Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dwi Wahyudi

Generasi harapan pewaris negeri

Menerawang Pemenang Pilkada Jateng

HL | 22 April 2013 | 17:10 Dibaca: 3475   Komentar: 28   2

1366633144748806490

Ilustrasi/Admin (Si Eka Tuh)

Pemilihan kepala daerah atau PILKADA yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Jawa Tengah, semakin terasa aroma dan hiruk pikuknya. Spanduk, baliho,  gambar cagub-cawagum mulai bersebaran di pohon, pinggir jalan, tempat strategis sudut kota maupun desa. Selepas pengundian nomor urut cagub-cawabug pekan lalu, mesin politik masing-masing kandidat seolah menarik tuas gas masing-masing sekencang-kencangnya melakukan langkah-langkah pemenangan. Mulai dari melakukan bakti sosial, kerja bakti, kegiatan sosial lainnya, sampai dengan rapat-rapat koordinasi dan pembentukan tim pemenangan sampai tingkat yang paling bawah (grassroot).

Ada tiga pasangan kandidat yang akan maju pada pesta demokrasi Jawa Tengah tahun ini: 1. Hadi Prabowo- Don Murdono (HP-Don), 2. Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo, dan 3. Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (Gagah).

Nomor urut 1. Hadi Prabowo - Don Murdono (HP-Don) akan Memenangi

Pasangan kandidat ini diusung oleh enam partai politik: PKS, PPP, PKB, Hanura, PKNU dan Gerindra. Pasangan ini barang kali yang secara mengejutkan akan menjadi jawara pada Pilgub Jateng  ini.  Selain didukung oleh enam partai politik, geliat mesin politik pasangan kandidat ini di pelosok-pelosok semakin terlihat. Dengan bergabungnya partai-partai berbasis massa dari kalangan muslim seperti PKB, PKNU, PPP maka hampir bisa dipastikan kawasan pantura akan dimenangkan pasangan kandidat ini. Kita tahu bagaimana loyalitasnya pemilih dari kalangan NU. Mereka memiliki track record sanga loyal. Untuk kawasan kota, kemungkinan juga akan diraih pasangan kandidat ini. Karena di kawasan kota PKS dan Gerindra memiliki jumlah kader yang banyak. Kader-kader PKS terkenal loyal dan kreatif dalam berpolitik. Sehingga tidak menutup kemungkinan kandidat pasangan nomor satu ini akan menyapu bersih kemenangan di kota-kota seluruh Jawa Tengah. Bahkan di Kota Solo yang notabene kandang Banteng. Mengapa Solo bisa diprediksi akan dimenangkan HP-Don, karena Don Murdono ini adalah kader PDIP yang kemudian dipecat. Sedangkan di internal PDIP sendiri terus terjadi perpecahan setelah pusat menjatuhkan rekomendasi kepada Ganjar Pranowo. Tidak sesuai yang mereka inginkan. Konon kabarnya akar rumput, termasuk dari Solo ini, mengusung Rustriningsih, tapi usulan mereka tidak dikabulkan. Ketika Rustriningsih tidak maju mencalonkan diri, maka pilihan yang paling realistis untuk rakyat Solo ya HP-Don ini. Tidak mungkin mereka akan memilih Bibit karena beberapa waktu yang lalu antara Bibit dengan Solo ini ada masalah.

Di kawasan pesisir selatan ini yang belum terprediksikan akan dimenangkan oleh pasangan kandidat yang mana.  Untuk wilayah pesisir selatan yang membentang dari Wonogiri sampai Banyumas ini pasangan HP-Don memiliki mesin politik yang cukup bisa diandalkan. Wonogiri adalah basis PKS karena di kabupaten ini PKS menempati urutan ketiga. Jumlah kadernya tergolong banyak, tentunya mereka akan all out memperjuangkan kemenangan pasangan yang mereka usung. Di Banyumas kondisinya tidak jauh berbeda dengan Wonogiri.

Bagaimana dengan kans kandidat lainnya?

Pasangan Incumbent: Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo, meskipun saat awal deklarasi pencalonannya masih menjadi pasangan yang tertinggi elektabilitasnya, tetapi berbagai permasalahannya dengan bawahan (bupat-walikota) yang diberitakan di berbagai media lokal cukup membuat ketidaksukaan rakyat pada pasangan ini makin menguat. Apalagi ketika berkonflik dengan Jokowi, mantan Walikota Solo. Rakyat Jawa Tengah semakin tidak simpatik pada gubernur mereka. Walaupun elektabilitas pasangan ini pernah tertinggi, secara pelan tapi pasti akan semakin turun seiring dengan semakin mengenalnya rakyat terhadap kandidat yang lain. Salah satu partai pengusung pasangan kandidat ini pun (Demokrat) sedang ‘dijauhi’ oleh rakyat. Hal ini semakin mereduksi perolehan suara Bibit di pilgub jateng nanti.

Pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko (Gagah). Ini adalah pasangan kandidat yang diusung oleh PDIP. Partainya Mbak Mega ini begitu pede dengan menjatuhkan rekomendasi pada Ganjar. Padahal grassroot, konon kabarnya menyodorkan Rustriningsing yang namanya semkin mentereng dibanding Gubernurnya sendiri. Pendukung Rustri ini konon lari berbalik mendukung pasangan nomor urut 1. Karena Don Murdono adalah kader PDIP juga yang kemudian dipecat. Hal ini mulai terlihat ketika deklarasi HP-Don yang dihadiri oleh beberapa petinggi PDIP untuk turut mendukung. Entah, Partai ini belum juga mengambil pelajaran dari Pilgub Jabar dan Sumatra Utara. Meskipun mereka menurunkan Jurkam sekelas Jokowi yang dielu-elukan rakyat, yang dicintai rakyat, ternyata Jokowi belum mampu mendongkrak suara calon dari PDIP. Nah, di Jawa Tengah ini barangkali akan seperti di Jawa Barat dan Sumatra Utara.

#hanya sebuah penerawangan….

ketika bertugas piket hingga jam 6 sore.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Latahnya Pedagang Kaki Lima …

Agung Han | | 17 September 2014 | 04:16

Polemik Kabinet Jokowi-JK …

Mike Reyssent | | 17 September 2014 | 05:05

Potret-Potret Geliat TKW HK Memang …

Seneng Utami | | 17 September 2014 | 06:07

Pro-Kontra Pembubaran (Sebagian) Kementerian …

Hendi Setiawan | | 17 September 2014 | 08:17

Setujukah Anda jika Kementerian Agama …

Kompasiana | | 16 September 2014 | 21:00


TRENDING ARTICLES

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 3 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Sebuah Drama di Akhir Perjalanan Studi …

Hanafi Hanafi | 5 jam lalu

Di Airport, Udah Salah Ngotot …

Ifani | 5 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: