Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Mahfudz Tejani

Seorang Yang Nasionalis… Yang sedang mencari tujuan hidup di Kuli Batu Republik Indonesia (KBRI) Kuala selengkapnya

Para Pemilih Yang Dibimbangi Partai Politik Malaysia

REP | 19 April 2013 | 17:25 Dibaca: 541   Komentar: 1   0

1366367041134161591

Kubu pro Pemerintah dan Oposisi yang berdekatan di Kg.Baru Kuala Lumpur

Kemeriahan pesta demokrasi di Malaysia mulai terasakan sekarang ini. Di setiap persimpangan jalan , baik jalan kampung atau jalan protokol sudah di penuhi dengan umbul-umbul berbagai partai politik yang mengambil bagian pada kali ini. Perang bendera partai  dan baliho mewarnai setiap sudut kota dan di persimpangan strategis.

Setelah pembubaran parlimen oleh partai yang berkuasa (Pemerintah) beberapa minggu yang lalu telah menetapkan pada tanggal 5 Mei 2013 akan datang sebagai hari pemilihan umumnya (pilihan raya- bahasa Melayu). Uniknya, partai pemerintah bebas menentukan kapan parlimen mau dibubarkan dan kapan pemilu dilaksanakan..Jadi partai oposisi (partai Pembangkang- bahasa Melayu) harus siap kapan saja untuk menghadapi pemilu, walaupun diberikan waktu tenggangg sekitar sebulan.

Sistem politik di Malaysia mengamalkan  sistem demokrasi berparlimen dengan multi partai. Namun beberapa partai telah melakukan persetujuan bersama dan berfusi menjadi dua aliansi utama, dalam hal ini hampir sama dengan sistem dwi partai.

Khusus di Malaysia Barat saja (Semenanjung saja ), Aliansi yang pro pemerintah bernama Barisan Nasional (BN) yang diketuai oleh Datuk Seri Najib Razak. Komponen BN terdiri dari partai UMNO (United Malays National Organization, MCA (Malaysian Chinese Association), MIC (Malaysian indian Congress), partai Gerakan, partai PPP ( People’s Progressive Party) dan IPF (Indian Progressive Front)

Sedangkan aliansi di pihak Oposisi bernama Pakatan Rakyat (PR) yang diketuai oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim.  Komponen PR terdiri dari PKR (Partai Keadilan rakyat), PAS (Partai Islam Seluruh Malaysia) dan DAP (Democratic action Party). Perlu diketahui bahwa sebelumnya PKR bernama PKN (Partai Keadilan Nasional), namun setelah fusi bersama PSM (Partai Sosialis Malaysia) berubah namanya menjadi PKR.

Pengundi Hantu dan Pengundi Atas Pagar tentukan Pemilu ke-13 Malaysia

Pengundi adalah sama maksudnya dengan pengertian pemilih dalam bahasa Indonesia. Ada dua pengundi yang di bimbangi berbagai partai politik di Malaysia dan mampu menentukan kemenangan Pemilu ke-13 Malaysia. Golongan pengundi itu adalah Pengundi Hantu dan pengundi atas pagar.

Maksud Pengundi Hantu ( Phantom Voters ) adalah pemilih yang di daftarkan lebih sekali atau mendaftar menggunakan kartu pengenalan orang lain baik yang masih hidup taupun sudah mati dengan tujuan untuk memilih/mengundi bagi pihak lain.

Kasus penipuan pengundi hantu sering mewarnai menjelang pemilu di Malaysia bahkan sampai menimbulkan pertentangan dan saling tuduh menuduh antara partai pro pemerintah dan partai oposisi. Sedangkan Suruhanjaya Plihan Raya (SPR- KPUnya Malaysia) menyatakan bahwa setiap pengundi hantu yang ditangkap bisa dijerat hukuman penjara tidak melebihi 2 tahun atau denda RM1000- RM5000 atau kedua-duanya.

Sedangkan yang paling dominan menentukan kebimbangan partai politik  dalam pemilu Malaysia kali ini adalah Pengundi atas pagar.( Silent Voters). Artinya adalah golongan pengundi non partisan yang tidak dapat menyatakan pendirian partai politik mereka serta tidak yakin dengan ahli politk dan institusi politik yang ada.

Sebuah survei yang dilakukan University of Malaya’s Centre for Democracy and Elections (UMCEDEL) terhadap 2,282 responden dari berbagai kaum di Malaysia menyatakan bahwa 30 persen responden belum tahu partai mana yang akan diundi/pilih pada pemilu akan datang. Bahkan mereka memperkirakan 2,5 juta suara atau 20 persen dari jumlah daftar pengundi pemilu akan datang adalah pengundi atas pagar (Utusan Malaysia 05/04/2013 hal 7)

Umcedel juga mengatakan bahwa pengundi atas pagar ini adalah golongan menengah keatas, berumur  kurang lebih 40an, dan umumnya tamatan universitas. Mereka adalah golongan kritikal yang memilih partai berdasarkan prestasi dan senantiasa membuat perbandingan dan pemilihan secara rasional.

Disamping itu juga para pemilih yang harus diperhatikan oleh partai politik Malaysia adalah pemilih baru dan pemilih wanita. Biasanya pemilih baru sering terbawa-bawa emosi dalam memilih atau mengundi berdasarkan apa yang dilihat dan didengar saja. Media sosial dan internet yang banyak mempengaruhi pemikiran mereka dalam membuat keputusan

Apapun yang terjadi, semoga pemilihan umum ke-13 Malaysia berjalan lancar, aman dan mampu menentukan pilihan yang tepat. Karena kestabilan politik akan mempengaruhi stabilitas ekonomi di rantau kita ini.
Selamat berpesta demokrasi

Salam dari Kuala Lumpur

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 8 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 11 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 15 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 17 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: