Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Relawan Muda

relawan muda yang selalu berjuang untuk kesejahteraan masyrakat

Saatnya Wong Cilik Berbicara Mengapa Pilih Ganjar?

REP | 24 April 2013 | 16:57 Dibaca: 485   Komentar: 14   0

Wong cilik jawa tengah perlu melek dengan sejarah  dari kader PDIP yang militan untuk membangun Jawatengah dan memperjuangkan wong cilik.

Don Murdono adalah kader loyal PDIP. Beliau terlahir dari keluarga aktivitis PNI dari pasangan R.M Sugito Wiryohamidjoyo dan Rustiawati. Sejak kecil Don sudah akrab dan terbiasa dgn kegiatan kepartaian dari orang tuanya yg sangat Soekarnoisme, terlihat dari rumah org tuanya di daerah Cangkiran, Semarang yg penuh dgn gambar Soekarno, jiwa dan semangat Soekarnoisme inilah yg mendorong Don untuk terjun di bidang politik demi membentuk masyarakat dan lingkungan sekitarnya ke arah yg lebih baik.
Kiprahnya di PDIP JATENG sudah tidak diragukan lagi, dimana dia menjadi salah satu pelopor terbentuknya PDI pro Mega cabang Semarang, menjadi wakil ketua DPC PDI pro Mega Semarang th 1993 sd 1994 hingga menjadi Ketua DPC PDI pro Mega Semarang th 1996 juga merangkap Komandan Satgas PDI Pro Mega Jateng, juga menjadi Wakil Ketua DPD Jateng PDI Pro Mega sejak th 1996. Hingga akhirnya terbentuklah PDI Perjuangan oleh ibu Megawati Soekarno Putri pada th 1998.

Don menjabat sbg wakil ketua DPD PDIP Jateng hingga th 2000. Bersamaan dengan itu pada tahun 1999 Don terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah Pemilihan JATENG. Tahun 2003 Don mencalonkan diri sebagai Bupati Sumedang dari PDIP, dengan semangat membangun dan mensejahterakan masyarakat di daerah kelahiran ibunya ini dan mematahkan dominasi partai Golkar yg selama ini menguasai peta pemillihan di Sumedang, akhirnya terpilih menjadi Bupati Sumedang Jawa Barat selama 2 periode hingga sekarang. Beliau low profile dan rendah hati telah berhasil “memerahkan” kabupaten Sumedang hingga saat ini PDIP menduduki 19 kursi di DPRD Sumedang. Begitu banyak prestasi yang telah Ia torehkan di PDIP maupun di Sumedang…Pertanyaannya adalah, Kenapa PDIP memilih Ganjar? Siapa Ganjar Pranowo?

Don Murdono (sang bakal calon gubernur) yang diusung koalisi enam partai, sampai saat ini masih merasa sebagai seorang kader dan tetap loyal kepada PDIP, sehingga tidak bisa menerima pernyataan pihak PDIP yang konon telah memecatnya.


Bagaimana dengan Rustriningsih? Kemanakh arah dukungan yang ia berikan?? Dalam deklarasi pencalonan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmiko yang dihadiri Megawati di Solo, Minggu (14/4). Massa PDIP kan sudah besar, jadi nggak perlu dukungan saya. Kalau masyarakat kan butuh dukungan saya, buktinya mereka menyambut dengan suka cita,” kata Rustri, dan Rustriningsih tidak khawatir jika dianggap tidak loyal. karena dia masih kader PDIP. belum menyatakan mundur, dan  juga belum dipecat. Dari kunjungannya di lokasi pengungsian muncul pertanyaan menarik dari warga, mengenai kemana beliau tidak mencalonkann diri dan kemana mereka harus memilih. Satu point yang tidak dimiliki oleh cagub lain, seklipun itu incumbent. Yakni menjadi rujukan bagi calon pemilih.

Ganjar adalah seorang sosok politisi metropolitan sehingga ketika di terapkan di Jawatengah, yo kurang cocok. karna masih ada Don Murdono dan Rustriningsih yang memeiliki basis riel di lapangan. Tetapi inilah keputusan wong punya kuasa bukan keputusan wong cilik.kenapa Ganjar harus dipilih ketimbang Don Murdono??? Kalau kita lihat wongcilik lebih memilih Don Murdono di banding Ganjar.

1366797195707135544

PDIP

1366797343292984741

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 8 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 11 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 15 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 17 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: