Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Kinasih Endah Artanti

i'm just ordinary woman :)

Sebagai Warga Sumsel, Saya Bingung

OPINI | 08 April 2013 | 12:01 Dibaca: 509   Komentar: 2   1

Sebenarnya saya bukan asli warga Sumsel, keluarga pun bukan berasal dari sini. Saya dan keluarga besar asli makassar, dan saya tumbuh besar berpindah-pindah di banyak kota. Namun saya lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Dan kini saya sedang berada di Sumsel untuk urusan pekerjaan. Sudah sebulan lamanya saya tinggal di kota mpek-mpek ini.

Saya mencintai kota ini. Penduduknya ramah, cuaca meski sangat terik namun masih bersahabat dengan kulit saya. Makanan enak-enak. Dan yang paling penting di Sumatera Selatan khususnya Palembang tidaklah begitu macet dibandingkan dengan kota-kota besar di Jakarta.

Belakangan Palembang -dan seperti yang saya amati- kota2 lain di Sumsel dikotori oleh spanduk para Calon Gubernur yang akan bertanding untuk menjadi orang nomer 1 di daerah ini. Saya tidak begitu peduli awalnya, namun mengingat saya tinggal di wilayah ini dan mungkin akan beberapa waktu lagi tinggal di wilayah ini, saya mencari tau siapa-siapa saja yang akan bertarung dalam Pilgub kali ini.

Yang jelas, kandidat incumbent Alex Noerdin akan maju lagi berpasangan dengan Ishak Mekki, Bupati OKI. Alex Nurdin ini kata teman2 kantor dan beberapa warga Sumsel yang saya temui memiliki dana tak terbatas untuk memenangi Pilgub ini. Entah dananya dari mana. Memang dia masih kandidat yang terpopuler seperti yang saya baca di koran, namun sebagian warga Palembang yang cukup kritis sama sekali menolak dia untuk kembali menjadi Gubernur. Alasannya karena dia terlibat banyak kasus korupsi, baik saat menjadi Bupati Musi Banyuasin hingga dia menjadi Gubernur.

Kebencian teman2 saya terhadap gubernur Alex Noerdin juga didasari karena beliau ‘katanya’ jarang berada di kantor. Sehingga untuk mengurusi hal-hal yang bersifat birokrasi dan membutuhkan kehadiran sang gubernur menjadi lebih sulit dan memakan waktu lama karena ketiadaan sang gubernur tersebut. Entah kemana gubernur itu berada, namun teman saya cari tau katanya Alex Noerdin lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta.

Calon gubernur lain saya tidak begitu kenal. Namun Herman Deru-Linda Oesman cukup banyak poster dan spanduknya di Palembang dan sekitarnya. Akhirnya saya pun mencari tahu tentang pasangan ini.

Herman Deru ternyata merupakan Bupati OKU Timur. Dia sudah dua periode memerintah daerah tersebut. Dan ternyata Herman Deru pernah terlibat kasus asusila. Dia dituduh pernah menghamili pembantunya sendiri ketika tahun 2004 yang lalu. Wooww gila menurut saya, apalagi dia membantah keras, meski anak laki-laki yang menjadi anak haramnya tersebut sudah tumbuh besar sekarang ini. Dan mungkin yang lebih terkenal adalah Linda Oesman yang ternyata istri dari Syahrial Oesman, mantan gubernur Sumsel yang kini mendekam di KPK karena kasus korupsi yang menimpanya.

Dilihat dari track record pasangan ini, jika saya memiliki hak untuk memilih saya pasti tidak akan memilihnya. Yang satu amoral, yang satu lagi memiliki kaitan dengan koruptor. Meski tidak secara langsung terlibat dalam kasus korupsi yang menimpa suaminya, Linda Oesman setidaknya memiliki tanggungjawab moral untuk tidak maju sebagai wagub. Menurut saya Linda Oesman sebaiknya memperbaiki nama baik suaminya saja dibanding maju sebagai wagub.

Lalu kandidat gubernur lain adalah Eddy Santana dan Wiwiet Tatung. Naah kalo Eddy Santana saya cukup banyak tau, karena dia merupakan walikota di tempat saya tinggal saat ini. Kalo dilihat dari prestasi, sepertinya biasa-biasa saja prestasi si Eddya Santana ini, bahkan saya perhatikan Palembang menjadi semakin kotor. Namun yang menjadi perhatian terhadap Eddy Santana ini adalah dia menceraikan istrinya dan menikahi seorang model panas era 90an! Huahaha, saya ketawa lepas ketika mengetahui informasi ini di warung kopi. Ya, info ini menjadi pembicaraan hangat di tempat saya tinggal. Dan sikap masyarakat Palembang yang saya tangkap adalah mereka sangat skeptis, karena menceraikan istri yang sudah mengaruniai dua orang anak demi menikahi mantan model panas. Sepertinya dari masyarakat Palembang sendiri tidak banyak yang akan memilih Eddy Santana. Sedangkan Wiwiet itu siapa saya juga tidak tahu. Yang saya tau dia hanya istri seorang purnawirawan TNI AU. Itu pun setelah saya googling sana-sini.

Kandidat lain adalah Iskandar Hasan dengan Hafiz Tohir. Iskandar Hasan ini saya cukup tau beliau karena sebelum memutuskan maju sebagai cagub Sumsel dia adalah Kapolda Sumsel. Mengenai kinerja saya tidak cukup banyak tau tentang beliau, yang jelas nama beliau itu banyak saya dengar di media ketika ada bentrokan antara polisi dengan TNI di OKU. Namun kasus tersebut setau saya diambil alih oleh Polsek OKU, dan kini telah selesai. Sedangkan yang mengejutkan adalah Hafiz Tohir. Awalnya saya tidak mengetahui siapa beliau karena memang namanya sama sekali jarang terdengar. Namun begitu saya googling, ternyata beliau adalah adik dari Menperekonomian, Hatta Rajasa. Track record beliau saya tidak tahu, namun yang jelas belian menjabat posisi cukup penting di Kadin.

Sebagi warga Sumsel, meskipun saya tidak memiliki hak pilih dalam memilih gubernur nanti merasa bingung karena semua calon dimata saya tidak ada yang cukup pantas untuk memimpin Sumsel. Ada yang memiliki track record pernah kena kasus korupsi, pernah terkena kasus asusila, atau malah ada yang tidak memiliki track record sama sekali.

Namun sejauh ini jika ditimbang-timbang mana yang lebih baik, nampaknya Iskandar-Hafiz paling mendingan dibanding kandidar-kandidat yang lain. Namun bukan artinya saya mendukung dia, hanya saja jika disuruh memilih saat ini saya akan memilih mereka karena mereka tidak memiliki track record korupsi dan asusila. Dan saya pun tidak akan mengkampanyekan Iskandar-Hafiz kepada warga Sumsel. Pilihan ini hanya atas dasar ukuran ’siapa yang paling sedikit dosanya’ saja

Mudah2an siapapun nanti yang menang, akan membawa daerah ini menjadi daerah yang paling maju di Sumatera. Amiiiinnnn

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bila Gagal Lulus UN …

Sayidah Rohmah | | 16 April 2014 | 10:34

Nujuman Jusuf Kalla di Arena Pilpres …

Yusran Darmawan | | 16 April 2014 | 10:32

Harusnya PKS Tidak seperti Itu …

A Fahrizal Aziz | | 14 April 2014 | 21:43

Menilik Macan Putih, Pahlawan Superhero …

Rokhmah Nurhayati S... | | 15 April 2014 | 21:51

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 4 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 6 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 13 jam lalu

Yess, Jokowi Berani Menantang 10 Partai …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Inikah Pemimpin yang Kalian Inginkan? …

Mike Reyssent | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: