Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Razak Akbar

melompat dan melompat

Pilgub Jateng, Siapa Peduli?

OPINI | 17 April 2013 | 09:41 Dibaca: 284   Komentar: 0   0

Pada pertemuan rutin RT seminggu yang lalu di kampung saya, Pak RT dalam sambutannya mengingatkan kepada warga bahwa Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tinggal sebentar lagi dan diharapkan kepadaseluruh warga untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Setelah beliau selesai memberikan sambutannya, salah seorang tetangga saya bertanya “memangnya calonnya siapa saja?” mendadak semuanya diam, dan tidak berapa lama terdengar suara “dari PDIP calonnya bu Rustri”, tetapi dijawab oleh yang lain “bukan bu Rustri…”, “kalau bukan bu Rustri lalu siap?” sahut yang lain. Selanjutnya ramailah suasana pertemuan itu dengan acara “tebak-tebakan calon Gubernur” pada Pilgub 26 Mei 2013.  Lebih lucu lagi ketika semua yang hadir tidak ada yang bisa memberi jawaban dengan tepat dan pertanyaan tersebut dikembalikan ke pak RT, beliau hanya bisa menjawab “siapa ya? hehee..”

Saya yang ikut hadir dalam pertemuan itu sengaja tidak ikut menjawab, bahkan saya sangat menikmati acara tebak-tebakan tersebut. Saya juga bisa tertawa ngakak ketika salah seorang warga mengatakan “kalau tidak salah satu calonnya ada yang bernama Don..Don siapa gitu..”, yang langsung ditimpali oleh yan lain “Don King kali” dan “Dono paling hahahaa…” dan tertawalah semua.

Menggelikan, lucu, atau mungkin menyedihkan, adalah tergantung dari siapa yang menilai ketika mengetahui kenyataan bahwa banyak warga Jateng yang sama sekali tidak mengetahui atau tidak mau tahu tentang pesta demokrasi yang akan berlangsung di daerahnya. Di 2 Kabupaten lainnya yang pada minggu kemarin sempat saya singgahi, jawaban-jawaban lucu, tidak tahu dan tidak peduli juga banyak terlontar dari beberapa warga yang sempat saya ajak ngobrol. Nama Rustriningsih yang jelas-jelas sudah pasti tidak akan tampil justru lebih banyak disebut oleh warga.

Ketidak tahuan dan ketidak pedulian warga terhadap Pilgub Jateng membuktikan bahwa mesin partai yang diharapkan mampu bekerja dengan baik ternyata tidak berdaya sama sekali, meskipun hanya untuk mengenalkan calon yang diusung partai kepada masyarakat. baik itu partai yang katanya memiliki basis massa terbesar di Jateng, partai yang katanya memiliki kader-kader militan, maupun partai yang mengusungnya calon incumbent.

Seperti halnya Pilgub di Jawa Barat dan dan Pilgub di Sumatera Utara, melihat kondisi seperti sekarang ini maka hampir dapat dipastikan bahwa pemenang Pilgub Jateng adalah Golput juga. Partai boleh menentukan siapa yang diusungnya, tetapi rakyat mempunyai pendapatnya sendiri. Partai bisa saja berkoar-koar meneriakkan kadernya adalah yang terbaik buat rakyat, tetapi rakyat memiliki kecerdasan sendiri untuk menilai pemimpin seperti apa yang dikehendakinya. Dan partai silakan saja memohon kepada rakyat untuk menggunakan hak pilihnya dengan memilih calon dari partainya, Tetapi jika rakyat tidak peduli lalu partai mau apa??

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Saatnya Kirim Reportase Serunya Nangkring …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 8 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 18 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 10 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 10 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 11 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 11 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: