Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Tolak DOB Muratara Jika Mengorbankan Hak Ulayat dan SDA Rawas Ilir dan Lakitan.

REP | 19 April 2013 | 04:17 Dibaca: 223   Komentar: 0   0

Tolak DOB Muratara Jika Mengorbankan Hak Ulayat dan SDA Rawas Ilir dan Lakitan.

Pernyataan Sikap Pemuda Rawas Ilir dan Lakitan Yang kami sampaikan ke-kemendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah yang diterima oleh Bpk. Usman. Kasi penataan daerah wil 2 A dan Bpk.Sugeng Kasubdit Penataan Wilayah dan ke Komisi II DPR RI.

Kami yang bertanda tangan dibawah ini adalah perwakilan pemuda rawas ilir, kab. Musi Rawas yang merasa terpanggil atas persoalan DOB Muratara yang memberikan dampak kerugian bagi rawas ilir, maka kami memberikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mendukung sepenuhnya, atas terbentuknya DOB Muratara sebagai cita-cita bersama.

2. Apabila pembentukan DOB Muratara mengorbankan hak ulayat dan SDA yang ada di rawas ilir, maka kami Menolak Terbentuknya DOB Muratara tersebut.

3. Keinginan Pihak Presedium, dan elemen yang lain untuk melepaskan sebagian wilayah, hak ulayat dan aset rawas ilir demi terbentuknya DOB Muratara adalah keputusan sepihak dan tidak perna mendapat izin dari masyarakat rawas ilir secara keseluruhan.

5. Dalam pembentukan DOB Muratara, kami masyarakat rawas ilir tidak akan memberikan sejengkal pun kepada kab. Musi Banyuasin dan apabila rawas ilir menjadi ganjalan DOB Muratara maka kami mempersilakan enam kecamatan lainnya untuk di usulkan menjadi DOB Muratara dan kecamatan rawas ilir tidak ikutsertakan dalam DOB Muratara dan tetap berada dalam wilaya musi rawas.

6. Sehubungan dg dualisme presedium, serta keputusan - keputusan yang mereka ambil syarat dengan kepentingan pribadi dan merendahkan martabat masyarakat rawas ilir. Maka kami tidak mengakui keberadaan presidium tersebut dan kami menuntut dibentuknya prisidium yang baru.

Pemuda Lakitan Menolak dicaploknya sebesar 17.000 hektar wilayah lakitan oleh gubernur sumsel yang menyerahkan pada pemkab Muba, Kecamatan lakitan tidak mempunyai hubungan sama sekali dg polemik muratara. Dan tidak akan memberikan sejengkal tanah pun wilayah lakitan pada kabupaten Muba.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Saudi Melawan Buta Huruf …

Mariam Umm | | 25 December 2014 | 15:54

Banjir, Salah Pimpinan Daerah dan Solusinya …

Ashwin Pulungan | | 25 December 2014 | 14:56

KPU Tertibkan Polling SMS …

Hendra Budiman | | 25 December 2014 | 14:10

Kehilangan di Istana Santa Claus …

Pical Gadi | | 25 December 2014 | 12:32

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Amplop Putih antara Mbah Maimoen Zubair dan …

Arif Khunaifi | 13 jam lalu

Pertanyaan Sulit Jokowi di Hari Natal …

Jimmy Haryanto | 13 jam lalu

(Sulaiman The Magnificent), Bacalah Sejarah …

Maria Fauzi | 14 jam lalu

10 Film yang Dapat Merubah Pemahaman tentang …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Kerasnya Liga Inggris Menelan Korban …

Aditya Nawara | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: