Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Jefri Hidayat

domisili di Sumbar, lajang, 30 tahun. Twitter @jefrineger

(Analisa Sumut I) Ruhut No Urut I dan Ramadhan Pohan Gagal ke Senayan.

OPINI | 28 April 2013 | 01:10 Dibaca: 1899   Komentar: 0   0

Sudah lama rasanya tidak menulis di Kompasiana. Sekarang, ingin memulai dan aktif kembali. Sebab, jika tidak menulis membuat jaringan otak mengendap (pendapat pribadi). Debut pertama ini saya ingin mengulas tentang Partai Demokrat yang telah di nakhodai oleh bapak Presiden kita Susilo Bambang Yudoyono.

Adapun yang menarik bagi saya adalah tentang pencalegan partai Demokrat yang berwujud Daftar Caleg Sementara (DCS) dan telah diserahkan dan dipublikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Website resminya.

Dari semua daerah pemilihan, ada satu Dapil yang menjadi perhatian saya, yakni Sumatera Utara I (Sumut I). kenapa demikian?sebab, partai democrat menempatkan empat tokoh partai sekaligus dalam satu Dapil. Nama keempat tokoh tersebut tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Khsusnya penyuka dunia politik dan social.

Nama keempat tokoh itu adalah Ruhut Sitompul, bekas Ketua DPP Demokrat bidang Kominfo yang dicopot partai ketika democrat dipimpin oleh Anas Urbaningrum. Lalu, ada pendiri partai democrat Sutan Batoghana yang saat juga menjabat Ketua DPP Demokrat dan ketua komisi DPR.

Persaingan di Sumut I dalam partai democrat semakin sengit, lantaran Wakil Sekretaris Jendral ramadhan Pohan juga menghuni dapil yang sama dengan Ruhut dan Sutan Batoghana. Apalagi, di Dapil tersebut juga ada anggota DPR komisi II Abdul Wahab Dalimunthe. Sehingga, besar kemungkinan dari keempat nama tersebut akan menjadi rakyat biasa.

Diantara Sutan, Ramadhan pohan dan Abdul Wahab, si Poltak lah yang beruntung. Sebab, orang yang dikenal sebagai pemuja SBY ini mendapatkan nomor urut I, walaupun bekas pengacara ini telah di Non jobkan oleh Anas sebagai pengurus harian DPP partai.

Sedangkan Wasekjend bertengger di nomor urut 4 dibawah Sutan Batughana dan Rosmawaty Lubis. Disusul dengan Abdul Wahab Dalimunthe di nomor urut 5.

Ada beberapa hal yang menyebabkan Ruhut begitu istimewa di mata bapak Presiden. Diantaranya : selain dikenal pemuja dan loyal terhadap SBY, Ruhut lah yang ikut berperan dalam menggugat Anas urbaningrum untuk mundur dari kursi Ketum setelah Nazarudin berkicau tentang kasus Hambalang. Disetiap kesempatan Ruhut terus menggoyang kursi Anas yang katanya omongan Ruhut tersebut merupakan pesanan dari seseorang.

Jika tidak, rasanya tak mungkin Ruhut dapat nomor yang diidam-idamkan oleh setiap Caleg. Apalagi, Ruhut telah mengalahkan nama-nama seperti Ramadhan Pohan yang Wasekjend dan Wakil Ketua Komisi.

Yang tak kalah membuat saya heran adalah Ruhut berhasil menelikung tokoh yang lebih senior dari politikus controversial tersebut yakni Sutan Batughana yang notabene pendiri partai democrat. Selain pendiri partai Sutan juga menjabat sebagai sekretaris Forum Komunikasi pendiri partai democrat.

Tak hanya itu, sejumlah jabatan teras partai juga dimiliki Sutan Batughana. Mulai dari Ketua DPP partai Demokrat sampai menjabat sebagai Ketua Komisi di DPR. Namun hal tersebut tidak menjamin Sutan untuk mendapat nomor I. sedangkan Poltak saat ini hanyalah kader biasa.

Dari sisi peluang, berkemungkinan antara keempat Caleg tersebut akan tersingkir dari perebutan ticket ke Senayan. Alasanya, selain elektabilitas Demokrat yang jeblok versi lembaga Survey. Sehingga maksimalnya Demokrat hanya dapat 2 kursi walaupun  Priode lalu democrat menyumbang 4 kursi dari dapil bersangkutan.

Dari tiga tokoh actor democrat tersebut berkemungkinan pintu senayan akan tertutup untuk Wasekjend Ramadhan Pohan. Sebab, Ramadhan Pohan belum begitu mengakar ditengah masyarakat Sumatera Utara. Apalagi, pada pemilu 2009 Ramadhan merupakan utusan dari Dapil Jawa Timur VII. Dari sederet nama besar itu masih harus ditambah dengan Jaffar Nainggolan. Jaffar saat ini diketahui sebagai anggota Komisi IV (Website Demokrat).

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Peringatan HUT PGRI di Kota Ambon …

Shulhan Rumaru | | 26 November 2014 | 15:04

Bedanya 2 Orang Terkaya Indonesia vs China …

Ilyani Sudardjat | | 26 November 2014 | 10:40

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minta Maaf Saja Tidak Cukup, PSSI! …

Achmad Suwefi | | 26 November 2014 | 11:53

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Menpora Terkait Gagalnya Timnas …

Djarwopapua | 6 jam lalu

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 6 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 8 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 12 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Berawal dar Tantangan Petani …

Anugrah Fitradi | 7 jam lalu

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | 7 jam lalu

Membangun Kekuatan Prekonomian dari Pedesaan …

Tur Muzi | 7 jam lalu

Cocoklogi 114 Surat …

Adhyatmoko | 7 jam lalu

Welcome to Kompasiana …

Renal Wijaya Kusuma | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: