Back to Kompasiana
Artikel

Politik

Anton Sudibyo

penyayang keindahan

Mengintip Perang Cagub Jateng Di Dunia Maya

REP | 08 April 2013 | 17:07 Dibaca: 733   Komentar: 0   0

SEJAK keberhasilan kampanye online Joko Widodo di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, media internet menjadi bagian tak terpisahkan dari kerja tim sukses. Tak terkecuali di Jawa Tengah. Tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur pun memiliki tim media online sendiri.

Pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko membentuk Relawan Garuda. Mereka berkampanye melalui situs jejaring sosial

Facebook, Twitter, website dan blog. Di Twitter mereka membuat akun @RelawanGaruda dengan turunannya di berbagai kota seperti @garudaklaten, @garudawonogiri, @garudakra, @garudalawu, @garudarembang, @garudajepara dan @garudasmg untuk relawan dari Kota Semarang.

Itu belum termasuk akun @Ganjarpranowo yang hingga semalam telah memiliki 38.109 follower. Khusus yang ini, Ganjar istimewa karena menjadi satu-satunya calon yang mengelola akunnya sendiri. Kalau yang lain kan dijalankan oleh admin.

Di Facebook ada begitu banyak akun dan grup pendukung calon dari PDI Perjuangan ini. Salah satunya grup Dukung Ganjar Jadi Jateng 1 yang sudah beranggotakan 18.050 orang. Kemudian ada website www.masganjar.com yang khusus menampilkan profil dan kegiatan calon kelahiran Tawangmangu, Karanganyar itu.

Tak ketinggalan, Tim Pemenangan pasangan Bibit Waluyo dan Sudijono Sastroatmodjo (Bissa) juga berkampanye lewat Twitter dengan akun @H_BibitWaluyo yang memiliki 109 followers. Kemudian ada akun @JawaTengahBISSA dengan 7536 follower.

Bissa juga bersosialisasi dunia maya juga melalui website www.jatengbissa.com. Di website itu, timnya menyampaikan keberhasilan program kerja yang telah dicapai oleh sang petahan. Di sisi lain juga menyampaikan profil pribadi pasangan yang diusung Partai Demokrat, PAN, dan Partai Golkar itu.

Sedangkan pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-DOn) berkampanye di twitter lewat akun @Mas_HP yang memiliki 507 follower dan @HP_Don_ 927 follower. Akun ini dibantu oleh akun-akun lain seperti @Rencang_Mas_HP, @PemudaHP. Juga akun-akun milik partai pengusungnya, yakni PKS, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, dan PKPI.

Di Facebook, pasangan ini memiliki grup HP-Don Pilihanku, Hadi Prabowo Perubahan, dan page HP-Don. Don Murdono juga membuat website sendiri yaitu www.masdonmurdono.com, sedangkan twitternya @pak_don_murdono.

Bagi yang tidak suka politik, mungkin akan muak membaca kicauan dan info-info mereka. Tapi bagi saya, ada keasyikan tersendiri menyaksikan pertempuran di timeline. Sebab tak cuma informasi dan foto-foto kegiatan, terkadang antarakun pendukung itu saling menghujat atau membuka borok masing-masing. Selain pendukung, kicauan bernada menghujat juga dilakukan akun-akun anonim seperti @galau_dew, @tutihand atau @RetnaKencana.

Pertanyaannya, efektifkah kampanye online itu digunakan di Pilgub Jateng? Bukankah karakter Jakarta berbeda dengan Jateng?

Menurut Koordinator Relawan Garuda Ajianto Dwi Nugroho, kampanye nyata melalui struktur partai tetaplah menjadi tulang punggung tim sukses. Tapi sosialisasi di internet saat ini tidak bisa dianggap remeh. Ajianto menyebut, saat ini sekitar 30 persen dari total populasi Jawa Tengah sudah melek internet. Artinya, sedikit atau banyak tetap ada bagian masyarakat yang mengikuti atau malah menggantungkan informasi dari jejaring sosial atau media online.

“Tak jarang, isu-isu media mainstream juga berawal dari isu-isu di social media. Inilah mengapa wilayah ini kita garap,” katanya.

Soal karakter Jakarta dan Jateng, cowok berkacamata itu mengakui bahwa memang berbeda. Jika di Jakarta, Jokowi menang dengan lebih banyak bertumpu pada kicauan di Twitter. Tapi untuk Jawa Tengah pengguna Facebook jauh lebih besar, sehingga jejaring social milik Mark Zuckerberk itu yang lebih dikedepankan. “Twitter hanya kuat di Semarang, Solo dan Banyumas,” jelas Ajianto.

Ketua Tim Pemenangan Bissa, Wahyu Kristianto setuju dengan Ajianto. Ia menambahkan, kampanye di jejaring sosial adalah strategi brilian untuk mengenalkan calon pada pemilih pemula dan kalangan menengah ke atas.

Asyiknya, pertempuran udara ini mudah diamati melalui beberapa situs penyedia layanan statistik. Salah satunya Politicawave.com. Lembaga ini memantau percakapan di media sosial terkait berbagai isu politik nasional maupun regional. Mereka mengumpulkan data secara real time dari berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, dan blog di berbagai forum media online. Jutaan percakapan itu direkam dan dirangkum menjadi grafik visual yang dapat diketahui hasilnya setiap hari

Sedikit mengintip hasilnya, dalam tiga pekan terakhir, Ganjar-Heru unggul mutlak di semua kategori, yakni trend of awareness, candidate electability, share of citizen, dan media trend. Data itu menunjukkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu adalah kandidat yang paling populer karena banyak diperbincangkan di dunia maya, paling banyak mendapat penilaian positif, mempunyai pendukung atau unique user terbanyak, dan paling banyak diliput media online.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ratusan Ribu Hingga Jutaan Anak Belum Dapat …

Didik Budijanto | | 31 July 2014 | 09:36

Akh Jokowi? Kita Lihat Dulu Deh Kabinetnya …

Ian Wong | | 31 July 2014 | 08:18

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 7 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 11 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 12 jam lalu

Jokowi Menipu Rakyat? …

Farn Maydian | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: