Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Rudi Hartono

Wirausahan: Direktur Utama. PT. Anugerah Nurani Kaltim | Ketua Pemuda HANURA Kaltim | Wakil Ketua selengkapnya

10 Alasan Saya Jadi Kader Militan Partai HANURA

OPINI | 11 April 2013 | 15:50 Dibaca: 379   Komentar: 0   0

Reformasi satu (1) dari solusi mengatasi krisis multidimensional Bangsa yang selama Rezim Orde Baru, Rakyat dihadapkan pada beban hutang Negara hingga Generasi dalam Kandungan pun harus menanggung Hutang Negara ratusan triliun. Kondisi ini menciptakan Krisis Moral, Krisis Birokrasi, Krisis Sosial, Krisis Kultural dan Krisis Spiritual.

Reformasi saat ini masih masa transisi, seperti sedang mencari jati diri untuk membuktikan diri sebagai solusi mengatasi persoalan Bangsa. 15 Tahun Reformasi terasa telah mati, menjadi solusi gagal yang tak terbukti. Hingga muncul gagasan progresif, Bangsa ini butuh REVOLUSI, butuh seorang Revolusioner untuk menjawab tantangan fundamental masalah Bangsa.

Namun, ditengah masa transisi demokrasi dalam mewujudkan Reformasi. Muncul sebuah HArapan NUrani RAkyat, datang dari gagasan Wiranto dan beberapa tokoh Nasional lainnya memberikan Pilihan terhadap Rakyat Indonesia dengan melahirkan sebuah Partai Politik yang dinamakan Partai HAti NUrani RAkyat mengusung Gagasan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat.

Terbesit dalam Hati saya, terlalu berani beberapa Tokoh ini membawa nama istilah HAti NUrani, yang merupakan sebuah naluri yang datang dari Allah Swt. HAti NUrani jika inkonsistensi, bukan saja Rakyat yang akan menghukum, namun Siksa Alam Kubur Kekuasaan Illahi yang akan meleburkan semua Kader HANURA dimuka bumi ini.

Kemudian ikhtiar dan logika saya mencoba untuk meraba, setidaknya ada 10 Alasan Saya Jadi Kader Militan Partai HANURA :

1. Sebuah nama “HATI NURANI RAKYAT” Rahmatanlilallamin dari Penguasa Alam Semesta untuk Rakyat yang sedang Tertindas Kemunafikan dan Keserakahan Manusia yang bertentangan dan mengingkari “Hablum Minnanas” dan “Hamblum Minnallah”. Mengedepankan Hati Nurani sebagai Partai Sekuler itu sangat tidak mungkin, sekalipun Partai berideologi Islam. Selama ini “Hati Nurani” hanya menjadi slogan pepesan kosong semua Partai Politik. Namun kini bukan sekedar slogan, tapi sudah menjadi Fatsum Inti Partai HANURA.

2. Gagasan “Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”. Bagi saya inilah sebenar-benarnya solusi untuk mengatasi persoalan Bangsa dengan lebih tegasnya REVOLUSI. Bangsa yang terjajah ini, tak akan mampu memberikan Kesejahteraan Rakyat jika Bangsa ini tidak Mandiri, Tidak Berdaulat atas segala potensi Sumber Daya Ekonomi untuk membangkitkan Sumber Daya Manusia. Bangsa ini butuh kepercayaan diri, Pemimpin yang Inspiratif, Tegas dan Jujur.

3. Sosok WIRANTO sebagai Tokoh Sentral Penggagas dan Pendiri Partai HANURA. Sekalipun dianggap sebagai bagian dari Rezim Orde Baru. Tokoh Kontraversial atas tuduhan HAM. Namun saya punya pandangan Rasional sendiri. Bahwa, Reformasi tidak akan bisa terwujud, jika Mahasiswa tidak berhasil menduduki Gedung MPR/DPR, keberhasilan Mahasiswa mengepung Gedung Rakyat tersebut, saya nilai karna tangan dingin seorang Panglima TNI pada saat itu yaitu WIRANTO. Saya meyakini, bisa saja dalam situasi ‘98 tersebut, TNI menggunakan Kekuatannya untuk membubarkan Ribuan Mahasiswa dan Rakyat. Namun resiko terbesarnya adalah akan memakan Korban Nyawa Anak Negeri sendiri dan itu bisa memunculkan Gejolak yang lebih besar serta situasi Negara akan lebih sulit dikendalikan.

4. Masih pada Sosok seorang WIRANTO. Seperti kita tahu, konstitusi kita pada saat itu mengatakan “Jika Negara dalam keadaan Darurat, maka Kendali Pemerintahan dan Keamanan di Tangan Panglima TNI ABRI”. Sejalan dengan klausul tersebut, Presiden RI Soeharto pada saat itu memberikan sepucuk Surat Kekuasaan dan Kewenangan sebagai Presiden kepada Panglima TNI ABRI untuk mengendalikan Situasi Negara. Mengingat kasus yang mirip itu, kita jadi teringat “Tragedi SuperSemar” yang oleh Soeharto diterjemahkan sebagai Kudeta Konstitusional terhadap Soekarno. Bisa saja dan sangat bisa, WIRANTO melakukan hal sama sebagaimana SOEHARTO Mengkudeta SOEKARNO. Lagi-lagi WIRANTO berpikir Bijaksana dan Negarawan, bahwa memilih mengawal transisi reformasi sebagai pilihan tepat untuk menghentikan situasi Negara dalam Kondisi Darurat. Subhanallah…

5. Masih pada Sosok WIRANTO. Kita semua ingat, bagaimana tragedi Timor Timur dan Separatis GAM Aceh. Ketika BJ HABIBIE Menyatakan Memorandum di Tanah TimTim, jelas bagi Doktrim TNI ABRI itu bertentangan dengan Fatsum NKRI. Sekali lagi, keputusan Presiden pada persoalan itu menggugah kemarahan TNI ABRI dan Rakyat yang Nasionalisme. Namun apa yang dilakukan WIRANTO ? Beliau tetap tunduk atas Keputusan Presiden dan Mengawal Proses Memorandum berjalan lancar. Sekalipun itu tidak populer dimata Rakyat. Begitu juga pada persoalan ACEH, gejolak hebat di Jakarta tentu mengguncang semangat separatisme GAM, dalam situasi tersebut WIRANTO justru memerintahkan Pencabutan Daerah Operasi Militer (DOM) ACEH. Keputusan itu dianggap tidak rasional, namun waktu yang sudah menjawab, bagaimana situasi Aceh saat ini, setidaknya relatif aman, kondusif dan memulai menatap masa depannya.

6. Masih pada Sosok WIRANTO, beliau sadar bahwa mewujudkan Ide/Gagasan yang sekaligus bisa di eksekusi, maka Posisi Presidenlah penentunya. Dan jalan menuju kursi Presiden akan sangat sulit jika tanpa Partai. Dengan kesadaran itulah, mendirikan Partai sebagai aktualisasi ide/gagasan beliau wujudkan. Ketika Partai HANURA sudah berdiri menjadi peserta Pemilu dan memberikan ruang beliau untuk mencalonkan diri pada PilPres 2009 berpasangan dengan Jusuf Kalla, sekalipun posisi sebagai Cawapres. Pernyataan beliau yang menggetarkan Hati saya adalah Sumpah Beliau yang Intinya “Mengabdikan diri di Sisa Hidupnya untuk Rakyat dan Selama Jiwa Raga masih mampu, maka tak putus asa untuk menggapainya”. Sebuah sumpah yang diucapkan terlihat jelas secara tulus dan semangatnya yang tak berhenti untuk mewujudkannya.

7. Predikat Partai HANURA sebagai Partai TERBERSIH artinya Satu - satunya Partai Parlemen yang tidak ada satu pun Kadernya tersandung kasus Korupsi. Ini sebuah fenomena baru dan benar bisa menjadi harapan bagi Rakyat yang merindukan Partai Politik BERSIH. Predikat BERSIH ini bukan klaim pepesan kosong, namun benar-benar realitas Kader Partai HANURA di Pemerintahan tidak terlibat Kasus Korupsi.

8. Sikap Kritis dan Konsisten Partai HANURA terhadap Persoalan Kebangsaan, Pemerintahan dan KKN. Seperti yang kita tau: 1). Perlawanan Kader Partai HANURA ketika Pemerintahan SBY mengajukan RUU Pornografi yang dalam tataran aplikasinya bisa mendegradasi kearifan lokal sebagai Kultur/Budaya. 2). Konsistennya Kader Partai HANURA dalam mendorong pengungkapan kasus Century Gate. Suatu kasus besar, sebuah konspirasi, tindakan pembodohan, yang nampak jelas dilakukan SBY demi Kekuasaan Politiknya. 3). Penolakan Kenaikan Harga BBM yang dilakukan Partai HANURA secara tegas disampaikan dalam sidang Paripurna, hingga sikap Fraksi HANURA Walk Out dari sidang yang sudah dimonopoli ParPol Koalisi SBY. Saya melokalisasi pada 3 isu tersebut dari sekian banyak isu yang konsisten digarap Partai HANURA.

9. Dalam proses Demokrasi Internal, Suksesi Kepemimpinan Internal Partai HANURA, saya menilai sangat Demokratis, transformatif, kondusif dan hampir tidak ada gejolak yang belebihan pada arena MuNas, MusDa, MusCab dan seterusnya. Biasanya bagi Partai ‘Sekuler Pro Demokrasi’ dalam suksesi Kepemimpinan Internal selalu dibayangi dengan keributan antar kadernya, namun itu tidak terjadi pada Partai HANURA.

10. Gerakan Aspiratif, inspiratif, Militantif dan massif dari Organisasi Sayap Kepemudaan ‘Pemuda HANURA’ yang dipimpin Kanda WISHNU DEWANTO menunjukan sebuah sikap yang memberikan jawaban sebagai The Next Leadership Partai HANURA dimasa depan. Sistem yang ditata secara instan namun tetap tersistem dan termanajemen dengan baik.

Itulah secara singkat pandangan saya, kenapa saya memilih sikap sebagai Kader Partai HANURA. Dari sekian banyak alasan, memang lebih cenderung kepada personality seorang WIRANTO. Namun personality tersebut saya meyakini lambat laun akan bertransformasi pada tatanan dan sistem di Partai HANURA. Allahummabisawab…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Basuri Tjahaja Purnama: 20 tahun Mendatang …

Olive Bendon | | 01 October 2014 | 06:58

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | | 01 October 2014 | 04:25

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | | 01 October 2014 | 02:11

Menulis Cerpen Itu Gampang, Mencari Peminat …

Sugiyanto Hadi | | 01 October 2014 | 03:16

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 3 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 5 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | 7 jam lalu

A Hok: “ DPRD Sebagai Calo yang Tidak …

Ibnu Dawam Aziz | 7 jam lalu

Mantan Teknisi NASA AS Ajari Pelajar …

Mohammad Yazed Arro... | 7 jam lalu

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: