Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Hanief Sarwono

I am not perfect, but be ready to improve a perfect

Yang memisahkan Politik dan Agama adalah Atheis

OPINI | 09 April 2013 | 14:59 Dibaca: 326   Komentar: 0   0

Politik dan agama…politik dimata sebagian masyarakat adalah hal yang kotor,penuh intrik,tipu-tipu dan rakus…didalam diri manusia yang normal sudah sunatullah melekat dalam dirinya nafsu.,jika manusia mempunyai nafsu,ia mempunyai energi,apa tujuan tuhan menciptakan nafsu atau energi itu,tiada lain agar proses kehidupan ini selalu berputar,seperti halnya alam semesta,planet-planet,asteroid-asteroid,bumi,bulan dan sebagainya,

Kenapa semua benda yang berada dialam semesta ini bisa bergerak,karena benda itu dilekatkan sebuah energi oleh tuhan, dengan sebuah energi itu akan didapat berbagai fenomena yang menunjang keberlangsungan alam semesta,dalam proses tersebut fenomena yang dihasilkan sangat beragam,dari hal yang sangat besar hingga hal sangat kecil dan remeh temeh.

Contoh,menyebut teori awal kejadian alam semesta,dari sebuah kabut yang bergerak, kemudian menjadi sebuah materi padat, kemudian karna tekanan dan suhu terjadi ledakan besar( big bang),sehingga pecahan materi bergerak kesegala arah,kemudian masing-masing yang benda tersusun dari materi-materi berbeda menyimpan menghasilkan energi daya tarik,dan tolak menolak,sedemikian rupa menghasilkan energi yang seimbang,menjadi energi elektromagnetik,menjadi energi gravitasi,energi potensial dsb..yang menimbulkan pergerakan yang seimbang sehingga palnet-planet dan benda angkasa bergerak pada orbitnya,bumi berputar selama 24jam pada tonggaknya,dihasilkan sebuah suhu yang berbeda ditiap detik yang dilalui, materi-materi saling berinteraksi dalam keadaan suhu tertentu menghasilkan zat,termasuk protein-protein yang menyusun kehidupan,termasuk tanah,kemudian dari berbagai materi dan zat itu menyatu, kemudian dihembuskan lah sebuah ruh oleh tuhan sehingga terbentuk kesatuan materi yang hidup dilengkapi berbagai indera untuk berinteraksi dengan lingkunganya,sehingga terbentuk sebuah proses resistensi terhadap berbagai fenomena alam.uniknya sekumpulan materi hidup ini mengalami perkembangbiakan,menjadi populasi yang begitu komplek,sehingga masing masing kumpulan materi hidup mempunyai energi untuk mempertahankan eksistensinya.

Sebelum mengenal agama setiap yang hidup dialam semesta mempunyai energi satu,yaitu energi untuk mempertahankan eksistensinya saja,dalam perkembangannya manusia semakin banyak,kecerdasan manusia juga semakin meningkat,sehingga setiap manusia mempunyai cara sendiri-sendiri untuk mempertahankan eksistensinya didunia,kemudian atas kehendak tuhan,diturunkan sebuah wacana kepada manuasia,wacana itu bernama agama,hal itu bertujuan untuk menambahkan sebuah energi agar manuasia dalam mengarungi proses alam semesta itu bisa teratur dan terkendali,selain itu wacana itu juga bertujuan untuk menunjukkan kepada manusia akan eksisitensi Tuhan itu sendiri.

Jadi manusia hidup itu mempunyai dua energi , yaitu energi yang timbul dari proses alam( yang mengawali proses adalah tuhan,karena materi pertama dalam proses itu diciptakan oleh tuhan) dan energi untuk mengatur proses yaitu wacana dari tuhan itulah agama.

Manusia dalam mentrjemahkan wacana dari tuhan berbeda-beda, dilain sisi sebagian manusia ada yang belum mendengar sebagian ada yang mengingkari,bahkan menyesatkan akan isi wacana tuhan tersebut.

Kelompok manusia pertama adalah kelompok yang lansung mnerima wacana tersebut adalah nabi,nabi menterjemahkan wacana tersebut dan meng-aplikasikanya kepada umatnya…sehingga perjalanan hidup umat tersebut teratur sesuai kaidah yang termaktub dalam wacana tuhan.karena kaidah itu bertujuan mengatur seluruh aspek yang diperlukan dalam menjalankan proses alam maka sifat wacana itu juga secara menyeluruh….seluruh proses diatur, termasuk aspek norma yang termaktub dalam wacana tuhan,tahap-tahap injeksi dalam akal dan proses alam itu sendiri (resistensi untuk menjaga eksistensi)karena sangat berkait dengan proses yang termaktub dalam wacana.

Jika salah satunya dihilangkan,maka akan timbul kepincangan yang berakibat polarisasi berbagai macam bentuk resistensi.

Kelompok yang kedua adalh kelompok yang sengaja atau tidak sengaja membelokkan isi dari wacana tuhan,sehingga timbul berbagai macam wacana.hal ini akan membiaskan eksistensi adanya tuhan,atau menganggap tuhan dalam versi yang lain…kedua hal ini juga akan meninbulkan kekacauan karena menganggap eksistensi tuhan sangat bertentangan dengan proses alam dan sifat alam,sehingga wacana tuhan dan eksistensi tuhan dianggap hanya ciptaan para nabi.ciri dari kelompok ini adalah mengingkari nabi,dengan jalan,tidak melaksanakan wacana tuhan,tidak melaksanakan perintah nabi yang termaktub dalam wacana tuhan,melaksanakan sebagian saja wacana tuhan,melaksanakan sebagian saja perintah nabi…sebenarnya sikap mereka akan eksistensi dan sifat tuhan adalah “ragu”. Dan ragu dekat dengan “tidak mengakui” karena ia meniadakan sebagian dari sifat tuhan…padahal tuhan bersifat sempurna.

Kelompok yang ketiga adalah kelompok yang tidak menerima wacana atau mengingkari wacana tuhan,ia menganggap hidup itu hanya suatu proses alam yang mempunyai energi.namun keyakinan ini akan menemui kebuntuan karena keberadaan materi dan energi tidak mungkin tiba-tiba,pasti diciptakan…karena energi tidak mempunyai sifat sempurna. Ciri dari kelompok ini adalah tidak mengakui wacana dan eksistensi tuhan sama sekali,semua materi berawal tiba-tiba-dan hilang tiba-tiba,ia tidak mengakui norma,yang ada adalah ketakutan akan kalah dalam bertempur dalam mempertahankan eksistensinya.

Apa hubunganya dengan politik? Politik adalah salah satu bagian kecil cara manusia untuk mempertahankan eksistensinya, menurut kelompok pertama semua proses kehidupan diatur oleh wacana tuhan yang di ejawantahkan oleh nabi,apapun yang di lakukan nabi adalah pengejawantahan akan wacana tuhan dari hal kecil hingga hubungan antar manusia, politik merupakan salah satu yang dilakukan oleh nabi dan wajib dilakukan oleh umatnya,maka nabi juga mengatur rakyatnya, nabi berperang,nabi mengatur strategi,nabi juga menjalin silahturahmi dengan kelompok yang bukan termasuk pengikutnya dan kesemuanya itu harus dicontoh oleh umatnya.

Jadi jika ada seseorang atau kelompok yang berusaha memisahkan antara politik dan agama,pada hakekatnya mereka adalah kelompok yang kedua,kelompok yang ragu akan wacana tuhan,ragu akan eksistensi tuhan,dan “ragu” sama dengan” mengingkari adanya tuhan”

salam bahagia ala saya!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 8 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 9 jam lalu

Anies Baswedan Sangat Pantas Menjadi …

S. Suharto | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepucuk Surat untuk Gadis Kaili….. …

Soentanie Yukie | 8 jam lalu

Haruskah Kugembok Akunku? Belajar dari Kasus …

Anggie D. Widowati | 8 jam lalu

Trik Marketing atau Trik Penipuan? …

Putriendarti | 9 jam lalu

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 10 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: