Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rudi Hartono

Wirausahan: Direktur Utama. PT. Anugerah Nurani Kaltim | Ketua Pemuda HANURA Kaltim | Wakil Ketua selengkapnya

Ada Apa Dengan Lembaga Survey? Ada Apa dengan Hanura?

OPINI | 11 April 2013 | 12:36 Dibaca: 407   Komentar: 0   0

Oleh:
RUDI HARTONO (Ketua Pemuda HANURA Kaltim & Wakil Ketua DPD Partai HANURA Kaltim)

Pertama, kita sikapi hasil survey dengan Logika yang obyektif, sebagai kritik, evaluasi dan intropeksi secara sadar kelemahan, kekurangan dan begitu juga kelebihan / momentum yang memang belum dimaksimalkan.

Kedua, kita melihat hasil survey dengan Logika yang Subyektif, karna latar belakang Pemilik / Lembaga Survey tersebut, subyektifitas sumber pendanaannya, dan hasil survey di design sedemikian rupa berdasarkan motivasi / kemauan pemesannya.

Partai Politik di era Demokrasi ini, memang seperti ‘Kalah’ dengan Lembaga Survey dalam hal pemetaan basis, mengukur kebathinan publik, dll.

Seharusnya dengan perangkat struktural Partai yang hingga ke desa-desa, bahkan ketingkat RT, tentu Partai Politik harusnya lebih tau persoalan apa yang dipublish oleh Survey. Begitu juga dengan Partai HANURA, tanpa berkaca pada Hasil Survey, tentu intropeksi diri bisa menilai diri sendiri. Pastinya tanpa Survey kita sudah sadari seberapa maksimal perkiraan keterpilihan Partai ini berdasarkan perbuatan / kerja politik yang sudah dibuat.

Jika merasa minim perbuatan / kerja politiknya, sekilas kita pun bisa simpulkan, seminim itu lah memang perkiraan suara dukungan kepada partai, akan seirama dengan realitasnya. Jadi tanpa Lembaga Survey kita pasti bisa tau kebathinan publik.

Kembali pada tema tulisan ini, kita lanjutkan pada subtansi “Ada Apa Dengan HANURA ?”.

Setiap Kader tentu akan terus bertanya-tanya, gelisah, resah dengan publikasi survey yang hasilnya tidak menarik bagi Partai HANURA. Merasa sudah 6 tahun berdiri, kerja-kerja politik dan perbuatan untuk Rakyat sudah dilakukan, tapi kok hasil survey masih saja standar, jauh dari ekspektasi.

Saya ingin katakan, jika perbuatan / kerja politik untuk rakyat, publikasi / simbolisasi Partai itu masih biasa-biasa saja, masih standart-standart saja, tentu hasilnya juga akan biasa-biasa saja, standart-standart saja.

Jika memiliki ekspektasi tinggi, kita harus sadar pada diri sendiri, pada Partai HANURA ini. Apa memang sudah maksimal yang kita perbuat untuk membesarkan Partai ini ? Apa mungkin memang sudah sampai disini kemampuan maksimal kita ?

Jika kita bandingkan dengan Partai se usia, Gerindra misalkan. Tentu sangat mencolok perbedaannya, Gerindra memaksimalkan publikasi Media Elektronik dengan berbagai macam isu yang dibuat, di design sedemikian rupa menjadikan Prabowo sebagai antitesa Sosok SBY bahkan MEGA. Menjadikan Prabowo seperti The New Soekarno Or The Next Presiden RI.

Begitu gencarnya Iklan di Televisi dan Media lainnya Gerindra dan Prabowo berimplikasi positif pada tingkat popularitasnya bahkan pada elektabilitasnya. Partai ini benar-benar memaksimalkan kerja-kerja politik publikasi.

Sebenarnya Partai HANURA jauh bisa lebih baik dari Gerindra, bahkan Golkar dan PDIP sekalipun. Bahkan saya katakan, Partai HANURA bisa jadi Pemenang PiLeg dan PilPres 2014.

Banyak momentum bagus bagi Partai HANURA jika benar-benar dimaksimalkan. Diantara momentumnya adalah :

1. Partai HANURA memiliki predikat sebagai Partai TERBERSIH dari Perilaku Koruptif.

2. Sosok Ketua Umum WIRANTO yang memiliki kepribadian Jujur, Tegas, Bersih, Berwibawa, Religius, Nasionalis dan Demokratis.

3. Kehidupan pribadi Rumah Tangga WIRANTO yang harmonis, religius, dan jauh dari isu miring.

4. Relatif Kondusif dan Solid dalam Proses Regulasi Kepemimpinan Internal Partai HANURA, baik Munas, Musda dan Muscab.

5. Prestasi Kepemimpinan WIRANTO, baik dimasa sebagai Panglima maupun saat ini sebagai Ketua Umum Partai HANURA, masuk kategori Sukses dan Inspiratif.

6. Partai HANURA berpredikat sebagai Partai TERBERSIH memiliki korelasi sebagai Partai yang PEDULI pada Rakyat dan Good Governance.

7. Sosok WIRANTO yang ambisius terhadap Kepemimpinan Nasional, harus ditransformasikan sebagai sikap dan cita-cita Perubahan Untuk Rakyat, bukan ambisius Politik.

8. Sosok WIRANTO yang Religius, Santun namun Tegas, bagian dari nilai jual yang belum maksimal ditransformasikan.

9. Modal / Aset Partai HANURA yang tersebar di DPR/D 1000 an Kader, menjadi mesin yang bergerak, terukur, terkendali dan tersistem.

10. Banyaknya Tokoh BERSIH luar Partai HANURA yang bergabung, menjadi nilai surplus / darah segar yang positif.

Kesepuluh hal tersebutlah momentum sebagai antitesa dari Kepemimpinan Pemerintahan SBY saat ini maupun perbandingan dari Sosok lain yang muncul dalam PiLeg/PilPres kedepan.

Momentum inilah saya rasakan belum dikerjakan, bahkan dimaksimalkan menjadi energi kekuatan Partai HANURA. Jika momentum ini dimaksimalkan, saya meyakini, sangat YAKIN Partai HANURA akan jadi Juara 2014. Kehendak Tuhan YME berbanding lurus pada perbuatan yang sudah kita perbuat. Allahumabisawab…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Malaikat Tuhan Pembawa Warta …

Blasius Mengkaka | | 30 August 2014 | 09:27

Jadi Donor Darah di Amerika …

Bonekpalsu | | 30 August 2014 | 06:25

Nasib Sial Florence Bisa Terjadi di …

Pebriano Bagindo | | 29 August 2014 | 20:14

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | | 30 August 2014 | 10:04

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 15 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 15 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 19 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 22 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 29 August 2014 11:50


HIGHLIGHT

Apa amyotrophic lateral sclerosis? …

Ahmed Ridho | 8 jam lalu

Twitter : Kami Menghormati Hukum Pornografi …

Reidnash Heesa | 9 jam lalu

Menjadi Pejalan Cerdik …

Anjas Prasetiyo | 9 jam lalu

Lukisan Kabut …

Gunawan Wibisono | 9 jam lalu

Sepenggal Kisah dari Laut …

Adi Arwan Alimin | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: