Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Luat Nainggolan

Awas! bahaya laten PKS!

Pendeta Jadi Caleg PKS?

OPINI | 22 April 2013 | 21:45 Dibaca: 1874   Komentar: 24   0

1366695322416331240

JAKARTA, KOMPAS.com Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendaftarkan pendeta sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Partai itu juga mencalonkan beberapa orang non-Muslim di Indonesia timur.

Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho mengatakan, caleg pendeta ada di Sulawesi. Tercatat pendeta yang menjadi caleg PKS berada di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan sebagian Sulawesi Selatan. “Kebutuhan daerah pemilihan sana memang seperti itu,” ujarnya, Senin (22/4/2013), di Jakarta.

Para pendeta itu menjadi caleg untuk DPRD provinsi atau kabupaten/kota setempat. Belum ada pendeta menjadi caleg PKS untuk DPR.

Namun, di Papua ada caleg non-Muslim untuk DPR. “Ada satu atau dua orang untuk dapil Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

PKS mengusung 487 caleg untuk DPR dalam Pemilu 2014. Hampir semua anggota fraksi PKS saat ini dicalonkan lagi.


Respon saya baca ini….

Senyum lebar :)

Dari hari ke hari kebijakan partai ini semakin pragmatis.

Adalah mustahil menarik simpati masyarakat Kristen terhadap partai yang satu ini. Saya akan menutup mata terhadap jargon-jargon manis kalangan elit partai.

Cinta, Kerja, & Harmoni ???

Jika ingin mencermati nilai-nilai yang dibawa PKS, yang diklaim sebagai partai kader, kita cukup melihat kelakuan kader mereka. Adakah kader PKS di tingkat akar rumput memiliki wajah yang ramah terhadap perbedaan? NO!

Lihat saja pembatasan kebebasan beribadah yang acapkali terjadi di daerah kantong-kantong PKS atau daerah dimana kader PKS menjadi kepala daerah.

Di kesempatan lain, setiap kali menjelang Natal, kepala saya akan sakit melihat postingan anti pengucapan Natal* dari individu-individu yang saya tahu pasti adalah simpatisan PKS. Setiap hari Valentine, mereka akan mengkampanyekan bahwa perayaan Valentine yang notabene ada history keagamaannya = Hari Zina Internasional.**


*Saya sangat tidak habis pikir, apakah tidak cukup bagi mereka yang menolak pengucapan hari raya kelompok lain untuk diam dan tidak mempublish hal-hal ofensif?

**Perayaan St Valentinus adalah perayaan resmi Gereja Anglican


BAHKAN hari ini kita bisa melihat bagaimana mereka mengidentikkan Kartini = Antek Yahudi.

Saya tidak percaya mereka.

Terserahlah jika kabarnya Pak Anis Matta kemarin berdiskusi hangat dengan Persatuan Mahasiswa Kristen di Bandung, saya tidak peduli dengan pernyataan Sekretaris Jenderal PKS yang mengatakan ada calon PKS yang non-muslim.

Nilai partai kader dari kelakuan kader mereka.

Dan lagi dengan populasi hanya 10 persen di Indonesia, kalangan Kristen bukanlah sasaran aksi-aksi pragmatis PKS. Masyarakat Nahdiyin lah yang menjadi target mereka. Hal ini semakin nyata terlihat saat Pak Anis Matta melakukan “tahlil politik” di makam Sunan Kalijaga beberapa waktu yang lalu.

Bukan komunitas Kristen di Indonesia Timur yang ingin didekati PKS. Yang mereka sasar adalah 32 juta masyarakat Jawa Tengah dan 47 juta masyarakat Jawa Timur. Mereka ingin mengubah persepsi kelompok muslim tradisional di Jawa melalui jargon dan kesantunan para elitnya.

Namun sekali lagi saya ingatkan, untuk mencermati apakah PKS memang bertransformasi atau tidak, lihat perilaku kader partai tersebut di akar rumput, itulah wajah asli mereka.

Akhir kata ini adalah opini pribadi saya, Lets Agree to Disagree…

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Jalan, Super Admin Kompasiana! …

Nurul | | 27 August 2014 | 11:44

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Tukang Ojek yang Membawa Perdamaian di Kota …

Uwais Azufri | | 27 August 2014 | 14:30

Artis Cantik Penginjak Bendera ISIS …

Den Hard | | 27 August 2014 | 12:26

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 10 jam lalu

Pak Jokowi, Buka Hubungan Diplomatik dengan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Persaingan Para Istri Bersuamikan WNA …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

“Tuhan, Mengapa Saya Kaya?” …

Enny Soepardjono | 12 jam lalu

DPRD Jakarta Belum Keluar Keringat, tapi …

Febrialdi | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: