum yang palsu bias menghasilkan keputusan yang asli pula, yang ada seluruh keputusan dan hasilnya merupakan produk yang palsu juga. Dan lucunya dengan percaya diri Oesman sapta yang sedang mabuk kekuasaan ini mencantumkan nama Sofyan Wanadi dan Arifin panigoro kedalam kepengurusan Kadin versi OSO, lantang saja kedua dedengkot Kadin tersebut menolak mentah-mentah klaim sepihak dari Munaslub Pontianak, Sofyan mengatakn tidak setuju dengan Munaslub dan mengatakan sudah sangat ribet dengan urusan di Apindo, jadi dirinya tidak peduli dengan upaya kudeta Oesman Sapta, Arifin Panigoro pun senada dengan Wanadi, dirinya mengatakan bahwa tidak setuju jika Munaslub diadakan dalam Kadin, dirinya menilai jika Munaslub merupakan bukti nyata politisasi yang dilakukan dalam oraganisi Kadin.

Sumber:

Tags: oso kadin

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: