Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Heni Akhwat Damanik

Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya selengkapnya

PKS…. Say No

REP | 13 April 2013 | 09:44 Dibaca: 1135   Komentar: 22   1

Pagi ini saya ingin sekali membahas tentang keburukan PKS yang membuat rakyat semakin cinta dengan partai satu ini. Tapi sebelum kesana, saya ingin memberikan gambaran bahwa partai yang sok paten ini (kata para haters) sudah membuat kesalahan-kesalahan yang membuatnya TERfavorit diantara partai lain. Gak percaya??? Lihat aja tiap harinya di Negeri Kompasiana ini selalu muncul tulisan bertemakan PKS. he,,he,,

Judul yang saya buat adalah “PKS No”. Saya ingin mengungkap 3 hal tentang “PKS No” ini:

1. PKS Say No “Tunduk kepada AS”

Gak percaya?? Tu kan si AS tu kebakaran jenggot ketika si Mentan (kader PKS) mengurangi  produk hortikultura dan daging impor sehingga Negeri ini diultimatum akan dilaporkan ke WTO. http://www.tempo.co/read/news/2013/01/14/090454245/Ancam-Lapor-WTO-AS-Ultimatum-Indonesiai. Denger-denger kasus LHi pun merupakan pesanan si AS tapi kita gak usah ambil pusing. Kita lihat aja proses hukumnya nanti.  Gak mempan bung..!! PKS tetap melaju…

Gak percaya juga?? Baca ajalah disini http://www.pkssumut.or.id/2013/03/antara-usa-amerika-vs-pks.html

2. PKS Say No “Rangkap Jabatan”

Seminggu yang lalu isu ini lagi seru-serunya lho..!! Dan ini dah kejadian dari zaman dulu nih. Dari zamannya Nur Mahmudi Ismail, waktu jadi Menhut, dia mundur dari Presiden PKS. Hidayat NW, waktu jadi ketua MPR, dia mundur juga. Tifatul Sembiring juga begitu. Arifinto, LHI & Anis mundur juga.

Padahal kita kan tau bahwa posisi mereka itu mantaep lho..!! Bukan posisi staff atau anggota. Ya itulah budaya yang ada di PKS sejak terbentuk.

3. PKS Say No “Menebar Kebencian”

Mau tau kalau yang ini ya.!! Jelas donk, akan saya paparkan. Setiap kejadian-kejadian yang menerpa PKS saat ini selalu saja terjadi kesimpangsiuran dimedia. Apalagi media saat ini begitu ekstrim dalam memberitakannya. Contonya kasus Arifinto, Misbhakun, LHi dan baru-baru ini masalah bawang, ya jelas Mentan jadi sasaran. Padahal bukan tugas Mentan aja mengenai impor bawang ini. etelah berhari-hari Mentan dibully media, barulah si Mendag minta maaf krn harga  bawang naik. Hadeeeh,,, capek deh..! http://www.pkssumut.or.id/2013/04/setelah-kementan-dibully-media-baru.html

Namun semua itu selalu dihadapi dengan cinta oleh PKS. Politik yang katanya serem ini dibuat Politik Penuh Cinta. Ya begitulah PKS tanpa pernah membalas apa yang dibuat  lawan politiknya kepada mereka. Karena mereka tahu bahwa KEBENARAN itu pasti ada jalan pembuktiannya..!!

Sepertiya 3 aja dulu ya..!! Kalau ada waktu kita sambung lagi. Salam 3 Besar..

Cinta, Kerja, dan Harmoni

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: