Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Istilah “Salam 3 Besar untuk PKS”

OPINI | 27 April 2013 | 15:16 Dibaca: 641   Komentar: 33   0

Assalamu’alaikum wr wb.

Salam 3 Besar dari Bawah untuk PKS!….

Mengapa saya ikut-ikutan pakai istilah salam 3 besar itu? Jawabannya sederhana aja, karena saya geli dengan penyebutan salam 3 besar dari pihak yang katanya pro maupun pihak yang katanya kontra dengan PKS.

Begini…..saya sebagai orang awam, mau memberi sedikit uneg-uneg. Dimulai dari pertanyaan, mengapa posisi yang diharapkan PKS nanti adalah pada posisi 3 besar, kenapa bukan langsung sebut nomor posisi aja? Gak kongkrit kan?

Padahal menurut saya 3 besar itu adalah suatu rentang posisi untuk nomor-nomor yang dikategorikan pada posisi teratas, positif dan yang terbaik, yaitu posisi nomor 1, 2 dan 3. Yah…kayak ranking raport waktu sekolah dulu…hehehe.

Nah….yang bikin saya geli adalah munculnya istilah “3 besar dari bawah” yang biasa diusung oleh pihak yang katanya kontra PKS. Lalu muncul istilah “3 besar dari atas” yang biasa diusung oleh pihak yang katanya pro PKS.

Pikiran saya yang “wong ndeso” ini jadi menyimpulkan:

1.       Jika ada istilah “3 besar dari atas”, berarti posisi nomornya adalah no.1 à no.2 à no.3

So, pihak yang kayanya pro PKS sama saja mengharapkan PKS ada di posisi no.3. Ya toh????

2.       Jika ada istilah “3 besar dari bawah”, berarti posisi nomornya adalah no.3 à no.2 à no.1

So, pihak yang katanya kontra PKS sama saja mengharapkan PKS ada di posisi no.1 dong??? Waduhhhhh…..bahaya ini! Padahal mereka (baca: PKS) nggak ada harapan semuluk-muluk itu deh.

Yah…..ini hanyalah pendapat dari saya yang kurang ilmu….:)

Wassalamu’alaikum wr wb.

Note: Pasti akan banyak komentar beraneka ragam nih. Semoga postingan saya ini tidak “dikotori” oleh komentar yang tidak cerdas…J

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 11 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 12 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 12 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Phsycologhy Dangdut Pengaruhi Cara Pandang …

Asep Rizal | 8 jam lalu

“Triple Steps Solution” Upaya …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Every Children is Special …

Hardiansyah Nur Sah... | 8 jam lalu

Pemilik Bagasi Lost 500 Juta Rupiah Itu …

Irawan | 8 jam lalu

Habibi & Kakak vs Sentimentil Sang Guru …

Daniel Oslanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: