Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hery Paska

Pegawai Swasta

Otonomi Daerah

OPINI | 20 April 2013 | 23:39 Dibaca: 179   Komentar: 0   0

Sesuatu yang dipilih secara langsung harus bisa diberhentikan secara langsung juga, itulah makna otonomi daerah yang hakiki, sebaiknya pemilihan DPR maupun pemimpin daerah dibuatkan UU yang mewajibkan TV beriklan kampanye gratis atau mereka dapat mencari dana melalui polling SMS, dan juga parpol dapat mempunyai bisnis perusahaan yang membiayai kampanye, selain itu bila masyarakat tertarik pada figur tertentu mereka dapat menyumbangkan dana mendukung figur tersebut (seperti di US), siapa yang terbaik dapat dukungan dana dari rakyat langsung. Petugas DPR yang terpilih ketika bekerja selain menerima gaji, dapat menerima bonus dari masyarakat konstituenna bilamana output pekerjaannya tercapai dan masyarakat puas. Dalam hal ini perlu kejelasan kinerja ukuran output dpr. Bilamana masyarakat tidak puas mereka dapat menggunakan akun khusus media elektronik baik sms maupun poling untuk memiliha dan memberhentikan wakil rakyat yang mereka pilih secara langsung.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Energi Alternatif, dan Upaya Kita Sejauh Ini …

Ratih Purnamasari | | 28 April 2015 | 15:28

Kisah Tambang Tinggal Gelanggang …

Dhanang Dhave | | 28 April 2015 | 10:02

[BANJARMASIN] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:00

Fenomena StartUp Bisnis: Asibayi.com Toko …

Rahmat El Azzam | | 28 April 2015 | 06:44

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Anggun C Sasmi Tidak Bersalah …

Pebriano Bagindo | 4 jam lalu

Indonesia Masih Berhutang ke IMF? …

Faisal Basri | 5 jam lalu

[ANALISIS BERITA] Di Balik Kecaman Sekjen …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Abraham Samad Ditahan, DPR dan Pansel Ke …

Susy Haryawan | 6 jam lalu

Surat Terbuka 9 Terpidana Mati untuk …

Pakde Kartono | 6 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: