Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

PKS Gigit Jari

REP | 26 April 2013 | 09:09 Dibaca: 599   Komentar: 3   1

Keseriusan PKS dalam kaderisasi, fokusnya partai sebagai school of leadership serta  menciptakan iklim demokrasi yang sehat, membuat PKS hanya menjadi penonton saja dalam proses pencalegan ke KPU.

PKS hanya gigit jari, melihat  partai-partai lain kebanjiran caleg-caleg sebagai berikut :

1. Disaat Parpol lain ramai-ramai kebajiran artis menjadi caleg, PKS tidak mencalegkan artis.

2. Disaat Parpol lain kebajiran politisi  yang kutu loncat dari partai lain, PKS tidak mencalegkan satu politisi kutu loncat pun.

3. Disaat Parpol lain ada yang mencalegkan mantan koruptor, tak satu pun caleg PKS yang tersangkut korupsi. Contohnya Gerindra, mencalegkan Vonny Anneke Panambun, terpidana korupsi Bandara Loa Hulu di Kutai.

4. Disaat Parpol lain masih mencalegkan aleg yang terkena skandal video porno, Tak satu pun caleg PKS yang tersangkut hal itu.

5. Disaat banyak anggota keluarga politisi yang menjadi caleg, Politisi PKS melarang anggota keluarganya menjadi caleg

6. Disaat anggota keluarga kepala daerah yang diusung oleh partainya ikut dalam bursa caleg, PKS justru melarang mencalegkan keluarga kepala daerahnya

7. Disaat Kepala Daerah dari partai lain ikut juga dalam pencalegan, PKS justru meminta kepala daerahnya untuk fokus memimpin daerahnya. Berikut kepala daerah yang ikut dalam bursa pencalegan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang menjadi caleg dari Partai Demokrat. Wakil Bupati Sumedang Taufiq Gunawansyah yang maju melalui Golkar.  Bupati Sinjai, HA Rudiyanto Asapa dan Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung. Keduanya menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Calon Bupati Bandung Barat, Aep Nurdin dan Calon Wakil Bupati Bandung Barat, Samsul Maarif.

8. Disaat Parpol lain masih mencalegkan alegnya yang bermasalah, PKS justru tidak memasukannya lagi. Berikut beberapa contohnya.

Dari PDIP, Herman  disebut terlibat pembahasan proyek pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri. Wayan Koster disebut terlibat dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. Olly Dondokambey, kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

9. Elit PKS pun harus gigit jari karena presiden PKS, Sekjen dan ketua MPP nya dilarang ikut bursa caleg oleh PKS sendiri.

Kasihan PKS….. terlalu serius memodernkan partainya… jadi nggak kecipratan orang populer…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 10 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 12 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 14 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 14 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Cacat Kusta Turun ke Jalan …

Dyah Indira | 7 jam lalu

Sayin’ “I Love to Die” …

Rahmi Selviani | 7 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Ratapan Bunga Ilalang …

Doni Bastian | 8 jam lalu

Mulut, Mata, Telinga dan Manusia …

Muhamad Rifki Maula... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: