Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Istilah “Salam 3 Besar untuk PKS”

OPINI | 27 April 2013 | 15:16 Dibaca: 651   Komentar: 33   0

Assalamu’alaikum wr wb.

Salam 3 Besar dari Bawah untuk PKS!….

Mengapa saya ikut-ikutan pakai istilah salam 3 besar itu? Jawabannya sederhana aja, karena saya geli dengan penyebutan salam 3 besar dari pihak yang katanya pro maupun pihak yang katanya kontra dengan PKS.

Begini…..saya sebagai orang awam, mau memberi sedikit uneg-uneg. Dimulai dari pertanyaan, mengapa posisi yang diharapkan PKS nanti adalah pada posisi 3 besar, kenapa bukan langsung sebut nomor posisi aja? Gak kongkrit kan?

Padahal menurut saya 3 besar itu adalah suatu rentang posisi untuk nomor-nomor yang dikategorikan pada posisi teratas, positif dan yang terbaik, yaitu posisi nomor 1, 2 dan 3. Yah…kayak ranking raport waktu sekolah dulu…hehehe.

Nah….yang bikin saya geli adalah munculnya istilah “3 besar dari bawah” yang biasa diusung oleh pihak yang katanya kontra PKS. Lalu muncul istilah “3 besar dari atas” yang biasa diusung oleh pihak yang katanya pro PKS.

Pikiran saya yang “wong ndeso” ini jadi menyimpulkan:

1.       Jika ada istilah “3 besar dari atas”, berarti posisi nomornya adalah no.1 à no.2 à no.3

So, pihak yang kayanya pro PKS sama saja mengharapkan PKS ada di posisi no.3. Ya toh????

2.       Jika ada istilah “3 besar dari bawah”, berarti posisi nomornya adalah no.3 à no.2 à no.1

So, pihak yang katanya kontra PKS sama saja mengharapkan PKS ada di posisi no.1 dong??? Waduhhhhh…..bahaya ini! Padahal mereka (baca: PKS) nggak ada harapan semuluk-muluk itu deh.

Yah…..ini hanyalah pendapat dari saya yang kurang ilmu….:)

Wassalamu’alaikum wr wb.

Note: Pasti akan banyak komentar beraneka ragam nih. Semoga postingan saya ini tidak “dikotori” oleh komentar yang tidak cerdas…J

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 6 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 6 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 7 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: