Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dewa Gilang

Single Fighter!

Benarkah PKS Alergi Terhadap NU?

OPINI | 14 April 2013 | 17:05 Dibaca: 878   Komentar: 40   6

Salam neraka!

Benarkah PKS anti terhadap ormas Nadhlatul Ulama (NU)? Rumor PKS anti terhadap NU sebenarnya bukan lah barang yang baru. Menjelang Pilpres 2010, saat SBY sedang sibuk mencari cawapres yang ideal sebagai pendampingnya dan Hidayat Nur Wahid disebut-sebut sebagai salah satu calon yang bakal mendampingi SBY, rumor tersebut mencuat ke permukaan.

Selain rumor PKS anti terhadap NU, rumor negatif lainnya bermunculan. Salah satunya adalah isu “PKS sebagai partai berasakan Wahabi” atau singkatan “PKS: Partai Kerajaan Saudi”. Tentu saja rumor tersebut amat merugikan PKS. Mengingat bahwa teologi Wahabi amat bertolak belakang dengan teologi mayoritas masyarakat Indonesia yang cenderung Sunni-Syafi’I. Celakanya, mayoritas pengikut Sunni-Syafi’I ialah kalangan NU.

Beredarnya rumor tersebut, terlebih menjelang Pileg dan Pilpres, membuat para tokoh-tokoh PKS kebakaran jenggot. Satu-per satu dari mereka gencar melakukan bantahan. Hidayat Nur Wahid bahkan sempat memberikan komentar bahwa dirinya sama sekali tidak anti maulid. Maulid sendiri adalah acara peringatan kelahiran Nabi Saww yang telah menjadi tradisi dan budaya serta dianggap ritual keagamaan oleh kalangan NU. Sementara Wahabi sebaliknya, menganggap peringatan Maulid Nabi Saww sebagai sesuatu yang bid’ah.

Terlepas dari benar-tidaknya rumor bahwa PKS sebagai partai bersarangnya orang-orang ber-madzhab Wahabi, yang nota bene bertolak belakang dengan NU, yang jelas, disertasi Hidayat Nur Wahid sendiri di Univesitas Islam Madinah bertajuk “Nawafid lir Rawafidh Lil Barzanji, Tahqiq wa Dirasah”. Dalam disertasi itu terlihat jelas bahwa penulisnya (HNW) menganggap teks Maulid Barzanji, yang dtulis oleh salah satu ulama terkemuka Sunni bermadzhab Syafi’I, sebagai karya yang terinspirasi dari Syiah, dan HNW menyebutnya dengan “Rawafidh”.

Namun disertasi itu ada sebelum HNW masuk ke dunia politik. Mungkin saja pasca Beliau banyak bergaul dan mengecap asam-pahit-manis politik, HNW tak lagi alergi kepada Barzanji, yang jelas-jelas merupakan amaliyah mingguan warga NU pada setia malam Jumat.

Jadi bagaimana menurut anda, apakah PKS anti NU? Silahkan anda menjawabnya sendiri.

Gitu aja koq repot!

Selamat menikmati hidangan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Lewis Hamilton Akhirnya Juara Dunia GP …

Hery | | 24 November 2014 | 21:17

Parade Foto Kompasianival Berbicara …

Pebriano Bagindo | | 24 November 2014 | 18:37

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22

Berbisnis Buku Digital: Keuntungan dan …

Suka Ngeblog | | 24 November 2014 | 18:21

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Lisa Rudiani, Cantik, Penipu dan Pencuri …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Merayu Bu Susi …

Jonatan Sara | 11 jam lalu

Bila Jokowi Disandera SP dan JK …

Adjat R. Sudradjat | 12 jam lalu

Jokowi Menjawab Interpelasi DPR Lewat …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Tipe Kepemimpinan Jokowi-JK …

Gabriella Isabelle ... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenapa Kompasiana Meninggalkan JK? …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Musni Umar: Yakin Indonesia Maju Dipimpin …

Musni Umar | 8 jam lalu

Dirgahayu Guruku …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Indonesia Bukanlah “Sejengkal …

Ajinatha | 8 jam lalu

Pengalaman saat Terkena Syaraf Kejepit …

Enny Soepardjono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: