Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Gatot Swandito

Yang kutahu, aku tidak tahu apa-apa

Pak SBY Baru Saja Stand Up Comedy

OPINI | 18 April 2013 | 12:25 Dibaca: 874   Komentar: 31   7

“My loyalty to my party ends, where my loyalty to my country begins,” baru saja Bapak Presiden SBY mengucapkannya dalam Indonesian Young Leader Forum 2013 siang ini. Sebagaimana biasa, seperti yang saya saksikan di televisi, hadirin menyambutnya dengan bertepuk tangan riuh. Ya, lewat pidatonya tersebut Pak SBY terdengar sebagai seoarang negarawan sejati, yang telah mengabdikan jiwa raganya kepada bangsa negara, dan tidak lagi memikirkan golongannya, keluarganya, apalagi dirinya.

Selain itu sambil tersenyum Pak SBY pun menegaskan pernyataan sikapnya tersebut ditujukan bagi para hadirin dan juga masyarakat di luar. Mungkin Pak SBY hendak mengingatkan kembali menteri-menteri asal untuk fokus mengurus negara dari pada urusan politik. Tidak ada yang salah dengan pidato Pak SBY tersebut. Apalagi bagi yang pernah mengenyam Pendidikan Moral Pancasila di sekolah dasar kita dididik untuk lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar ketimbang yang lebih penting. Kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan atau pribadi.

Tapi, kalimat yang diucapkan Pak SBY itu justru membuat saya tertawa. Bagaimana tidak, Pak SBY mengatakannya setelah ia mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua umum partai. Artinya ucapannya tersebut sangat bertolak belakang dengan perilakunya sendiri. Apalagi, baru-baru ini, di tengah-tengah kelangkaan solar di sejumlah daerah dan kesemrawutan pelaksanaan ujian nasional, yang menjadi perhatian rakyat Pak SBY justru berpidato merespon urusan pribadi Yenny Wahid yang batal masuk partainya. Ironisnya pernyataan tentang Yenny Wahid tersebut dilontarkannya di Istana.

Lalu, apa makna “my loyalty to my party ends where my loyalty to my country begins” yang diucapkanya itu? Maaf, sebagai rakyat jelata, saya melihat pidato Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tidak lebih dari sekedar stand up comedy.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 17 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 19 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 20 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 21 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: