Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Eddy Mesakh

Eddy Mesakh, mantan wartawan di lingkungan Persda Network (Kompas Gramedia), yakni Harian Tribun Batam di selengkapnya

Tasripin, Bukan Aspirin!

OPINI | 19 April 2013 | 22:06 Dibaca: 1512   Komentar: 17   9

1366383816920494296

Staf khusus kepresidenan menyerahkan bantuan kepada Tasripin di kediamannya. (Sumber: @SBYudhoyono)

BOCAH miskin itu! Ya, namanya Tasripin, bukan Aspirin. Dia adalah bocah yang tinggal di Dusun Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Bocah yang mengundang simpati luas dari masyarakat Indonesia karena ketegaran dan kisah hidup yang memprihatinkan sekaligus menginspirasi dan menyengat kesadaran kita.

Saya tidak sedang melucu. Sebelumnya saya minta maaf pada Tasripin dan keluarga karena menghubung-hubungkan namanya dengan nama obat.

Ya, penyebutan nama Tasripin memiliki bunyi mirip Aspirin. Posisi hurufnya hanya sedikit terbolak-balik dan pada nama Tasripin ada huruf “T”. Kemiripan ini menggerakan saya untuk search di Wikipedia mengenai Aspirin.

Aspirin adalah nama sejenis analgesic atau obat penahan rasa sakit. Dijelaskan di sana bahwa Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung, stroke, dan angina (nyeri dada).

Masih dari Wikipedia, menurut kajian John Vane, Aspirin menghambat pembentukan hormon dalam tubuh yang dikenal sebagai prostaglandin. Prostaglandin ialah hormon yang dihasilkan di dalam tubuh dan mempunyai efek pelbagai di dalam tubuh termasuk proses penghantaran rangsangan sakit ke otak dan pemodulatan termostat hipotalamus (pusatnya otak).

Intinya, Aspirin menghambat pengaruh dan biosintesa dari zat-zat yang menimbulkan rasa nyeri dan demam. Daya kerja antipiretik dan analgetik pada Aspirin diperkuat oleh pengaruh langsung terhadap susunan saraf pusat.

Lalu, apa keterkaitan antara Tasripin dan Aspirin? Tak hanya kesamaan bunyi, tetapi juga pengaruh. Jika Aspirin langsung bereaksi mengurangi rasa sakit, kisah kehidupan Tasripin yang diangkat media massa, berdampak langsung ke pusat kekuasaan: RI 1. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tergerak dan memberikan bantuan yang diantar langsung oleh staf khusus kepresidenan ke rumah Tasripin.

Nah, kisah Tasripin telah ‘bekerja’ seperti Aspirin. Dengan terlibat langsungnya pusat kekuasaan ikut membantu bocah tersebut, setidaknya mengurangi “rasa sakit” publik terhadap Negara yang dinilai masih belum total dalam menyejahterakan rakyatnya.

Pun, menurut saya, tujuan media massa mem-blow up kisah Tasripin adalah untuk memberikan pesan kepada penguasa agar membuka mata lebih lebar terhadap Tasripin-Tasripin lainnya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas (Sulut) sampai Pulau Rote (NTT). Dengan begitu, rakyat tidak melihat uluran tangan Presiden SBY sebagai pencitraan semata demi keuntungan politis (mengingat tahun depan kita Pemilu), tetapi benar-benar tergerak karena empati yang mendalam terhadap rakyatnya yang sedang menderita.

Tentu saja tidak setiap orang miskin di negeri ini berharap kiriman amplop yang diantar staf khusus kepresidenan ke rumahnya. Jelas Presiden SBY tak punya banyak uang dari kantong pribadinya untuk membantu satu demi satu orang miskin di negeri ini. Yang kita harapkan adalah pemerintah menjalankan program pengentasan kemiskinan yang dikerjakan sungguh-sungguh, punya target capaian jelas dalam periode tertentu, dan bukan sekadar menyodorkan statistik yang meragukan mengenai angka kemiskinan di negeri ini.

Satu lagi harapan kami – agak melenceng dari kisah Tasripin – yakni jelang kenaikan harga BBM, pemerintah jangan lagi menjalankan program karitatif seperti Bantuan Langsung Tunai atau BLT yang hanya bersifat analgesic. (*)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 9 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 17 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 8 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 8 jam lalu

Pengembangan Mutu Akademis Berbasis Digital …

Nararya | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: