Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Dr. Nugroho, Msi Sbm

Saya Pengajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip Semarang

Peluang Ganjar-Heru di Pilgub Jateng 2013

OPINI | 08 April 2013 | 20:44 Dibaca: 1461   Komentar: 0   2

Jawa Tengah yang terkenal sebagai lumbung suara PDIP atau “kandang Banteng” pada Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur yang akan berlangsung 26 Mei mendatang mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Peluang pasangan ini akan tergantung atau dapat dilihat dari berbagai hal.

Pertama, secara hitung-hitungan suara di DPRD Jawa Tengah, peluang pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sudjatmoko yang diusung sendirian (tanpa koalisi) oleh PDIP adalah yang paling rendah dibanding dua pasangan yang lain yaitu Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo dan Hadi Prabowo -Don Murdono. PDIP yang mengsung Ganjar-Heru saat ini di DPRD Jawa Tengah hanya menguasai 23 kursi. Sedangkan koalisi Golkar, PAN, dan Partai Demokrat yang mengusung Bibit-Sudijono menguasai 37 kursi. Dan Koalisi PPP, PKB, Hanura, Gerindra, PKNU, dan PKS, yang mengusung Hadi-Prabowo menguasai kursi terbanyak yaitu 40 kursi. Tetapi penguasaan kursi terbanyak di DPRD tidak menjamin pasangan yang diusung oleh partai/ koalisi partai tersebut memenangi Pilgub. Contoh paling nyata dari hal ini adalah kemenangan pasangan Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta.

Kedua, tantangan lain pasangan Ganjar-Heru adalah dari petahana (incumbent) dalam hal ini adalah Bibit Waluyo yang berpasangan dengan Sudijono (Rektor Universitas Negeri Semarang). Di banyak daerah petahana cenderung memenangi pilgub karena masyarakat sudah melihat hasil kerjanya. Sedangkan terhadap calon gubernur baru orang belum melihat hasil kerjanya. Selama ini Bibit bersama Rustriningsih berhasil membawa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah positif dan memperkenalkan semboyan “Bali Ndeso Mbangun Deso” . Tapi di sisi lain, Bibit punya kelemahan berupa gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan sering memancing kontroversi. Karena pernyataan-pernyataannya maka Bibit sering konflik dengan Jokowi yang waktu itu menjabat walikota Solo. Namun faktor petahana inipun belum tentu merupakan faktor lemah Ganjar-Heru. Lagi-lagi pengalaman di beberapa daerah menunjukkan bahwa banyak petahana yang kalah. Dan lagi-lagi DKI Jakarta bisa menjadi contoh dimana Fauzi Bowosebagai petahana kalah.

Faktor ketiga, dukungan massa. Dukungan massa bisa dari birokrasi maupun massa partai. Dalam hal ini pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono barangkali bisa mencuri suara atau tampil sebagai kuda hitam. Hadi Prabowoseorang birokrat yang dikenal di Jawa Tengah. Pasangannya Don-Murdono, jangan lupa, adalah bekas ketua Cabang PDIP Sumedang dan keluarga besarnya adalah kader PDIP di Jateng yang sempat menduduki sejumlah jabatan politik.

Menurut saya, ketiga faktor tersebut harus diperhitungkan betul oleh pasangan Ganjar-Heru. Salah satu solusinya adalah bagaimana mengerahkan semua sumberdaya PDIP Jawa Tengah untuk mendongkrak popularitas pasangan Ganjar-Heru. Tulisan Anton Sudibyo di Kompasiana (8 April 2013) tentang “Mengintip Perang Cagub Jateng di Dunia Maya” menggambarkan salah satu langkah yang tepat dari PDIP yang mendongkrak popularitas Ganjar-Heru di dunia maya lewat twitter, Facebook, web,dan blog. Hasilnya pasangan ini paling populer di dunia maya, paling banyak diliput oleh media online, dan mempunyai uniqe user terbanyak. Lewat kampanye di dunia maya tersebut pasangan Ganjkar-Heru juga unggul dalam semua kategori yaitu trend of awareness, candidate electability, share of citizen, dan media trend.

Jangan lupa pula selain media di dunia maya, di dunia nyatapun bisa dilakukan kampanye dan sosialisasi yang efektif. Misalnya lewat penghadiran kembali Jokowi sebagai Juru kampanye. Jokowi akanpunya motivasi yang lebih kuat di Jawa Tengah karena ia pasti bermabisi mengalahkan bekas atasannya Bibit Waluyo yang dulunya sering konflik dengannya. Jangan lupa pula menggunakan Rustrininghsih yang popularitasnya tak diragukan lagi untuk menjadi juru kampanye.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indonesia 0 – 4 Filipina : #BekukanPSSI …

Angreni Efendi | | 26 November 2014 | 00:33

Bom Nuklir Ekonomi Indonesia …

Azis Nizar | | 26 November 2014 | 04:44

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Festival Foto Kenangan Kompasianival 2014 …

Rahab Ganendra 2 | | 26 November 2014 | 04:01

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 4 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 5 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 9 jam lalu

Timnas Indonesia Bahkan Tidak Lebih Baik …

Kevinalegion | 10 jam lalu

Suami Bergaji Besar, Masih Perlukah Istri …

Cucum Suminar | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Uang Nasabah Bank Mandiri Raib 8 Milyar …

Ifani | 8 jam lalu

Ternyata Server E KTP di Dalam Negeri, …

Febrialdi | 8 jam lalu

FPI Tak Usah Dibubarkan …

Radix Wp Ver 2 | 8 jam lalu

Kisah Cinta Putra Jokowi …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: