Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Profil Lengkap Politisi dalam DCS Parpol Peserta Pemilu 2014

REP | 22 April 2013 | 00:16 Dibaca: 597   Komentar: 1   0

“]13665644291079482213

[www.kpu.go.id

Menurut film Java Heat, Indonesia ini negara besar. Terbesar keempat di dunia. Bahkan merupakan yang terbesar di dunia, kalo dilihat dari populasi penduduknya yang berkatepe Islam. Dan bisa jadi, berkaca pada ‘pengakuan’ Mickey Rourke saat mengelus-elus kepala Atika Hasiolan, Indonesia adalah juga negara besar yang terkotor di dunia, karena yang beautiful ternyata cuma Sultana. Ah, masak iya sih? Whatever! Yang jelas, dari sederet daftar narsisme anak bangsa tentang ‘kebesaran’ negeri ini, sebenarnya ada satu hal yang sering terlupakan. Padahal yang satu ini sangatlah penting dan perlu untuk diketahui. Apa itu? Bahwa Indonesia adalah negara dengan politisi-politisi besar (baca: terhebat) di dunia.

Hal tersebut bisa dilihat dari profil dan rekam jejak kehebatan politisi-politisi yang namanya tercantum dalam daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif periode 2014-2019 yang telah atau akan diserahkan parpol-parpol yang punya tiket untuk bertarung di pemilu tahun depan ke KPU. Kebetulan, dengar-dengar kabarnya, hari ini (22/04) adalah hari terakhir penyerahan berkas dimaksud.

Kalo menilik omongan sebagian tokoh-tokoh partai yang sudah mengumpulkan persyaratan itu ke KPU, maka politisi-politisi yang masuk dalam DCS tersebut adalah kader-kader terbaik mereka. Dengan kata lain, mereka adalah putra-putra terbaik bangsa. Mereka akan menjadi wakil yang memiliki kemampuan untuk menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi jutaan rakyat di negeri ini. Hm, mantap sekali! Mumpung promosi tidak dilarang. Bolehlah!

Sekarang pertanyaannya, bagaimana supaya rakyat atau calon pemilih di pemilu legislatif tahun depan bisa mengenal lebih dekat politisi-politisi tersebut?

Ternyata caranya mudah sekali. Benar-benar tidak sulit untuk mendapatkan informasi tentang sosok politisi-politisi tersebut. Kita bisa mengetahui dengan mudah nama lengkap berikut foto mereka, tempat dan tanggal lahirnya, jenis kelamin, pekerjaan sebagai sumber penghasilan sebelum mengabdi di dunia politik, daftar kekayaan saat ini, riwayat pendidikan dan kompetensi atau keahlian khusus, pengalaman organisasi/kepemimpinan, visi dan misi berpolitik, riwayat kesehatan, riwayat pernikahan, dan detil-detil lain yang relevan. Intinya, dijamin, dengan mengetahui data-data tersebut rakyat tidak akan lagi membeli kucing dalam karung atau sapi dalam kontainer. Siapapun bisa mengakses data tersebut secara terbuka dan transparan.

Adapun langkahnya sebagai berikut:

Pertama, cari profil umum para politisi tersebut di situs resmi KPU di ALAMAT INI.

Kedua,  cari profil khusus para politisi Partai Nasdem di ALAMAT INI.

Ketiga,  cari profil khusus para politisi PKB di ALAMAT INI.

Keempat, cari profil khusus para politisi PKS di ALAMAT INI.

Kelima, cari profil khusus para politisi PDIP di ALAMAT INI.

Keenam, cari profil khusus para politisi Partai Golkar di ALAMAT INI.

Ketujuh, cari profil khusus para politisi Partai Gerindra di ALAMAT INI.

Kedelapan, cari profil khusus para politisi Partai Demokrat di ALAMAT INI.

Kesembilan, cari profil khusus para politisi PAN di ALAMAT INI.

Kesepuluh, cari profil khusus para politisi PPP di ALAMAT INI.

Kesebelas, cari profil khusus para politisi Parti Hanura di ALAMAT INI.

Keduabelas, cari profil khusus para politisi PBB di ALAMAT INI.

Ketigabelas, cari profil khusus para politisi PKPI di ALAMAT INI.

Demikian langkah yang bisa saya bagikan. Kalau teman-teman mengalami kesulitan membuka link tersebut di atas setidaknya ada dua kemungkinan:

Pertama, situs resmi partai mereka sedang dalam perbaikan.

Kedua, situs resmi partai mereka sudah pindah alamat baru.

Dan kalau teman-teman kesulitan mendapatkan data profil para politisi yang mereka ajukan dalam DCS ke KPU untuk pemilu 2014, juga setidaknya ada dua kemungkinan:

Pertama, data mereka sedang dalam proses digitalitasi.

Kedua, data tersebut belum sempat diupload.

Jadi .. sabar ya ..

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 7 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 7 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 9 jam lalu

Dari Desa untuk Bangsa: Sinergi Kepemimpinan …

Mamang Haerudin | 9 jam lalu

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: