Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Indar Wijaya

Nelayan Indonesia,Alumni Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar, menjabat sebagai Sekjen Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia 2012 -2014 selengkapnya

Membangun Indonesia dari Perikanan

OPINI | 12 April 2013 | 15:22 Dibaca: 395   Komentar: 1   0

MEMBANGUN INDONESIA DARI PERIKANAN

OLEH : INDAR WIJAYA

SEKJEN HIMAPIKANI 2012-2014

Indonesia dengan luas laut sekitar 5,8 juta km2 dan garis pantai sekitar 81.000 km,dengan potensi lestari sumberdaya perikanan sebesar 6,7 juta ton per tahun seyogyanya Indonesia menjadi eksportir ikan terbesar dan negara industri perikanan terbesar di dunia. Kekayaan ini sangatlah berbanding terbalik dengan keadaan hampir 65% nelayan termasuk dalam garis kemiskinan. Belum lagi jika dilihat dari tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) yang disurvei oleh UNDP (2011) menetapkan mutu sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang diukur lewat indeks pembangunan manusia (IPM) berada 124 dari 187 negara. Yang mengindikasikan rendahnya tingkat kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Potensi besar tetapi sumberdaya manusia rendah, sungguh Ironi.

Perikanan menjadi masa depan perekonomian Indonesia

Tidaklah salah pernyataan perikanan menjadi masa depan perekonomian Indonesia. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mack Kenzie yang menyatakan bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan menjadi pelaku ekonomi dunia ke 7 dengan salah satu penopangnya dari sektor perikanan (dikutip dari pernyataan Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan pada TRIDAKNAS HIMAPIKANI 2013). Tentunya hal tersebut didasarkan fakta sumberdaya alam, sumberdaya manusia yang Indonesia miliki. Bagaikan raksasa yang belum terbangun dari tidurnya, Indonesia semestinya bisa menandingi Cina sebagai produsen perikanan terbesar di dunia dengan total volume produksi 41 juta ton/tahun. Jauh sekali jika dibandingkan dengan Indonesia hanya 8,7 juta ton/tahun nilai volume produksi. Menurut Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS Indonesia baru akan menyentuh volume produksi 45 juta ton/tahun pada tahun 2025 tentunya dengan penerapan IPTEK dan manajemen secara professional. Perikanan budidaya menjadi solusi peningkatan produksi perikanan karena tingkat pemanfaatannya masih sangat kecil yaitu 3,2 juta ton (DKP, 2008). Senada dengan kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan seperti pernyataan Dirjen Perikanan Budidaya Bapak Dr. Ir. Slamet Subjakto, MS “Perikanan budidaya dipusatkan di daerah minapolitan berbasis industrialisasi dengan pengembangan ekonomi biru” diharapkan mampu berkonstribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Yang perlu kita cermati bahwa nilai PDB dari sektor perikanan hanya berkisar 1,5% pada tahun 2010. Lantas apa yang salah dari setiap kebijakan pemerintah yang digulirkan ?

Demi terwujudnya perikanan sebagai masa depan perekonomian Indonesia berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan

1. Optimalisasi tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan di masing-masing kawasan yang berbasis masyarakat demi terciptanya pembangunan berkelanjutan.

2. Penerapan IPTEK sebagai motor penggerak pembangunan perikanan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penyuluhan dan pelatihan.

4. Regulasi kebijakan yang dirumuskan oleh pemerintah haruslah tepat dan dilaksanakan dengan baik

5. Peningkatan nilai investasi pada kegiatan perikanan dan kelautan sehingga mendorong terciptanya lapangan kerja baru yang menyerap angkatan kerja.

Langkah –langkah ini merupakan gerakan strategis dalam membangun perikanan secarah berkelanjutan .perikanan sebagai sumber pangan dan pilar utama pembangunan nasional.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Dilema Sekolah Swasta …

Ramdhan Hamdani | | 19 December 2014 | 18:42

Pérouges, Kota Abad Pertengahan nan Cantik …

Angganabila | | 19 December 2014 | 19:54

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 9 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 14 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: