Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Andrewied

Merah Putih. Twenties. Mungil. Kutu Buku. Senin Kliwon. Gemini. Kerbau Kayu. O+. Tea not Coffee. selengkapnya

Pesta Demokrasi di Dapil DKI Jakarta

REP | 26 April 2013 | 10:13 Dibaca: 467   Komentar: 2   0

Tadi malam (25/04/2013), Metro TV mengambil tema Pertarungan Caleg DKI Jakarta dalam acara Prime Time News. Berdasarkan pengamatan stasiun tersebut, Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III (Jakut, Jakbar, Kep. Seribu) akan menjadi salah satu “dapil neraka”. Apa alasannya? Alasannya tidak lain karena banyaknya nama-nama tokoh populer, baik dari kalangan selebritis maupun tokoh partai, yang akan bertarung di Dapil ini.

Narasumber yang diundang pun adalah para caleg selebritis yang nantinya akan berkompetisi di Dapil ini. Mereka adalah Tantowi Yahya (Partai Golkar), Jeremy Thomas (PAN), dan Farhat Abbas (Partai Demokrat). Adapun nama populer lainnya yang masuk di dalam Dapil ini di antaranya adalah: Marzuki Alie (Partai Demokrat), Jane Shalimar (Partai NasDem), David Chalik (Partai Hanura), Effendi Simbolon (PDI-P) dan Richard Sam Bera (PDI-P). Selain nama-nama populer ini, ratusan nama lainnya yang ada di dalam Dapil ini nantinya juga akan memperebutkan 7 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketiga narasumber yang diundang kali ini memiliki keunikannya tersendiri, dilihat dari rekam jejak mereka di dunia perpolitikan. Pertama, Tantowi Yahya. Beliau termasuk salah satu dari sedikit nama selebriti yang berhasil duduk di kursi DPR untuk masa jabatan 2009-2014, yang artinya beliau ini telah memenangkan cukup banyak suara (tadinya di Dapil Palembang) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2009 yang lalu.

Berikutnya nama Jeremy Thomas. Nama ini di kepala saya belum begitu lekat dengan dunia politik. Namun ternyata, pada 2009 beliau juga ikut dalam Pileg yang mana beliau masih tergabung dalam Partai Golkar, namun belum berhasil lolos ke Senayan.

Nama yang terakhir adalah nama yang paling hangat diperbincangkan di media saat ini, Farhat Abbas. Pengacara yang berniat untuk nyapres ini melihat pencalegannya sebagai pembuka peluang baginya untuk mengikuti konvensi capres di Demokrat.

Hal menarik yang juga muncul dalam perbincangan semalam adalah mereka bertiga menyepakati modal minimum nyaleg berada di kisaran 1 - 1,5 miliar rupiah! Namun ketiganya juga sama-sama menyatakan tidak ada niatan untuk balik modal seandainya mereka terpilih.

Jeremy Thomas cukup mendominasi perbincangan semalam. Ia beberapa kali memuji Bung Tantowi tentang keberhasilannya selama ini yang telah menunjukkan bahwa selebritis yang nyaleg memang bisa menjadi politisi yang bersih dan perform. Bung Jeremy juga mengaku belajar banyak dari Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang salah satunya telah memperlihatkan bahwa modal uang tidak menjadi penentu kemenangan di ajang pemilihan di wilayah DKI.

Secara umum, dapil DKI Jakarta memang memiliki pesona sekaligus tantangan yang unik. Masyarakat DKI dinilai merupakan kategori pemilih yang (paling) rasional bila dibandingkan dengan daerah lainnya.

Menarik untuk memantau apa yang akan terjadi di wilayah ini pada 2014 mendatang…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jokowi Ogah Ditinggal Relawan …

Nurul | | 23 August 2014 | 17:17

Badan Pegal di Raja Ampat, Sentuh Saja …

Dhanang Dhave | | 23 August 2014 | 12:10

Gebrakan Trio Jokowi-AHOK-Abraham Samad = …

Den Bhaghoese | | 23 August 2014 | 11:37

“Pah, Sekarang Mamah Lebih Melek Politik …

Djoel | | 23 August 2014 | 18:00

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dilema Makan Nasi Dalam Bakul …

Giri Lumakto | 4 jam lalu

“Ahok Si Macan Putih dari …

Pakfigo Saja | 6 jam lalu

Kacaunya Pagelaran Ulang Tahun RCTI ke-25 …

Samandayu | 6 jam lalu

Febriana Wanita Indonesia Jadi Bintang dalam …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Pilpres: Beda Prabowo & Megawati …

Mania Telo | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: