Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Pro Kontra Tentang PKS Dan PSK

OPINI | 10 April 2013 | 06:50 Dibaca: 699   Komentar: 22   2

Tulisan-tulisan tentang PKS makin banyak saja, ada yang pro PKS, ada yang kontra PKS, semua masih dalam batas-batas yang wajar. Kenapa banyak yang bahas dan fokus tentang PKS yah, termasuk saya kadang-kadang bahas PKS, partai lain kan banyak ? Dan kenapa pro kontra tentang PKS gak ada habisnya, padahal yang dibahas itu-itu saja. Pembahasan tentang PKS gak jauh-jauh dari topik LHI, Maharani, Korupsi, Sapi, Bawang, Anis Matta, Arifinto, Macan Tidur, Macan Kemayoran, PKS Piyungan, Keumala Fitri, Ninoy Karundeng, Agus Sutondo, Gatot Swandito, Target 3 Besar, Copy Paste.

Tulisan tentang hal tersebut di bolak balik, di putar-putar, persis gaya-gaya suami istri yang sedang berhubungan intim, saling membolak-balik dan memutar-mutar pasangan, kadang dalam tempo lambat, kadang dalam tempo sangat cepat, kadang dalam bahasa dan gerakan sangat santun dan halus, kadang dengan bahasa dan gerakan agak kasar dan menghentak, demi tercapai orgasme bersama.

Saya akan coba jawab 2 pertanyaan besar di atas. Cekidot ;

1. Kenapa banyak yang bahas dan fokus tentang PKS yah, termasuk saya kadang-kadang bahas PKS, partai lain kan banyak ?
Jawaban : karena isu tentang PKS sangat sexy, enak dibahas dan perlu diperdebatkan. PKS identik dengan partai dakwah, yang dalam berpolitik mengutamakan nilai-nilai islami, mirip-mirip partai sejenis, yang berlandaskan agama dan basis massa umat muslim, seperti PPP, PKB, PAN, dan PBB. Namun diantara partai-partai tersebut, PKS adalah juaranya, juara dalam hal perolehan kursi di DPR RI, juara dalam hal mendudukan kadernya sebagai kepala daerah, dan juara dalam hal pelaku korupsi, partai lain pelaku korupsi adalah kader paryai level menengah atau bawah, PKS pelaku korupsi tak tanggung-tanggung, bukan kader level menengah atau bawah, tapi level paling atas, yaitu presiden PKS.

2. Kenapa pro kontra tentang PKS gak ada habisnya, padahal yang dibahas itu-itu saja ?
Jawaban : pro kontra tidak ada habisnya, karena kedua kubu termasuk produktif mempublish tulisan. Baik tulisan yang orisinil lahir dari pikiran penulis sesuai data dan fakta, dibumbui sedikit fiksi, ataupun tulisan yang lahir orisinil dari pikiran penulis lain, namun disadur dan diklaim sebagai tulisan penulis tersebut. Bahasa sederhananya tulisan copy paste, yang berisi ilusi dan halusinasi penulis copy paster yang dibumbui sedikit data dan fakta. Selain produktif menulis, kubu pro dan kontra PKS juga produktif komentar, baik melalui akun asli dan satu-satunya, maupun akun kloningan dan anak cucunya.

Demikian ulasan dan bahasan tentang fenomena PKS yang selalu menarik perhatian banyak pihak, baik pro dan kontra. Sebetulnya ada 1 topik yang bisa mengalahkan ramainya diskusi tentang PKS, yaitu topik tentang PSK, apalagi kalo PSK nya ayam kampus kinyis-kinyis, antara lain Maharani Suciyono. Tulisan dijamin banyak yang baca, diprediksi minimal 1000 pembaca. Entah masuk kelompok mana yang baca tulisan tentang PSK, pro atau kontra ? Feeling saya masuk kelompok kontra PSK, kecuali pihak-pihak yang tertangkap badan memakai jasa PSK, seperti Ahmad Fathanah di hotel Le meridien.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

ISIS: Dipuja atau Dihindari? …

Baskoro Endrawan | | 26 July 2014 | 02:00

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Legitimasi Pilpres 2014, Gugatan ke MK dan …

Michael Sendow | 8 jam lalu

Risma dan Emil Lebih Amanah Dibanding …

Leviana | 8 jam lalu

Analisis Prosedur Sengketa Hasil Pilpres …

Muhammad Ali Husein | 9 jam lalu

Jokowi: The First Heavy Metal’s …

Severus Trianto | 11 jam lalu

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: