Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Nasrulloh Mu

Hidup mu bukan untuk mu, tapi untuk yang Maha Hidup. Anak Kampung Yang Tinggal Di selengkapnya

PKS Gigit Jari

REP | 26 April 2013 | 09:09 Dibaca: 597   Komentar: 3   1

Keseriusan PKS dalam kaderisasi, fokusnya partai sebagai school of leadership serta  menciptakan iklim demokrasi yang sehat, membuat PKS hanya menjadi penonton saja dalam proses pencalegan ke KPU.

PKS hanya gigit jari, melihat  partai-partai lain kebanjiran caleg-caleg sebagai berikut :

1. Disaat Parpol lain ramai-ramai kebajiran artis menjadi caleg, PKS tidak mencalegkan artis.

2. Disaat Parpol lain kebajiran politisi  yang kutu loncat dari partai lain, PKS tidak mencalegkan satu politisi kutu loncat pun.

3. Disaat Parpol lain ada yang mencalegkan mantan koruptor, tak satu pun caleg PKS yang tersangkut korupsi. Contohnya Gerindra, mencalegkan Vonny Anneke Panambun, terpidana korupsi Bandara Loa Hulu di Kutai.

4. Disaat Parpol lain masih mencalegkan aleg yang terkena skandal video porno, Tak satu pun caleg PKS yang tersangkut hal itu.

5. Disaat banyak anggota keluarga politisi yang menjadi caleg, Politisi PKS melarang anggota keluarganya menjadi caleg

6. Disaat anggota keluarga kepala daerah yang diusung oleh partainya ikut dalam bursa caleg, PKS justru melarang mencalegkan keluarga kepala daerahnya

7. Disaat Kepala Daerah dari partai lain ikut juga dalam pencalegan, PKS justru meminta kepala daerahnya untuk fokus memimpin daerahnya. Berikut kepala daerah yang ikut dalam bursa pencalegan.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang menjadi caleg dari Partai Demokrat. Wakil Bupati Sumedang Taufiq Gunawansyah yang maju melalui Golkar.  Bupati Sinjai, HA Rudiyanto Asapa dan Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung. Keduanya menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Calon Bupati Bandung Barat, Aep Nurdin dan Calon Wakil Bupati Bandung Barat, Samsul Maarif.

8. Disaat Parpol lain masih mencalegkan alegnya yang bermasalah, PKS justru tidak memasukannya lagi. Berikut beberapa contohnya.

Dari PDIP, Herman  disebut terlibat pembahasan proyek pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri. Wayan Koster disebut terlibat dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. Olly Dondokambey, kasus Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

9. Elit PKS pun harus gigit jari karena presiden PKS, Sekjen dan ketua MPP nya dilarang ikut bursa caleg oleh PKS sendiri.

Kasihan PKS….. terlalu serius memodernkan partainya… jadi nggak kecipratan orang populer…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 7 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 12 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 13 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 15 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Preman …

Bhre | 7 jam lalu

Bercanda, Berfilsafat! …

Wahyudi Kaha | 8 jam lalu

Persipura Punya 5 Kandidat Pelatih Baru …

Djarwopapua | 8 jam lalu

Hujan …

Gusranil Fitri | 8 jam lalu

Renungan Malam Tahun Baru 1436H: Ketika Doa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: