Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Ipan Roy Sitepu

Orang Karo, hanya seorang Petani dan mencintai pekerjaannya serta prihatin dengan kondisi petani Indonesia.

HP - Don : Strategi Pemenangan Incumbent Untuk Pilgub Jateng

OPINI | 17 April 2013 | 00:12 Dibaca: 617   Komentar: 11   0

Sumber. Detik.com

Sumber. Detik.com

KPU Jateng telah menetapkan tiga pasangan yang lolos untuk ikut dalam Pilgub Jawa Tengah yang akan dilaksanakan pada 26 Mei 2013 mendatang. Tiga pasangan tersebut adalah incumbent Gubernur Jateng Bibit Waluyo - Sudijono Sastroatmodjo (Rektor Unnes), Ganjar Pranowo (wakil ketua komisi II DPR RI) - Heru Sudjatmoko (Bupati Purbalingga), dan Hadi Prabowo (Sekda Jateng) - Don Murdono (Bupati Sumedang). (SUMBER) .

Ada yang menarik untuk di analisa dalam perhelatan Pilgub Jawa Tengah kali ini jika kita mencermati dua Pilgub sebelumnya yaitu Jabar dan Sumut. Dimana dalam kedua Pilgub tersebut Sekdaprov ikut mencalonkan diri sebagai Cawagub. Dan di Pilgub Jateng kali ini hal ini terulang kembali dimana Sekda Jateng Hadi Prabowo ikut mencalonkan diri sebagai Cagub Jawa Tengah. Jika dalam dua Pilgub sebelumnya Sekdaprov hanya sebagai Cawagub maka di Pilgub Jateng ini Sekdaprov mencalonkan diri sebagai Cagub.

Pada dua Pilgub sebelumnya Sekdaprov yang mencalonkan diri semuanya mengalami kekalahan dari pasangan Incumbent. Jika saya mencermati dua Pilgub sebelumnya pencalonan Sekdaprov sebagai kandidat adalah strategi Incumbent untuk memecah suara pemilih yang mendukung rival Incumbent, hal ini dapat kita analisa dari hasil perhitungan akhir KPU jika kita kalkulasikan suara antara Runner Up ditambah suara pasangan Sekdaprov maka suara Incumbent akan jelas kalah.

Nah, apakah stategi ini yang kembali dipasang oleh incumbent Jateng dalam pilgub kali ini dengan dicalonkannya Hadi sebagai Cagub? Kita tunggu tanggal mainnya apakah strategi ini akan berhasil.

NB. Maaf analisanya kurang dalam/dilengkapi data lengkap karena keterbatasan akses internet

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 13 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 15 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 16 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 16 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: