Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Saman Saiya

Manusia yang suka membincang politik

Herman Deru Kandidat Menarik (4)

OPINI | 28 April 2013 | 16:49 Dibaca: 318   Komentar: 0   0

Selamat berjumpa kembali sahabat, mumpung libur saya akan menulis kembali. dalam menulis kali ini saya sempatkan untuk googling. Tulisan ini ditujukan khusus untuk menjawab komentar di tulisan saya “Herman Deru Kandidat Menarik (1)“. Jujur saja sejauh saya berbincang dengan masyarakat hingga menjadi tulisan dan sebelum tahu ada komentar tentang fitnah itu saya tidak mendapati cerita asusila dari masyarkat. Tetapi setelah ada komentar itu barulah saya tanyakan ke masyarakat tentang kebenaran berita itu.

Dalam perjalanan googling, saya mendapatkan berita tentang tindakan asusila itu. Saya coba menilai berita  itu sebisa saya. Saya pun mencoba mencari berita perimbangannya. Dengan kaca mata awam saya terhadap dunia jurnalistik berita itu fitnah belaka.

Penilaian itu didasarkan pada berita-berita yang saya baca (link beritanya silahkan cari sendiri). Menurut saya berita itu hanya dirujuk pada satu sumber, yaitu orang yang disebut korban. Tidak berusaha mengkonfirmasi sumber kedua atau pihak ketiga. Bahkan di salah satu keterangan polisi di salah satu media tabloid, korban pun tidak dapat membuktikan hubungan dirinya dengan Herman Deru, meski sekedar membuktikan bahwa dirinya pernah jadi pembatunya. Untuk menyebut pembantu saja tidak terbukti, lalu bagaimana polisi bisa membuktikan kalau dia pernah berbuat asusila? Dari situ saya menganggap berita itu fitnah.

Lalu kenapa berita itu beredar? Saya tidak ingin mengatakan berita-berita itu dibayar untuk diedarkan. Saya tidak boleh mengatakan itu dan tidak menuduh sama sekali. Tapi saya yakin berita itu ditujukan untuk menyerang kandidat dan tentu saja karena alasan politis. Target berita itu bukan kejelasan hukum, target berita itu adalah membangun opini dimasyarakat seolah perbuatan itu benar-benar terjadi. Dan saya boleh menilai penyajian berita itu gagal sehingga tidak dapat meyakinkan pembacanya. Cara fitnah memang tidak akan pernah bisa berhasil.

Saya temukan di laman http://tinyurl.com/cebojs3 Secara khusus Herman Deru memberikan pernyataan “Kenapa Harus Memfitnah?” Saya tertegun betapa seriusnya tulisan itu. Kata-kata nampaknya sengaja dipilih dengan cermat. Terbangun rasa oleh saya, tulisan ini benar-benar keluar dari hati dan dengan begitu tuduhan itu memang fitnah belaka. Saya berharap fitnah itu bukan dilakukan oleh pasangan kandidat lain, sebab jika fitnah itu dilancarkan oleh pasangan lain, saya ingin katakan pasangan tersebut tidak layak untuk dipilih. Kenapa? Karena untuk membangun Sumsel dan bahkan bangsa secara umum tidak bisa lewat fitnah!

Tetapi yang menarik buat saya adalah jawaban-jawaban masyarakat. Hampir semua orang yang saya jumpai dan punya kesempatan mengobrol politik mereka tidak percaya sama sekali. Alasannya ketidakpercayaannya sangat beragam. Kasarnya masyarakat mempunyai seribu satu alasan untuk tidak percaya terhadap berita fitnah itu. Dari yang mengatakan tidak mungkin, fitnah, berita itu sengaja dibuat oleh lawan karena popularitas dan kedisukaan Herman Deru oleh masyarakat semakin tinggi hari perharinya dan lain-lain.

Herman Deru memang kandidat menarik, menurut saya. Hingga isu negatif pun masyarakat langsung yang mengcounternya. Luar biasa!

Baca tulisan saya sebelum dan setelahnya:

  1. Herman Deru kandidat Menarik (1)
  2. Herman Deru Kandidat Menarik (2)
  3. Herman Deru Kandidat Menarik (3)
  4. Herman Deru Kandidat Menarik (5), Kenapa Herman Deru Difitnah ?
  5. Herman Deru Kandidat Menarik (6)
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ketika Keluarga Indonesia Merayakan …

Zulham | | 28 November 2014 | 11:19

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman Dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | 8 jam lalu

Pembuktian Slogan Aku Cinta Indonesia …

Vera Barlianti | 8 jam lalu

Prosedur Sidang SIM di PN …

Kambing Banci | 8 jam lalu

Penundaan Revisi UU MD3 dan Kisruh Golkar …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: