Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Palti Hutabarat

Hanya ingin berbagi reportase dan opini. Semoga bermanfaat bagi semua kompasianer. Staf Perkantas Riau. Inisiator Jaringan selengkapnya

Yenny Wahid Tidak Jadi Gabung Partai Demokrat

OPINI | 16 April 2013 | 04:23 Dibaca: 1953   Komentar: 36   3

Setelah diisukan masuk Partai Demokrat (PD), Yenny Wahid pun urung melanjutkan proses bergabungnya dia ke PD. Hal ini disampaikan Yenny di akun twitternya. Ada beberapa kicauan yang dibuat oleh Yenny untuk mengumumkan keputusannya tersebut. Demikianlah beberapa kicauan yang dibuat Yenny.

9 favorites
Yenny Zannuba Wahid @yennywahid
2h
Stlh mempertimbangkan masukan2, baik dr para sesepuh, ulama, kader dan masy luas sy memutuskan utk tdk bergabung dgn Partai Demokrat. #YWdiPD

1 favorite
Yenny Zannuba Wahid @yennywahid
2h
Namun sy tetap mengucapkan trmksh setulusnya kpd Pak SBY dan segenap pengurus PD atas tawaran yg sgt simpatik tsbt. # YWdiPD
View details ·

2 favorites
Yenny Zannuba Wahid @yennywahid
2h
Semoga PD bisa segera memperbaiki citra dirinya dan fokus kembali berjuang bagi kepentingan masyarakat. #YWdiPD
View details ·

Utk teman2 yg telah beri masukan, saran dan doa sy ucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya. #YWdiPD
View details ·

Keputusan Yenny ini tentu saja keputusan yang akan sangat memukul pimpinan PD. Apalagi sudah ada keputusan bahwa Yenny diterima di PD dan akan menjabat sebagai wakil ketua umum. Nama Yenny juga punya magnet yang kuat untuk memperbaiki citra PD dan meningkatkan elektabilitas.

Kini PD kembali harus memutar otak demi meningkatkan elektabilitas partai sebelum 2014. Usaha SBY membuat twitter dan konvensi capres adalah beberapa cara yang dilakukan untuk meningkatkan elektabilitas partai. Kegagalan merekrut Yenny membuat PD kekurangan amunisi untuk Pemilu 2014.

Lalu apa langkah Yenny selanjutnya?? Sampai saat ini belum ada informasi yang jelas apa yang akan dilakukan oleh Yenny. Namun yang pasti dia harus bergabung ke partai peserta pemilu 2014 untuk bisa ikut bepartisipasi di Pemilu 2014. Jika tidak, maka Yenny hanya akan menjadi penonton di Pemilu 214.

Keputusan Yenny menolak PD ini patut diapresiasi. Karena menurut saya, Yenny yang membawa nama besar Gus Dur harusnya bisa menjadi seorang pemimpin partai dengan ciri khas pluralisme. Seharusnya Yenny mendirikan atau memimpin partai yang punya nilai-nilai seperti itu.

Semoga karir politik Yenny memiliki arah yang jelas dan konsisten dengan garis politik yang dibangun Gus Dur di Indonesia.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

7 News: Korban Gempa 3.200 dan Masih Terus …

Tjiptadinata Effend... | | 27 April 2015 | 19:26

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

Tindakan Kekerasan dalam Paket Berita …

Ombrill | | 27 April 2015 | 18:44

Pemindahan Ibukota Jakarta : Belajar dari …

Hardian Relly | | 27 April 2015 | 11:00

Blog Competition: Kotaku Kota Cerdas! …

Kompasiana | | 27 April 2015 | 01:52


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 5 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 6 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 8 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: